
Dan akhirnya pintu itu terbuka dan membuat Charisna bernafas lega .
"Charisna, harus tolong kakak," gumam nya kemudian dia berlari ke arah suara orang yang berkelahi itu.
Charisna dengan langkah berhati-hati sekali dan hati yang masih sedikit was was, berjalan menghampiri asal suara orang berkelahi ditempat itu.
Saat Charisna sudah sampai ke tempat asal suara tersebut .Charisna benar-benar terkejut melihat Rayen yang sudah babak belur dan bersemburan darah , begitu juga dengan lawan suami nya itu. Tapi mereka sama sekali tidak ada keinginan untuk berhenti berkelahi .
Charisna sangat panik dia tidak tahu apa yang harus dilakukan nya sekarang.Jntung nya benar benar berdebar kencang seperti mau copot .
"Charisna harus gimana? Charisna harus segera tolong Kakak, tapi gimana cara nya?" Charisna berpikir keras sambil mondar mandir untuk mencari jalan keluar.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"Yud udah, stop! Kalo kayak gini. Gak bakal ada yang menang ataupun kalah!" ujar Rayen dengan nafas ngos-ngosan dan tubuh yang sudah berdarah darah.
"Kalo gitu, lo ngaku kalah!" ujar Yuda dengan nafas yang ngos-ngosan juga.
" Baikla Gue bakal ngaku kalah dan nerima apapun yang mau Lo lakuin sama gue, asal? Lo bebasin Charisna." ucap Rayen berjalan menghampiri Yuda.
"Oke," ujar yuda menyetujui persyaratan itu.
__ADS_1
Charisna yang masih saja berada disekitar tempat mereka berdua berkelahi dia merasa terkejut ketika mendengar perbincangan itu, dia menggelengkan kepala nya tak percaya? kenapa Rayen malah melakukan itu.
"Apa yang dilakukan kakak,mengapa dia mengatakan seperti itu?",apa yang akan terjadi sama kakak, smoga kakak gak kenapa kenapa,ucap Charisna dalam hati berharap tidaka akan terjadi apa apa dengan Rayen sang suami.
Yuda lalu menagih janji Rayen terhadapa nya yang barusan saja Rayen katakan.
"Sesuai dengan janji Lo tadi,gw baakal lepasin Charisna asalkan sekarang kalo gw mukulin lo dan lo gak boleh ngelawan atau ngebantah sama sekali sama gw !" tegas yuda.
"Oke,... tapi Lo juga harus janji! Lo bakal bebasin charisna," lirih Rayen pasrah.
"Dengan senang hati," jawab yuda dengan senyum semarak nya.
Yuda tanpa berbasa basi lagi ia langsung menyiapakan kuda kuda nya bersedia untuk menghajar Rayen,
Kemudian Rayen berhadapan dengan Yuda yang sudah siap untuk kembali menghajar Rayen bahkan tanpa ada perlawanan dari Rayen sedikit pun.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Plak!
Dug!
"aghh"!!
__ADS_1
Dug!!
Charisnna yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa meringis melihat Rayen yang dipukuli dengan brutal, sedangkan Rayen dia hanya pasrah tanpa melawan sama sekali perlakuan Yuda yang tidak berdat itu.
Rayen yang tidak dapan bertahan lagi dia lalu tersungkur ketika menerima tunjangan terakhir yang sangat keras dari yuda.
"argh",ucap Rayen kesakitan.
Charisna yang melihat Rayen sudah tersungkur dengan wajah yang lebam dan darah mengalir dari pelipis nya dia benar benar merasa hancur.
"Kakak!" teriak Charisna berlari ke arah Rayen dan langsung memeluk nya hingga baju Charisna pun ikut bersemburan darah.
"Char .....arisna , ka...ka...kamu gapapa kan"ucap Rayen dengan suara lemah.
"Ssstt!... Kakak kenapa, kenapa Kakak ngelakuin ini?" ujar Charisna mengelus wajah Rayen yang sudah terluka parah.
"Bu...u...bua..t kamu," lirih Raiyen .
"Tapi, gak gini cara nya!" tangis Charisna sambil memeluk erat Rayen.
Rayen pun membalas pelukan Charisna.
Yuda dengan sengaja langsung menarik Charisna dan mencengkram pipi nya sehingga membuat sang empu meringis kesakitan.
"Yuda!" bentak Rayen.
.
__ADS_1
.
bersambung....