Gadis Imut Milik Ceo Dingin

Gadis Imut Milik Ceo Dingin
Bab 4. Mantan Tunangan Rayen


__ADS_3

Hari sudah sore dan sebentar lagi akan malam.Rayen lalu mengajak Charisna pulang.Charisna dan Rayen lalu keluar dari cafe dan memasuki mobil yang telah diparkir didepan cafe tersebut.


Setelah memasuki mobil Rayen dan Charisna lalu kembali pulang Ke Mansion . Setelah sampai ke Mansion, Rayen dan Charisna lalu turun dari mobil dan berjalan menuju kamar mereka.


"sudah mau malam, sebaik nya kamu mandi duluan setelah kamu nanti aku akan mandi !, ucap Rayen sembari membaringkan tubuh nya diranjang menunggu Charisna selesai mandi.


Charisna langsung menuruti suami nya.Charisna lalu mengambil sehelai handuk dan memasuki kamar mandi.


Setelah Charisna selesai mandi lalu Rayen beranjak dari ranjang dan langsung masuk kekamar mandi.


*******


Malam tiba, saat ini Rayen sedang berada di ruangan kerja nya yang berada di tengah Mansion nya. Dia sedang sibuk mengotak atik laptop nya sampai dering telepon mengalihkan perhatian nya.


Tring ,tring ,tring !


Rayen lalu mengambil telepon nya nya dan mengakat panggilan nya.


"Thania," gumam Rayen lirih saat melihat yang menelepon nya adalah Thania mantan tunangan nya.


"Halo ada apa ,tumben telpon?" ucap Rayen to the poin.


"[Iya soalnya aku kangen sama kamu]" ujar Thania di seberang telepon dengan suara lembut.


"Kangen?,


baru sekarang kangennya?,


dulu kemana aja?" ucap Rayen terkekeh kecil.


"[Kok kamu gitu sih?


aku beneran kangen, aku juga mau minta maaf dulu aku ninggalin kamu]"


"Udah saya maafin.


lagian itu kan dulu ! sekarang kita udah masing-masing," ujar Rayen menyenderkan punggung nya ke kursi yang dia dudukki.

__ADS_1


"[Kok jadi saya sih? dulu, 'kan kita manggilnya Aku kamu kok sekarang jadi saya]" terdengar suara Thania yang kecewa.


"Itukan dulu, bukan sekarang!" tegas Rayen mulai jengah dengan mantan tunangan nya.


"[Emang kamu udah punya pengganti aku?]"


"Ya Udahlah, lagian seorang Therson Rayensyah Divers itu, kalo mau punya pasangan tinggal tunjuk langsung dapet! yang cantik dan seksi lagi!" sombong Rayen.


"[Masa sih? aku gak percaya]"


Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Charisna yang sangat mungil membawa boneka ke ruangan Rayen.


"Sayang, sini masuk!" ujar Rayen melirih Charisna.


Charisna dengan senang hati masuk dan menghampiri Rayen.Rayen lalu memangku Charisna dipaha nya, Thania yang mendengar dari telepon itu hati nya merasa panas.


"Kakak, lagi teleponan.


Sama siapa?" tanya Charisna mulai kepo.


"Sama Thania," ucap Rayen kemudian langsung mematikan telepon nya secara sepihak dan membuat Thania kesal.


Thania itu siapa?" tanya Charisna lagi.


"Mantan tunangan," bisik Rayen ditelinga kecil Charisna .


Charisna yang mendengar itu langsung cemberut.


"Kok, cemberut sih?" gemeshs Rayen langsung mencubit kedua pipi chubby Charisna pelan dengan kedua tangan nya.


"Ihh!" kesal Charisna melepaskan tangan Rayen yang sedang mencubit pipi Chubby ny dan Charisna pun langsung turun dari pangkuan Rayen.


"Loh, mau kemana?" bingung Rayen saat Charisna berjalan keluar dari ruangan nya.


Tanpa menjawab Charisna terus berjalan keluar dari ruang kerja khusus suami nya itu dengan wajah cemberut.


"Pasti ngambek, deh!" ujar Rayen tertawa kecil kemudian menutup laptopnya dan pergi keluar dari ruangan nya menyusul Charisna.

__ADS_1


******


Setelah Rayen sampai dikamar nya. Dia melihat Charisna yang sudah memejamkan mata nya sambil memeluk boneka beruang kesayangan nya.


"Udah tidur, ya?" ucap Rayen dengan nada yang kecewa.


Charisna yang sebenarnya belum tidur dibuat merasa bersalah setelah mendengar perkataan Rayen.


Charisna pun langsung membuka mata nya dan berbalik menghadap Rayen yang masih berdiri didekat ranjang nya.


"Emang kenapa?" tanya Charisna dengan suara kecil.


"Belum tidur?"


Charisna hanya menggeleng kepala nya sambil melirih Rayen.


"Tadinya, Kakak mau minta itu?" ucap Rayen dengan senyuman nakal dibibir nya.


Charisna hanya bingung ,sebenar nya apa yang ingin diminta Rayen daei nya.


"Minta apa kk?" tanya Charisna dengan wajah polos nya dan sedikit kebingungan tetapi menggemeskan seperti anak kecil.


Rayen pun mendekat kan wajah nya lalu berbisik dan membuat Charisna tersenyum malu.


"Enggak, ah sakit!" tolak Charisna.


"Janji enggak, deh?" mohon Rayen .


Charisna yang melihat wajah memelas Rayen rasa nya ingin tertawa.


"Janji?" Charisna menatap Rayen sambil menahan tawa.


"Iya, janji," jawab Rayen dengan mantap dan senyuman nakal nya .


"Yaudah,ayok" ujar Rayen setelah mendapat jawaban persetujuan dari Charisna.


Rayen tanpa basa-basi langsung memulai olahraga panas seperti yang dilakukan nya bersama Charisna kemarin malam.

__ADS_1


Dan malam itu terulang lagi.


*******


__ADS_2