
#Dikediaman keluarga LAURIC
Sudah berkumpul, James, Marisa, dan Fadil sedang berkumpul ditempat kediaman utama LAURIC.
"Ada apa kakak memanggil kita" ucap Fadil dengan nada malas.
"Benar kakak mengganggu jam tidurku" ucap Marisa dengan sama sebalnya.
"Ehem, maafkan kakak. Kakak ingin memberitahukan namun kalian jangan ketawa. Jika kalian ketawa kalian akan tanggung resikonya. "Ucap James mengancam kepada adiknya sambil mengeluarkan auranya.
Sontak Fadil dan Marisa langsung duduk tegak, tak berani melawan perkataan James.
"Baiklah, Alice akan pulang keindonesia."ucap James lemas iya takut adiknya akan tertawa.
Keheningan pun melanda suasana itu, dan benar saja belum satu menit Fadil dan Marisa ketawa dengan sangat hebat..
"hahhahahahahahahahhahahahahahahah" Ketawa Fadil.
"Hahahhahshshshahahahhahahahaahha"
Ketawa Marisa.
James mencoba menahan amarahnya.
__ADS_1
"Sudah kubilang jangan tertawa" teriak kesal James.
Sontak mereka berdua tak sanggup untuk tertawa kembali.
"Ehmm maaf kak, aku kelepasan. Tak tau petir apa yang telah menyambar Alice" ucap Marisa datar namun mencoba menahan tawanya.
Seketika James mendengar perkataan adiknya tertawa yang membuat bingung Marisa dan Fadil.
"Hahahahahahahah, ahhh lucunya perkataan mu marisaaa" ucap James yang tidak sadar akan tatapan kesal dari kedua adiknya.
Saat tau James di tatap oleh orang adiknya, James kembali ke sifat yang datar dan dingin itu.
"Sudahlah kalian kembali, biarkan Alice pulang ke Indonesia. Ini aku diancam dengan dia, yang berhubungan dengan pedang Shadow. " ucap James dengan rasa malu dan segera pergi.
Sontak setelah James pergi, Fadil pun angkat suara.
"Yeee kakak juga bisa kalik, Hah kakak juga gak tau, tuh kak James udah diapain ama Alice. Dan anehnya dia punya pedang Shadow. Waww keren bener ya dil" balas Marisa juga terkagum dengan Alice.
"Sudahlah kak, aku mau kembali ke rumahku. Besok aku mau tanya ah ama kakak Alice" ucap Fadil sambil berlari lompat-lompat kecil.
Sedangkan Marisa sendiri masih kagum dengan alice hingga akhirnya sadar.
"Geblek, yayalah Alice punya pedangnya. Dia kan tukang malakin senjata. Ahh kok sifat dingin gwa hilang seketika yah"guman Marisa sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Ah bodo amat" ucap Marisa dan langsung pergi untuk kembali ke rumahnya.
Dilain tempat di kediaman James.
"Ahhh gara" adik sialan Alice aku sampai menjadi kehilangan harga diri ku yang berharga" gumam James sambil berdecak kesal.
James pun mengambil HP nya untuk menghubungi Alice.
Namun setiap saat dipanggil tak pernah dijawab oleh Alice, hal ini membuat kesal James. Iya berfikir bahwa Alice sengaja tak mengangkat panggilan dari James.
Namun itu bukanlah kebenarannya, Alice sekarang sedang tidur. Entah mengapa iya akhir-akhir ini sering tidur.
kembali ke Alice.
Alice sedang tidur nyenyak, entah mimpi apa hingga membuatnya nyaman. Hari pun sudah menginjak malam, Alice pun sudah bangun dari tidur nya dan membersihkan badannya yang gerah.
Setelah selesai mandi, iya turun ke bawah untuk makan malam. Hanya keheningan yang ada di meja makan, sampai Alice yang memecahkan keheningannya.
"Raisa, cari data tentang orang di vila sebelah"ucap datar Alice seketika dan melanjutkan makannya.
Raisa pun langsung menunduk tanda hormat dan langsung pergi mencari data untuk laki-laki yang tinggal di samping vila Alice.
Mengapa Alice menyuruh Raisa untuk mencari data orang tersebut? Iya sangat terganggu dengan laki-laki itu. Dan iya akan.....
__ADS_1
Setelah selesai makan malam, Alice pergi ke kamar kerja. Iya membuka HP dan iya pun tak kaget dengan panggilan kakaknya, karena dia sudah menduga. Dua kemungkinannya jika Alice mengangkat panggilan itu, pertama kupingnya akan burik, dan kedua iya akan mendengar kata-kata kasar nan dingin.
Namun iya juga sudah menebak bahwa iya bisa pulang ke Indonesia besok. Namun iya ingin menyelesaikan satu urusannya yang baru, yaitu...