
"Veronica, beri aku kesempatan! kita bisa mulai dari awal!" pinta Axton.
"Mulai dari awal untuk hidup bersama dengan siluman yang mesum sepertimu? bisa menjalin hubungan badan dengan siapa pun? Axton siluman ular, apakah kau menganggap aku adalah barang yang bisa kau permainkan? aku adalah manusia dan kau adalah ular. mana mungkin kita bisa bersama. kenapa kau bisa begitu mementingkan diri tidak membiarkanku pergi saja. apakah kau juga ingin nasibku seperti Sasa?" bentak Veronica dengan kesal, sebenarnya dalam hatinya ia sangat cemas kalau ketahuan ia sedang berpura-pura.
"Veronica, apakah kau mencintaiku?" tanya Axton yang menatap gadis itu
"Cinta itu apa? apa kamu mengerti tentang cinta? siluman sepertimu mana mungkin mengerti tentang cinta. yang kamu butuh bukan cinta. tapi, adalah wanita yang bisa memuaskan barang busukmu itu. kau bahkan lebih parah dari manusia," ketus Veronica.
"Veronica, aku berjanji tidak akan melakukan ini lagi, demi dirimu aku bisa berubah. dan bantu aku untuk berubah!" ucap Axton yang memeluk Veronica dengan erat. saat dipeluk dalam hati Veronica tentu merasa sedikit yakin karena aktingnya mampu membuat siluman itu percaya.
"Aku tidak menyangka Veronica mencintaiku walau mutiara sudah tidak ada bersamanya, dan dia pergi adalah karena dia cemburu," batin Axton.
"Dasar ular jahanam, aku seperti wanita gila yang putus cinta saja. lihat saja nanti kau akan mati ditanganku. kau merenggut keperawananku dan membuatku seperti orang bodoh," batin Veronica.
"Lepaskan aku! singkirkan tangan kotormu! sudah berapa wanita yang kau sentuh kau sangat menjijikan," pinta Veronica yang meronta.
__ADS_1
"Veronica, ikut aku pulang!" kata Axton yang melepaskan pelukannya dan menghembus asap hijau ke wajah gadis itu, dan tidak lama kemudian Veronica tidak sadarkan diri akibat tercium asap siluman itu.
"Maafkan aku, aku hanya bisa mengunakan cara ini membuatmu patuh padaku," ucap Axton yang mencium bibir Veronica, ciuman itu adalah untuk memindahkan mutiara miliknya ke dalam mulut Veronica.
Setelah rencananya berhasil Axton langsung membawa Veronica pulang ke villanya.
Malam hari.
Veronica masih belum sadarkan diri dan berbaring diatas kasur. Axton sedang duduk ditepinya sambil menatap wajah cantik itu.
"Veronica, aku mencintaimu, dan aku tetap akan melakukannya dengan wanita lain demi memperbanyakkan anakku. setelah itu aku akan berusaha berhenti dan tidak menyentuh siapa pun lagi selain dirimu," ucap Axton.
Axton mencium bibir Veronica dengan lembut, dan membuka kancing kemejanya satu-persatu, setelah itu ia mulai mencium leher gadis itu dengan liar, hasratnya mulai bangkit dan ingin menuntaskan hasratnya pada tubuh yang berada dibawahnya itu. sesaat kemudian Veronica yang merasakan sentuhan ia membuka kelopak matanya dan melihat pria itu sedang berada di atas tubuhnya.
"Dasar siluman, kau masih saja ingin melakukannya denganku, sangat menjijikan sekali kalau berhubungan dengan siluman. terbayang bentuk ular saja aku sudah merasa geli. mana mungkin aku bisa menurut padamu," batin Veronica. ia mengerakan tangannya dengan perlahan dan mengambil belati yang dia selip dipinggang belakangnya.
__ADS_1
"Iya Tuhan, ini sangat menakutkan. andaikan saja dia berubah menjadi ular aku berharap aku tidak pingsan. tidak tahu apakah Biksu Phra sudah datang atau belum?"
"Gan, kalau aku mati dan menjadi santapan ular ini, aku berharap hayat yang akan datang aku akan bertemu denganmu lagi, aku berharap saat itu aku adalah gadis yang tidak berhubungan dengan siluman atau iblis," batin Veronica.
Axton yang mencium leher Veronica dengan penuh nafsu hingga menurun ke dadanya yang menonjol tidak menyadari bahwa gadis itu telah sadar, tangan Veronica memasukan ke bagian belakang pingangnya dengan perlahan dan menarik belati itu. semakin lama semakin liar Axton mencium tubuh Veronica yang masih berpakaian.
Dengan perlahan Veronica melepaskan sarung belati itu dan kemudian....
Srek...
Tikaman yang dilakukan oleh Veronica tepat pada leher Axton, tidak hanya sekali Veronica melakukannya dua kali.
"Aarrghh...," teriakan Axton yang bola matanya berubah menjadi warna hijau.
Srek..
__ADS_1
"Aarrghh...," teriakan Axton yang langsung berubah ular raksasa akibat kesakitan yang luar biasa dibagian lehernya, darahnya yang berwarna hijau menciprak ke mana-mana. karena perubahan tubuhnya membuatnya menghancurkan kamar itu yang sangat kecil baginya. tubuh ular raksasa itu menembus ke atas plafon villa mewahnya sehingga terlihat oleh Gan dan Biksu yang sudah sampai di sana.