
Pagi hari di Mansion milik Rayen.
Rayen yang telah terbangun dan melihat istri nya sudah tidak ada disamping nya.Dia langsung beranjak dari ranjang nya dan mencari istri nya.
"Charisna!" panggil Rayen.
Tapi tidak ada jawaban.
"Charisna, kamu dimana?!" panggil Rayen lagi.
"I-iya, Kak." jawab Charisna yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan tertatih-tatih.
"Saya, pikir kamu kemana," ujar Rayen lalu menghampiri Charisna dan menggendong nya.
"Kok, kakak gendong Charisna?"
turunin! pinta Charisna.
"Kalo kamu jalan pasti lama!" ucap Rayen dengan ketus dan mendudukkan Charisna ke sofa yang ada di kamar.
"Ih, 'kan gara-gara Kakak juga!," gumam Charisna dengan suara kecil.Tapi masih bisa terdengar oleh Rayen yang hanya terkekeh.
"Nih, makan! habis itu kita pergi," ujar Rayen memberikan piring yang sudah terisi dengan makanan.
"Pergi kemana?" tanya charisna kebigungan dengan wajah yang menggemeskan.
Charisna kemudian menerima piring yang sudah berisi makanan yang diberikan Rayen.
"Kita akan, cari dimana orang tua kamu," ujarnya mengelus rambut Charisna.
"Beneran?" tanya Charisna dengan wajah imut nya dan mata yangberbinar-binar.
"Iya!" jawab Rayen dengan lembut.
Kemudian Charisna pun dengan lahap langsung memakan makanan-nya.
Rayen yang berada disamping nya dan melihat tingkah laku yang menggemeskan dari istri nya yang imut itu hanya bisa tertawa kecil.Seperti nya istri nya itu sudah kehabisan tenaga.
"Lahap banget makanya,... kehabisan tenaga, ya?" goda Rayen.
"Kehabisan, tenaga karena apa?" beo Charisna yang masih asik memasukkan makanan suap demi suap ke mulut mungilnya.
"Karena, semalam." bisik Rayen .
Charisna hanya tersenyum malu dan kembali memakan makan nya.
Sebenarnya yang membuat Charisna makan dengan lahap bukanlah karena hal semalam, tapi karena sejak Charisna tinggal bersama Bibi dan Paman nya dia selalu makan dengan lauk seadanya itupun terkadang sisa nya.Tetapi kini Charisna bisa merasakan makan seperti saat bersama orang tuanya dulu.
"Udah, Kak ayo!" ajak Charisna setelah minum dan meletakkan piring di meja.
Kemudian Rayen mengambil tissue dan mengelap dengan lembut sudut bibir Charisna .
__ADS_1
"Yuk," ujar Rayen .
Charisna dengan senang hati mengangguk dan mengikuti langkah Rayen.
Dug!
Charisna tidak sengaja menabrak dada bidang Rayen karena Rayen berbalik secara tiba-tiba.
"Aduh!" ringis charisna mengusap jidatnya yang tertutup poni tipis itu.
"Kamu ngapain jalan di belakang, saya!" omel Rayen juga ikut mengelus jidat Charisna.
"Kakak yang berhenti tiba-tiba, terus berbalik!" seru Charisna kesal.
"Iya, saya.yang salah maaf!" ujar nya lalu mencium kening Charisna
"Iya,"ucapa Charisna.
Charisna dan Rayen, kembali berjalan keluar mansion menuju mobil mewahnya untuk mencari kedua orang tua Charisna.
******
"Charisna, orang tua kamu bilang mereka mau kerja ke luar negeri kan, luar negeri-nya itu ke mana?" tanya Rayen sesekali melirik Charisna.
"Hm?... katanya Singapura," jelas Charisna.
"Hah! Singapura, terus semenjak mereka kerja mereka pernah telpon kamu, atau ngirim surat dan lain-lain, gak?" tanya Rayen lagi.
"Sepertinya ada yang gak beres," gumam Rayen dalam hati nya.
"Terus sekarang, kita ke mana kk?" tanya Charisna.
"Udah, ikut aja,!" ujar Rayen sambil melirih Charisna.
Charisna hanya mengangguk patuh.
Kini Charisna dan Rayen pun sampai di sebuah tempat. Tempat itu sangat ramai sekali karena banyak orang-orang yang sedang mengajukan diri untuk menjadi TKW, TKI dan lain-lainnya.
"Permisi!" ujar Rayen menghampiri salah satu orang disana.
"Iya?" jawab nya.
"Apakah, Anda ini ajensi TKW dan TKI di sini?" tanya Rayen .
"Betul, memang nya ada apa ya pak?" tanya sang pria pekerja ajensi TKW dan TKI disitu ,nama nya adalah Kevin.
"Apakah sembilan tahun yang lalu,ada dua pasangan suami istri yang berangkat menjadi TKW dan TKI, ke Singapura?" ujar Rayen.
"Maaf Pak!, tapi banyak pasangan suami istri yang ingin bekerja menjadi TKW dan TKI diSingapura," jelas Kevin.
"Charisna, siapa nama lengkap kedua orang tua kamu?" tanya Rayen pada Charisna yang sejak tadi hanya menyimak.
__ADS_1
"Kalo nama ayah itu, Lukman Hadinata, kalo ibu Anita Maya Hartati," ujar Charisna.
"Hm?... sebentar saya cek dulu," ujar Kevin pekerja ajensi itu.
Setelah 15 menit Charisna dan Rayen sudah menunggu.Tetapi setelah Kevin mengecek berulang kali tetap saja tidak ada nama orang tua Charisna yang pergi sebagai TKW dan TKI di Singapura .
"Maaf pak tetapi di buku ajensi tidak ada nama pasangan suami istri tersebut yang pergi ke singapura . Saya juga sudah cek beberapa ajensi yang lain , mereka bilang tidak ada TKW atau TKI pasangan suami istri atas nama Lukman Hadinata ataupun Anita Maya Hartati yang berangkat ke singapura sembilan tahun yang lalu," jelas Rizky.
"Anda, yakin?" ucap Rayen lagi.
"Yakin Pak," jawab pekerja ajensi itu,
Rayen melirik Charisna yang terlihat kecewa.
"Makasih pak," ucap Rayen lalu keluar sembari menggandeng tangan Charisna .
********
Sepanjang jalan Charisna hanya diam dan murung seperti nya dia sangat kecewa karena orang tua nya membohongi diri nya.
"Charisna, kita beli es krim yuk!" ajak Rayen berusaha untuk menghibur Charisna.
Charisna menoleh ke arah Rayen yang dari tadi melirih nya.
"Apa es ," beo Ara.
"Iya, mau?" tanya Rayen lagi.
"Mau," ujar Charisna dengan semangat.
Rayen hanya tersenyum dan membawa Charisna menuju sebuah cafe.
Sesampai nya di cafe , Charisna langsung memesan es krim potong yang berwarna warni.
"Kakak, mau?" ucap Charisna menyodorkan es krim potonga nya.
"Enggak, saya gak suka es krim," ujar Rayen tersenyum sembari mengelus rambut Charisna.
"Terus, suka nya apa?" tanya Charisna lagi.
"Kamu," bisik Rayen dan membuat pipi chubby Charisna memerah.
Rayen yang melihat pipi istri nya yang mungil itu memerah ia langsung meledek nya.
"Cie, pipi nya merah!" ledek Rayen
Charisna hanya memalingkan wajah dan menundukkan wajah nya kebawah. Dia merasa sangat malu.
"Enggak," jawab Charisna dengan senyum manis nya sambil menudukkan kepala nya.
********
__ADS_1
bersambung😊