
Dan sampailah Alice dirumah pamanya, rumah besar dengan fasilitas banyak dan berharga terdapat dirumah itu.
Dan banyak penjaga kuat dengan menggunakan pakaian layaknya tempur,Alice menghentikan mobilnya didepan gerbang, iya menghentikan mobilnya karena dihadang oleh penjaga, singkat penjelasan penjaga tak tau karena banyak penjaga yang berganti.
Alice pun turun dari mobilnya dengan tatapan tajam yang membuat penjaga tersebut agak merinding namun mereka kuat dengan mentalnya.
"Nona,,, tidak semudah itu anda bisa masuk kediaman tuan Darma. Apakah anda membuat janji? "tanya penjaga 1.
"Janji? sepertinya paman tak mendidik orangnya"balas Alice dan lansung berjalan.
Penjaga yang melihat itu tak tinggal diam, mereka menodongkan senjata api dihadapan Alice..
Alice yang merasa berbalik membalas dengan menodongkan senjata api kecil dengan tato tengkorak ,tato tengkorak adalah lambang dari mafia keluarga Lauric, penjaga yang melihat itu menelan ludahnya saat melihat tato itu Dan menurunkan senjatanya.
"Kalian sungguh menyebalkan, bawa mobilku masuk"ucap Alice sambil berjalan dengan kembali memasukkan pistolnya. Penjaga hanya mengangguk karena jika berurusan dengan mereka otomatis nyawa taruhannya.
Alicepun melangkahkan kakinya seketika pelayan yang melihat menunduk memberi hormat dan mempersilhkan.
"Yo Bagas dimana paman"tanya Alice pada asisten paman.
"Tuan sedang di atas bersama temannya"jawab Bagas.
"Teman? "Gumam Alice
"Baiklah, lalu dimana sepupu Rivaldo dan Aulia. "tanyanya lagi.
"mereka sedang pergi mungkin nanti baru pulang"jawab Bagas.
__ADS_1
Dan diangguki oleh Alice, segeralah Alice menaiki tangga menuju tempat pamanya.
Iya masuk Tanpa diketuk itu membuat pamannya marah, iya tak tahu jika itu adalah Alice.
"Siapa yang berani masuk hah"bentak paman
"Aku, kenapa"jawab bentak Alice dan membuat pamanya kaget.
"Alice"ucap Paman bahagia.
"Aku tunggu di bawah, mau menemui bibi. "ucap Alice sambil keluar.
Pamannya pun menghentikan pertemuannya dengan temannya.
Disisi lain Alice menuju kamar bibinya.
Alice membuka pelan-pelan dan menemukan bahwa bibi sedang meminum teh sambil melihat pemandangan didekat kamarnya, iya menyadari keberadaan Alice.
"Hohoho aku kedatangan tamu ya"ucapnya Alice yang mendengar itu biasa saja karena insting bibinya sangat tajam.
"Ya aku datang bibiku"jawab Alice sambil memeluk bibinya dari belakang.
"Kok baru datang sih, udah nggak sayang bibi ya"rengek bibi
"ya ampun bibi tuh, dahlah aku mau istirahat "ucap Alice sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
Dan sampailah disebuah kamar dengan simbol tengkorak, itu adalah kamar Alice sewaktu dulu yang sering tinggal dengan pamannya. Karena tumbuhnya umur membuat Alice lupa namun ingatan akan masa lalu tetap ada dihatinya (eaaaa)
__ADS_1
Iya memasuki kamar tersebut dan merebahkan tubuhnya setelah melihat-lihat kamar dulunya.
Sedangkan pamanya langsung menghampiri istrinya menanyakan dimana Alice berada dan ternyata Alice sedang tidur nyenyak. Paman tak sanggup membangunkannya dan menunggu sampai alice bangun.
Jam sudah menunjukkan jam 4 dan Alicepun sudah bangung dari mimpi nya, iya membersihkan dirinya dan turun untuk makan bersama. Disana sudah ada Revaldo dan Reva anak dari paman yang dulu sering bermain dengan Alice, umur Alice adalah 16 sedangkan umur Revaldo 14,untuk Reva iya umur 12.
Mereka berdua senang saat melihat Alice turun dengan menggunakan baju yang sama namun menggunakan sandal swalo.
"Sore paman, bibi"ucap Alice sambil tersenyum dan mengambil kursi untuk duduk.
"Sore Alice, gimana nyenyak gak tidurnya"tanya Paman.
"Nyenyak kok paman, tapi paman kuharap paman bisa mendidik bawahan paman. Mereka sungguh memuakkan"ucap Alice.
"hahahaha pasti mereka tak mengenalimu "jawab paman.
"haisss paman kau ini"ucap pelan Alice sambil menghela nafas panjang.
"Hiksss kak Alice melupakan kita, benarkan kakak"rengek Reva.
"Hahahhaa siapa yang lupa pada kalian, dah lah kalian makan udah sore nih, nanti habis makan Alice pulang"ucap Alice.
"pulang? cepet banget tan"tanya Revaldo.
"Kalau kalian kangen main kevila tante, alamatnya nanti diberitahu Raisa. Sekarang makan dulu"ajak Alice.
Mereka pun makan sambil canda dan tawa berbagi cerita satu sama lainnya.
__ADS_1