Gadis Yang Penuh Teka Teki

Gadis Yang Penuh Teka Teki
BAB 14


__ADS_3

Dilain tempat seorang pria telah memperhatikan Alice serta Revaldo dan Reva.


Terdapat senyuman mengembang diwajah pria itu, ya dia adalah Rikardo, pria terkenal yang tinggal bersebalahan dengan vila Alice. Alice sendiri pun menyadari jika iya diperhatikan, saat Alice sampai didepan vila sebelum masuk iya menengok jendela yang memperlihatkan wajah Rikardo dan Alice pun tersenyum dingin.


Sontak membuat Rikardo kaget, iya kira Alice tak tau namun iya salah. Rikardo pun membalas senyuman Alice, Alice mengabaikannya dan masuk ke vila.


#didalam Vila Alice.


"Tante, kita bakal nginep disini ya"pinta Reva saat sedang makan malam bersama.


"Iyaa, besok bakal tante anterin kalian"jawab Alice lembut.


Mereka makan malam bersama bak keluarga harmonis, namun keharmonisan itu tak lagi ada setelah suara tembak mengenai jendela kaca dan menghancurkan.


Sontak membuat Alice waspada dan diikuti dengan Revaldo dan Reva. Jangan tanya deh keluarga pamannya Alice juga termasuk seperti keluarga Lauric, jadi Revaldo dan Reva sudah dididik tegas.

__ADS_1


Mereka bertiga pun bangun dari duduk nya, pengawal Alice pun datang berniat untuk melindungi namun Alice menyuruh mereka mundur.


Dan datanglah seorang wanita cantik, lansing, putih namun masih cantikan Alice. Iya melangkahkan kaki sexinya dengan membawa pistol dan diikuti oleh pengawalnya.


"Wahh tak kusangka kita bakal bertemu ya"ucap wanita itu.


Alice yang tadi nya ceria kembali berubah dingin tak lupa mereka berdua juga begitu.


Dengan pelan Alice melangkah maju juga membawa pistol kecil namun sakit.


"Tamu tak diundang? datang dan mengacau? benar-benar menjijikkan"ejek Alice tegas dengan sorotan tajam hingga tak berkedip.


Wanita itu terkejut karena kehebatan yang dimiliki Alice, padahal iya kemari bertujuan untuk membunuh Alice dan membawa orangnya yaitu Jojo yang sekarang sudah ada di hutan kematian mungkin sudah mati.


Wanita itu gemetar hebat entah kenapa hanya melihatnya sudah gemetar. Alicepun maju melangkah mendekati wanita.

__ADS_1


"Hei, Misha jika kau ingin membunuhku. Bermimpilah"bisik Alice


"Jika kau ingin mencari orangmu, ahhh siapa itu. Ohh si penghianat Jojo. Benarkannn, dia mungkin sudah mati "ucap Alice dan berbalik.


Namun iya berbalik memberi tanda pada pengawalnya dengan cepat pengawalnya menembaki pengawal Misha hingga tak ada yang tersisa kecuali Misha seorang. Tanda yang digunakan Alice tak dapat dipahami orang lain hanya orangnya yang tahu.


Sekarang giliran Reva yang melangkah, iya juga mengenal Misha.


"Berani membunuh tante, bisa dipastikan kepalamu hilang "ucap Reva tegas dan akan menembak kepala Misha.


"Berhenti Reva"ucap Alice. dan seketika Reva menurunkan pistolnya.


"Kenapa tante, dia adalah orang yang sering melakukan pembunuhan pada tante "ucap Reva.


"Biarkan dia pergi, ingat selain dia masih ada. Lebih enak jika membunuh secara bersamaan"ucap Alice dengan senyuman lebar

__ADS_1


Seketika wanita itu langsung pergi karena ketakutan, iya kira iya sudah hebat untum melawan Alice. Singkat cerita mereka itu adalah musuh Alice.


"Raisa, suruh bawahan untuk membereskan mayat dan jangan lupa bakar"ucap tegas Alice dan pergi menuju kamar, Revaldo dan Reva yang melihat kepergian ity juga kembali kekamar mereka, Alice bisa berubah sifat sesuai keadaan.


__ADS_2