Gairah Pria Siluman

Gairah Pria Siluman
Merasa canggung


__ADS_3

Setelah beberapa jam kemudian Axton menghentikan aksinya. dia duduk di sofa dan menyandarkan dirinya. ia merasa puas setelah bertempur begitu lama. walau senikmat apa pun yang dia rasakan ia tetap ingin mencari Veronica sampai dapat.


"Axton, apakah kau masih berharap dia kembali? kalau saja ingatannya sudah pulih maka dia tidak akan mau bersamamu," ujar Nana yang duduk disamping Axton.


"Kalau aku sudah menemukan dia, aku akan memberikan mutiara ini padanya," kata Axton yang sedang menatap mutiara hijau yang ada di pegangannya.


"Kelihatannya tidak ada yang bisa mengantikan posisinya dihatimu," ucap Nana yang bangkit dari tempat duduknya.


Tidak lama kemudian Nana meninggalkan villa Axton, saat itu Axton masih sedang fokus menatap mutiara hijau sambil mengingat Veronica..


"Apa mungkin kau sudah pulang ke australia? tidak mungkin juga. saat kau keluar tidak membawa uang dan pakaian. jadi, mana mungkin bisa pulang," gumam Axton.


Villa Gan.


Di siang hari itu Gan dan Veronica sedang duduk bersama di ruang tamu. mereka sedang makan cake dan minum jus buatan Gan sendiri.


"Gan, apakah paman mu bisa menolongku?"


"Mudah-mudahan bisa, pamanku adalah biksu tua dan bisa meramal banyak hal. jika ada sesuatu yang akan terjadi pada kita, beliau bisa langsung mengetahuinya," jawab Gan dengan senyum.


"Aku tidak tahu sebesar apa ular itu, apakah dia sangat besar?"


"Menurut kata orang dulu siluman ular itu sangat besar, dia adalah ular raksasa, dan kalau ingin melawannya juga tidak mudah."


"Gan, aku mulai khawatir dengan satu hal."

__ADS_1


"Ada apa?"


"Aku tidak ingin bertemu dengan pamanmu," jawab Veronica.


"Kenapa?"


"Kita ke kuil bukankah kalau ketahuan oleh Axton ini akan membahayakan semua biksu yang di sana, dan aku juga tidak boleh tinggal di sini begitu lama," jawab Veronica.


"Veronica, kau ingin ke mana?" tanya Gan yang merasa khawatir.


"Aku harus tinggalkan tempat ini," jawab Veronica sambil meneguk minumannya.


"Veronica, sangat bahaya bagimu kalau kamu sendirian, lagi pula di kota ini kamu juga tidak tahu jalan. kamu akan menemukan kesulitan kalau kamu tinggal di tempat lain."


"Gan, apa kamu tahu, kalau saja sampai dia tahu aku berada di sini, maka dia pasti akan mendatangi kita. dan di saat itu kau juga akan dalam bahaya, aku tidak mau melibatkan mu."


"Bagaimana caranya?"


"Mungkin saja paman bisa membuat ular itu tidak bisa mendapatkanmu," jawab Gan.


"Aku mulai merasa menyesal," ucap Veronica yang sedang mengeluh.


"Mengenai apa?"


"Dulu aku sangat bebas, tinggal bersama Sasa dan Mimi. kami tertawa bersama dan pergi bekerja bersama, bisa di katakan kami hidup tanpa beban pikiran. tapi setelah kami ke thailand semua telah berubah hanya dalam dua hari. Sasa meninggal juga karena siluman ular, Mimi juga sempat hamil anak ular, dan aku juga menjadi korban Axton. selama beberapa hari aku tinggal bersamanya dan aku lupa semua masa lalu. sehingga aku juga memberikan diriku padanya. terkadang aku merasa jijik dengan tubuhku sendiri. dan hanya ingin pergi menyusul Sasa." ucap Veronica yang menetes air mata.

__ADS_1


Gan yang melihat air mata gadis itu ia pun mengeluarkan sapu tangan miliknya dan memberikan kepada Veronica.


"Terima kasih," ucap Veronica menerima pemberian pria itu.


"Kamu pasti merasa aku adalah wanita murahan, kan? karena menjalin cinta dengan pria yang baru ku kenal dan melakukan sesuatu yang di luar batas," kata Veronica yang sedang lap air matanya.


"Veronica, aku tidak berpikir seperti itu sama sekali. semua ini bukan salahmu. Axton mengunakan mutiaranya untuk mendapatkanmu, mutiara itu membuatmu lupa masa lalumu. kau adalah korban," jawab Gan yang menatap iba pada gadis itu.


"Selama aku bersamanya, dalam ingatan aku adalah dia. semua itu hanya khayalan yang dibuat olehnya. semua ini membuat ku merasa muak," ketus Veronica yang merasa kesal.


"Jangan bersedih yang sudah terjadi! kamu tidak bersalah sama sekali. jadi jangan simpan dalam hati. aku akan membawamu menjumpai pamanku, dan minta petunjuk darinya. mungkin saja dia bisa membantumu agar siluman itu menjauh dan tidak bisa menjumpaimu lagi," ujar Gan.


"Gan, terima kasih. kita baru saja kenal, dan kamu membantu ku terus. sementara aku tidak tahu harus mengunakan cara apa untuk membalasmu," ucap Veronica yang merasa segan.


"Sangat mudah sekali kalau kamu ingin berterima kasih padaku, masak saja untuk aku!" jawab Gan dengan senyum.


"Masak untukmu?"


"Iya, aku sangat menyukai masakanmu, dan aku ingin setiap hari makan masakanmu," jawab Gan dengan menatap mesra.


"Kalau hanya memasak aku bisa. hanya saja apakah masakan ku sesuai seleramu?"


"Masakan mu enak, setiap pulang kerja ada makanan yang di hidangkan di atas meja. perasaan ini sangat istimewa," ucap Gan yang menatap dalam pada gadis itu


"Baguslah kalau kamu suka, setidaknya aku masih bisa melakukan sesuatu untukmu," ujar Veronica dengan senyum.

__ADS_1


"Yang ku inginkan adalah selamanya dan bukan hanya saat ini," batin Gan.


"Setiap tatapannya sangat membuat ku merasa canggung," batin Veronica.


__ADS_2