
Setelah menikmati makan bersama, Alice segera memutuskan untuk pulang ke vila karena sudah menunjukkan jam setengah tujuh.
"Paman aku pulang dulu, bye"ucap Alice sambil menuju mobilnya..
Saat perjalanan banyak toko-toko yang memiliki pelanggan karena waktu hampir malam, pemandangan yang indah. Dan sampailah Alice disebuah vilanya namun iya terkejutnya karena vila yang berada disampingnya terdapat banyak orang. Iya pun penasaran dan bertanya, dan ternyata semua itu adalah wartawan.
"Ehm permisi mbak, ada apa ya"tanya sopan Alice pada wartawan.
"Ohh apa mbak nggak tahu, ketua mafia sekaligus pebisnis terkaya diinggris tinggal disini. Karena tak biasanya beliau tinggal diluar"jawab wartawan.
"Ketua mafia dan pebisnis "gumam pelan Alice
"Ah baiklah terimakasih"ucap Alice dan pergi menuju vilanya, namun iya memiliki firasat yang menurutkan berbahaya.
"Semoga saja bukan"batin Alice.
Alice pun segera membersihkan badannya yang lengket karena perjalanan, padahal iya sudah mandi namun iya. mandi lagi karena orangnya suka kebersihan.
"Raisa, coba kau cari tau siapa orang yang tinggal disamping"ucap Alice yang sudah membersihkan diri. Raisa pun menganggukkan dan menjalankan perintahnya.
Disisi lain dirumah paman
"Ayah aku pengen kerumah tante Alice"rengek Reva pada ayah/paman.
__ADS_1
"Reva besok saja, sekarang sudah malam. Nanti besok bakal ditemani kakakmu"balas Paman.
Kembali ke Alice.
Malam pun datang, bulan yang bersinar terang menerangi vila Alice.
Alice sekarang ada di atap menikmati hembusan angin malam, menggunakan baju tidur rambut yang terurai.
Tak berselang waktu Raisa pun datang sambil membawa dokumen berisi biodata seseorang. Ya itu adalah biodata seseorang yang diminta Alice.
"Nona, ini adalah biodata yang anda minta "ucap Raisa sambil menyerahkan dokumen.
Saat Alice membuka iya kaget karena melihat wajah yang tak asing baginya.
"Jadi namanya Rikardo Mato, benar-benar terkaya"ucap Alice berupaya santai dihadapan Raisa.
"Baiklah Raisa, kau kembalilah"ucap Alice dan diangguki oleh Raisa.
Setelah Raisa menghilang dari pandangan Alice mengeluarkan korek dan membakar dokumen yang iya pegang tadi dan tersenyum dingin.
"Rikardo ya, kau akan menyesal telah mengenal ku"ucap Alice sambil tersenyum dingin.
Karena bau dari asap itu membuat pria disamping vila Alice penasaran, ya dia adalah Rikardo yang sedang duduk ditaman belakang. Karena mencium bau bakar dari atap iya segera menuju ke atap dan melihat seorang wanita sedang membakar kertas. Rikardo tak tau jika itu adalah Alice iya sedang memandang punggung Alice.
__ADS_1
Alice yang merasa diperhatikan segera mengambil air dan menyiramkannya hingga apipun padam, iya memanggil Raisa lewat telpon untuk membersihkan debu.Alice pun segera pergi tanpa memperlihatkan wajahnya dan diikuti oleh Raisa. Rikardo yang melihat Alice pergi iya juga memutuskan untuk pergi juga.
Saat Alice telah turun iya melihat cctv dan tersenyum dingin mendapati Rikardo melihatnya namun dari belakang.
"Karena kau sudah mempermainkanku, akan ku balas"ucap Alice sambil menuju ranjangnya.
Pagi pun datang dengan cerah bersama hembusan angin yang sejuk, Alice sekarang sedang makan pagi sendiri dengan keheningan yang melanda(biasa jomblo, wkwkwk).
Alice pun memutuskan untuk pergi ke XF tempat mafia yang terkenal. sadis.
Alice pun sampai ditujuan dan disambut dengan Salsa, pengganti ketua.
"Sudah kubilang aku tak ingin disambut"ucap kesal Alice dingin.
"Maafkan saya madam"jawab Salsa sambil menunduk.
"Tak usah basa-basi dimana Jojo"ucap Alice.
Salsa pun menunjukkan jalannya dan diikuti Alice bersama dua bodygard dan Raisa.
Dan sampailah mereka ditempat tahanan,disana terdapat seorang pria yang sedang duduk diikat. Iya adalah seorang pembunuh bayaran yang dikirim oleh musuh Alice untuk membunuh Alice, namun musuhnya tak tahu jika Alice sangatlah kuat hingga berbalik keadaan.
"Wahh, sudah sadar"ucap Alice sambil tersenyum dan jongkok.
__ADS_1
Jangan lupa tunggu kelanjutannya, yang sabar ya sayang authot itu manusia jadi jangan bersedih hati. l love you.