
Veronica melihat ular raksasa itu berubah menjadi ular kecil yang biasa, ular itu sudah tewas akibat luka dari dalam dan tusukan yang dilakukan oleh Veronica.
"Selamat tinggal hewan busuk," ucap Veronica yang kemudian berpaling ke arah Gan yang sedang tidak sadarkan diri.
Setelah tidak lama kemudian mereka pun pergi meninggalkan lokasi kejadian dan menuju ke rumah sakit.
Setelah mereka pergi Julio muncul di sana, sejak pertarungan ia sudah bersembunyi di sekitaran tempat itu, akan tetapi karena ketakutan maka dia pun memilih bersembunyi.
Julio menghampiri ular kecil berwarna hijau yang sudah tewas, ia hanya bisa menunduk sedih.
"Tuan, maafkan aku yang tidak berani membantumu, siluman biasa sepertiku juga tidak mampu melawan para biksu itu. mantra mereka membuat kepalaku hampir pecah," ucap Julio.
"Tuan sudah tewas, Luiz masih seperti ular bodoh setiap malam berada di makam wanita itu. kini hanya tinggal aku sendiri," batin Julio.
Gan dirawat dan belum sadarkan diri, ia tidak cedera hanya saja mengalami pusing akibat guncangan yang dia alami saat berada di dalam tubuh ular raksasa itu.
Sementara Biksu dan Veronica sedang berdiri di luar kamarnya.
"Biksu, maafkan saya. karena kejadian ini telah menyebabkan beberapa biksu yang terluka dan juga meninggal," ucap Veronica yang merasa bersalah.
"Hidup dan mati sudah ditentukan jangan menyalahkan diri sendiri! Nona, apa rencanamu selanjutnya?"
"Semua sudah berakhir, saya harus pergi!"
"Nona ingin ke mana?"
"Belum pasti, saya ingin melupakan semua yang terjadi di sini, banyak hal yang tidak menyenangkan terjadi selama dua bulan ini. dan mungkin saja saya akan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri."
"Baik juga untuk melupakan semua hal yang tidak baik, mulai dari awal dan menemui kebahagiaan."
"Biksu, sebelum saya pergi saya ingin melihat Gan untuk terakhir kali!"
"Silakan! dan bawalah ini bersamamu!" kata Biksu Phra yang memberikan sebuah benda kecil yang dibungkus kain berwarna kuning.
__ADS_1
"Biksu, ini...."
"Mudah-mudahan dia bisa menjauhkan hal yang tidak baik dan melindungimu."
Veronica membuka kain tersebut dan melihat gelang tangan yang khusus dari kuil.
"Terima kasih, Biksu. saya sangat menyukainya. dan saya akan selalu membawanya," ucap Veronica yang memakai langsung gelang itu.
"Baiklah! jaga dirimu baik-baik, bila ada jodoh kita akan bertemu lagi. sampai jumpa!" ucap Biksu yang kemudian melangkah pergi.
"Sampai jumpa!" balas ucapan Veronica dengan menunduk hormat pada biksu yang melangkah pergi.
Veronica kemudian melangkah masuk ke kamar tempat Gan di rawat. ia menghampiri Gan dan menatap pria itu dengan tatapan dengan penuh kesedihan.
"Gan, andaikan aku tidak bertemu dengan dia dulu, aku pasti akan memilih bersamamu, tapi semua sudah terlambat. aku bukan yang dulu lagi. dirimu terlalu sempurna bagiku. sehingga aku tidak berani banyak berharap. setiap ada pertemuan pasti akan perpisahan," ucap Veronica sambil menatap wajah pria itu.
"Selama hidupku hanya kamu yang membuatku tertarik padamu, dari pertemuan pertama kita, aku sudah menyukaimu. tapi...kondisiku yang begini membuatku menjaga jarak darimu. aku takut suatu saat kamu menyesal atau pun merasa jijik denganku. Gan, aku akan selalu ingat denganmu. aku hanya berharap kamu hidup bahagia bersama dengan wanita yang kamu cintai," batin Veronica.
Veronica mengecup dahi Gan dengan menetes air mata yang mengenai wajah tampan pria itu.
Ia memaksakan diri untuk melangkah pergi walau dirinya sangat mencintai Gan, karena hubungannya dengan siluman itu membuatnya takut untuk bersama pria yang dia cintai itu, takut terluka jika suatu saat pria itu merasa jijik dengan dirinya dan kemudian pergi meninggalkannya.
"Aku akan memulai hidup baru di tempat lain, lupakan semua masa lalu. Gan, sampai jumpa!" ucap Veronica yang berjalan semakin jauh dan kemudian meninggalkan rumah sakit.
Di sisi lain seorang wanita di kamar hotel sedang mengerang kesakitan pada bagian perutnya, wanita itu adalah wanita yang diperk*sa oleh siluman ular sebelumnya, perut wanita itu membesar dan terlihat ada gerakan dari dalam perutnya itu.
"Aarghh...," jeritan wanita itu yang memenuhi ruang kamarnya.
Tidak lama kemudian muncullah kepala ular berwarna hijau dari perutnya, bayi ular dari keturunan Axton merobek perut wanita itu sehingga wanita itu akhirnya tewas. anak Axton satu-satunya keluar dan merayap ke arah jendela. ia mematuk kaca jendela berulang kali sehingga kaca itu retak dan kemudian pecah. setelah itu, bayi ular itu merayap di luar tembok dan tidak tahu ke arah mana. tidak ada yang melihat kemunculannya di malam itu.
Setelah dua hari kemudian.
Gan yang sudah sadar mendapati Veronica telah pergi, tentu hatinya merasa sangat kehilangan dan sedih. ia berdiri di belakang halaman kuil karena rasa rindu pada gadis itu yang sebelumnya juga berdiri di sana.
__ADS_1
"Veronica, aku tahu apa sebabnya kamu pergi, karena kamu takut. takut kita tidak bisa bersama selamanya. masalah yang terjadi terlalu rumit. aku akan menunggumu," gumam Gan.
3 TAHUN KEMUDIAN.
Jepang, Tokyo.
Selama tiga tahun Veronica mengunjungi beberapa negara, seperti dulu ia masih sangat suka memotret tempat-tempat yang dia kunjungi. berjalan di kerumunan sambil memotret bangunan tinggi yang di sana. dan di saat yang sama tanpa sengaja ia menabrak seorang pria sehingga tangannya yang sedang mengenakan kalung menyangkut di kancing ujung lengan pria itu.
"Sumimasen!" ucap Veronica menunduk minta maaf. setelah ia angkat kepalanya dan menatap pria itu ia membulatkan mata besarnya. begitu juga pria itu yang menatapnya tanpa beralih.
"Gan?" sapa Veronica yang serasa tidak percaya.
"Veronica, akhirnya kita bertemu lagi," balas Gan dengan mata berkaca-kaca.
Mereka saling bertatapan selama beberapa saat, selama ini mereka saling merindukan antara satu sama lain dan akhirnya bertemu kembali.
Saat Veronica ingin melepaskan sangkutan gelang pemberian Biksu yang selama ini dia pakai pada kancing lengan Gan, pinggangnya dipeluk oleh Gan dan pria itu pun langsung mencium bibirnya.
Veronica hanya pasrah saat dicium, karena dirinya juga sangat mencintai pria itu. mereka berciuman di tengah keramaian. para warga jepang sudah biasa dengan hal seperti itu mereka pun hanya berjalan melewati mereka.
Setelah berpisah selama tiga tahun akhirnya mereka bertemu kembali, walau berada di negara yang berbeda mereka tetap saling mencintai.
Tamat.
πππππππππππππ
Terima kasih teman-teman sudah ikuti kisah Axton, Veroninca dan Gan hingga akhir Bab.
Jangan heran ya kok tokoh utama jahat dan tewas dan dibenci oleh tokoh cewenya. intinya adalah ketika seseorang itu jahat dia pasti kalah dan dibenci.ππππππππ
Untuk kisah Gairah Pria Siluman sudah tamat, dan ada bayi Axton masih hidup dan berkeluyuran. saya masih mempertimbangkan untuk melanjutkan season ke 2π€π€π€π€π€
__ADS_1
Terima kasihβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ allππππ