Gadis Imut Milik Ceo Dingin

Gadis Imut Milik Ceo Dingin
Bab 2. Malam Pertama


__ADS_3

Warning 18+


Keesokan pagi nya, Charisna masih tertidur pulas sambil memeluk bantal guling.


Akhirnya setelah sekian lama, Charisna bisa merasakan tidur dengan nyaman dan nyenyak karena selama ini Bibi dan Paman nya selalu menyuruh Charisna tidur di tikar dan itu sangatlah tidak nyaman.


"Clek!


Pintu terbuka dan menampakkan seorang pria tampan yang sudah rapi.Di belakangnya terdapat empat orang perias pengantin.


Rayen tersenyum ,melihat gadis kecilnya ternyata belum bangun. Wajar saja karena masih pukul empat pagi.


"Charisna!" panggil Rayen lembut, sambil mengusap-usap rambut Charisna.


"Hm?" dehem Charisna dengan keadaan mata yang masih terpejam.


"Ayo bangun! hari ini kita akan menikah. Jadi kau harus bersiap," ujar Rayen masih mengelus-elus rambut Charisna.


Charisna dengan wajah mengantuk kemudian bangkit, dan menatap Rayen yang menatapnya dengan lekat.


Kemudian Charisna tersenyum manis. "Iya, Kak." jawab Charisna, ntah kenapa dia merasa nyaman dengan tatapan yang diberikan oleh Rayen.


Rayen mencium pucuk kepala Charisna dan bangkit.


"Dandani dia, dan jangan terlalu tebal! karena saya tidak mau menghilangkan wajah polos nya yang terlihat imut itu, paham!" ucap Rayen dengan tegas.


"Paham, Tuan," ujar mereka serempak lalu Rayen melangkah meninggalkan kamar nya.


"Baik Nona, Risna. silakan mandi terlebih dahulu!" ucap salah satu perias.


"Baiklah," pasrah Charisna.


Setelah selang beberapa menit ,Charisna sudah selesai dengan ritual mandi nya. Kemudian para perias tersebut Langsung mendandani Charisna sesuai permintaan Rayen untuk tidak terlalu tebal saat memakaikan makeup tersebut.


Setelah 20 menit, kini Chaeisna sudah selesai berdandan. Dia memakai kebaya putih yang bercorak bunga, kemudian rambut yang hanya disanggul kecil diselipkan sebuah bunga berwana putih dan mahkota kecil berkilau.


Hanya memakai polesan makeup tipis semakin membuat Charisna terlihat sangat cantik dan semakin menggemaskan.


Biasanya jika pengantin lain yang akan menikah saat akan didandani akan menjadi pengantin yang terlihat lebih dewasa, tapi tidak untuk Charisna yang malah membuat wajah nya menjadi sangat imut seperti anak bayi.


*****

__ADS_1


Acara pernikahan yang tidak terlalu mewah itu akan dimulai. walaupun tak semegah pernikahan konglomerat pada umumnya, dikarenakan persiapan yang terbatas hanya dalam waktu satu malam. Tapi bukan Therson Rayensyah Divers namanya kalo tidak membuat sesuatu menjadi mewah.


"Baik, apa kedua pengantin. sudah siap?" tanya pak penghulu.


Rayen melirik Charisna yang sepertinya terlihat sedih, apakah dia tidak bahagia.


"Charisna, apa kau tidak bahagia menikah denganku?" tanya Rayen berbisik dan membuat Charisna terkejut.


"Tidak bukan begitu. Charisna hanya sedih disini tidak ada Ayah dan Ibu ," gumam Charisna lirih.


Rayen memegang tangan Charisna.


"Saya janji! nanti kita akan pergi menemui Ayah dan Ibumu.


"Tapi Ayah dan Ibumu masih hidup kan?" tanya Rayen kepada Charisna.


Charisna hanya menganggukkan kepala nya.


Rayen hanya tersenyum.


"Kami, sudah siap pak pengulu," ujar Rayen dan diangguki oleh Charisna.


Kemudian acara Ijab kabul pun berjalan dengan lancar ,hanya dengan satu tarikan nafas Rayen sudah meresmikan Charisna sebagai istri nya.


*****


Malam tiba Rayen sengaja tidak melanjutkan acara pernikahan sampai malam karena dia tau Charisna pasti sudah sangat lelah.


"Charisna!" panggil Rayen setelah mengganti pakaian nya begitu juga dengan Charisna.


"Iya, Kak?" jawab Charisna yang sedang duduk di sisi ranjang.


"Kalo kamu, masih punya orang tua kenapa kamu tinggal, bersama Bibi dan Paman mu?" tanya Rayen sambil mengelus tangan Charisna.


"Waktu umur Charisna , sepuluh tahun ayah sama ibu, titipin charisna sama paman dan bibi. Ayah dan ibu bilang! mereka akan kerja keluar negeri," jelas Charisna sendu.


"Tapi sampai sekarang, mereka gak jemput Charisna lagi," imbuh Charisna dan kembali menangis.


Rayen yang tidak tega melihat charisna menangis ia langsung memeluk Charisna.


"Sst! nanti kita cari sama-sama, ya?" ujar Rayen berusaha untuk menenangkan Charisna.

__ADS_1


"Janji!" ujar Charisna mengacungkan jari kelingkingnya seperti anak kecil.


Rayen pun menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Charisna.


"Janji," ucapnya dan membuat Charisna kembali tersenyum bahagia.


"Kamu jangan sedih lagi, sekarang kamu akan punya tugas yang lain," ucap Rayen dan membuat Charisna menatapnya dengan bingung.


"Tugas apa?" tanya Charisna kebingungan.


Rayen pun mendekatkan wajah nya lalu mencium bibir Charisna dipelukan nya, membuat Charisna lama kelamaan mulai terbuai dengan itu.


Sampai nafas Charisna sesak dan mulai memukul-mukul dada bidang Rayen. Rayen yang mengerti langsung melepaskan ciuman itu dengan rasa kecewa.


Charisna yang melihat wajah kecewa Rayen membuat nya merasa bersalah.Tetapi setelah menghirup udara dengan lancar. Charisna kembali mencium bibir Rayen sambil memelukn ya dan membuat keduanya kembali terlena.


Setelah beberapa menit melakukan kegiatan itu, Rayen mulai melonggarkan pelukan nya. Rayen dan Charisna mereka mulai melakukan hubungan yang lebih mendalam dibanding ciuman dan pelukan. olahraga panas sat malam itu pun dimulai.


Skip.......................


Sehingga terdengar suara suara ******* kecil yang memenuhi ruangan itu.


Skip.......


******


Baru saja pukul 03.37 wib ,Charisna terbangun, karena merasakan seluruh badan nya sakit tidak terkecuali area bawah nya.


Dia menangis karena baru pertama kali merasakan sakit diseluruh tubuh nya. Rayen yang sedang tertidur pun terusik. Saat dia membuka mata, yang pertama dia lihat adalah Charisna yang sedang menangis.


"Hm kenapa?" ,tanya Rayen dengan panik dan langsung memeluk Charisna.


"Sakit," ujar Charisna lirih.


Raiden yang mendengar itu rasanya ingin tertawa. Tetapi wajar charina merasakan sakit disekujur tubuh nya karena itu untuk pertama kalinya Charisna melakukan kegiatan panas itu.


"Nanti juga gak sakit lagi, udah gak papa," ucap Rayen lalu membasahi wajah Charisna dengan kecupan.


Selang beberapa menit ,Charisna pun kembali tertidur di dada bidang Rayen.


Rayen yang hanya tersenyum,lalu kembali berbaring dalam keadaan Charisna yang masih tertidur dalam dekapan nya.

__ADS_1


*******


__ADS_2