Gadis Imut Milik Ceo Dingin

Gadis Imut Milik Ceo Dingin
Bab 8. Charisna Berusaha Kabur


__ADS_3

Mereka saling bertatapan dengan amarah, sudah pasti diantara mereka akan ada yang babak belur bahkan mungkin sampai ada yang kehilangan nyawa. Karena kedua nya juga memiliki ilmu bela diri yang sangat mumpuni.


*****


Saat itu dirumah kosong tersebut perkelahian itu benar benar tidak dapat dielakkan oleh Rayen lagi. Perkelahian sengit yang sedang terjadi antara Rayen dan Yuda, kedua nya sama-sama belum ada yang menyerah. Walaupun wajah kedua nya sudah tampakbbabak belur dan mengeluarkan darah .


Sedangkan disisi lain, Charisna yang baru saja tersadar setelah pingsan beberapa jam yang lalu.


Charisna membuka mata nya perlahan ia masih merasakan pusing dikepala nya karena efek bius yang berikan yuda terhadap nya terlalu tinggi.


Charisna terkejut ketika ia sudah berada ditempat yang tidak pernah dilihat nya sebelum nya. Dia berusaha mengingat ingat apa yang sedang terjadi pada nya dan mengapa dia bisa berada ditempat itu.


"Bhug...


"Bhugh...


Charisna sejenak diam membisu ketika mendengar ada suara orang yang sedang berkelahi, dia bertanya tanya pada hati nya ,dari mana asal suara itu dan siapa yang sedang berkelahi ditempat itu.


"It...u suara, orang berantem. Ta...ta..tapi siapa?" ucap Charisna sembari memegangi kepala nya yang masih terasa sedikit pusing.


Dia berusaha untuk bangkit dari tidur nya, dia mendekat ke arah pintu. Tapi saat ia hendak ingin membuka pintu nya tidak dapat terbuka karena ternyata pintu nya dikunci dari luar.


"Ya, ampun! Pintu nya dikunci lagi," ujar Charisna sambil celingak-celinguk mencari sesuatu yang bisa membuka pintu nya.

__ADS_1


"Tolong Siapa itu? Tolong siapapun yang ada diluar sana, tolong Charisna!" teriak Charisna berusaha meminta tolong.


Tetapi sayang nya Rayen maupun yuda sama-sama tidak mendengar teriakkan Charisna karena mereka terlalu fokus berkelahi.


"Charisna, harus cari sesuatu untuk membuka pintu ini?" ujar nya sambil melihat sekeliling siapa tau ada benda yang bisa membuka pintu nya.


"Udahlah, Ray Lo ngaku kalah aja sekarang!" ujar yuda dengan nafas yang nghos-nghosan karena diantara mereka tidak ada satupun yang tumbang.


"Heem! Ngaku kalah? Itu bukan sifat seorang laki-laki!" tegas Rayen tersenyum miring .


"Oke, kalo gitu kita lihat! Sampai kapan Lo bisa terus berdiri dengan kaki Lo itu," ujap yuda kembali mengambil ancang-ancang untuk menyerang Rayen.


"gw gaktakut !" ucap Rayen dengan suara sedikit meninggi dan membuat Charisna menoleh ke arah pintu dia seperti mengenali suara itu.


"Itukan, suara kak Rayen," gumam Charisna lirih.


Terdengar suara perkelahian yang semakin memanas, Charisna dia mulai yakin bahwa suara yang tadi dia dengar adalah suara Rayen.


"Charisna, harus keluar bagaimana pun cara nya.Tapi gimana?" frustrasi Charisna dia menggaruk-garuk kepalanya kasar.


Saat dia sedang menggaruk-garuk kepala nya dia lalu merasakan ada sesuatu di rambutvnya, dia mengambil nya dan ternyata itu adalah jepitan rambut milik nya.


"Jepitan?... Apa, charisna pakai ini aja ya?" ucap Charisna sambil menatap kearah jepit rambut yang masih ia pegang.

__ADS_1


kemudian tanpa berfikir panjang Charisna langsung menggunakan jepitan rambut nya untuk membuka pintu tersebut.


"Ayo, dong bisa!" mohon Charisna.


Ceklek!


Dan akhirnya pintu itu terbuka dan membuat Charisna bernafas lega .


"Charisna, harus tolong kakak," gumam nya kemudian dia berlari ke arah suara orang yang sedang berkelahi itu.


.


.


.


bersambung


.


.


Hm....

__ADS_1


kira-kira apa yang akan Charisna lakukan untuk menolong Rayen?


__ADS_2