
Setelah tinggal beberapa hari dikuil Veronica akhirnya bersiap untuk menghadapi siluman itu. dia menghabiskan air suci pemberian Biksu, dan setelah itu ia berjalan meninggalkan kuil tersebut. saat ia pergi Gan melihat gadis itu yang melangkah semakin jauh darinya. rasa khawatir dan takut melanda dirinya.
"Jangan merasa cemas! dia pasti akan berhasil," ucap Biksu Phra yang berdiri disamping keponakannya itu.
"Paman, kalau saja dia tertarik pada siluman itu, bukankah sama saja dia akan menjadi pasangan siluman itu?" tanya Gan yang merasa khawatir.
"Semua tergantung pada hatinya, paman dan biksu lainnya akan menuju ke tempat tinggal siluman itu."
"Paman, kalau saja rencana kita diketahui, bukankah ini akan membahayakan Veronica?"
"Setelah paman meramal kejadian ini memang sangat tidak mudah, siluman ribuan tahun memiliki kekuatan yang luar biasa, asal nona Veronica bisa menikam bagian leher atau pun dahi maka siluman itu akan mengalami luka berat."
"Paman, bagaimana kalau aku mengikutinya dari belakang?"
"Untuk apa?"
"Dia tidak tahu jalan, aku hanya tidak mau dia ganggu oleh orang asing."
"Gan, siluman itu sangat kuat, dia akan tahu kalau ada yang ikuti Veronica, dan setelah itu dia juga bisa menyadari bahwa Veronica sedang akting didepannya."
"Dia adalah siluman apakah dia tidak akan mengetahuinya?"
"Asal nona Veronica jangan ada kelalaian maka siluman itu tidak akan bisa menyadarinya."
"Aku hanya berharap dia cepat kembali, dan jangan sampai tertarik pada pria itu," batin Gan
Veronica yang berjalan menuju ke jalan besar karena sudah menyerah pada nasibnya, tidak ada yang lebih sulit dan bahaya dari kejadian ini. saat ia berjalan tiba-tiba saja ia melihat ke seberang jalan. ia melihat sesuatu yang tidak asing baginya.
__ADS_1
"Sasa?" ucap Veronica yang melihat dengan mata berkaca-kaca.
Sasa yang adalah hantu melihat Veronica dari seberang sana, ia tersenyum pada temannya itu dan sambil melambai tangannya.
"Sasa, bagaimana keadaan mu yang di sana? aku dan Mimi sangat merindukanmu," ujar Veronica yang merindukan sahabatnya itu.
"Selama ini kamu sedang menemaniku, kita tidak bisa seperti dulu lagi. apakah kamu akan selamanya akan menemaniku?"
Sasa mengeleng kepalanya sambil tersenyum.
"Kamu akan pergi saatnya tiba, mudah-mudahan saja hayat yang akan datang kita bisa bertemu lagi."
Sesaat kemudian Sasa menghilang entah ke mana, Veronica mencari keberadaannya akan tetapi tidak terlihat.
"Apakah dia sudah pergi? aku sangat berharap aku akan selalu melihatnya," batin Natliza.
"Apakah dia ada di sini? mudah-mudahan saja dia melihatku, aku harus bisa bersandiwara didepannya," batin Veronica.
Veronica berjalan dengan berpura-pura seolah tidak ada kejadian, sementara Axton yang berada dihotel yang tidak jauh dari jarak Veronica. ia sedang berdiri di balkon sambil memperhatikan semua orang yang lalu lalang di sana. dan kemudian pandangannya fokus ke satu arah, yaitu Veronica. ia melihat gadis itu yang muncul di sana seakan tidak percaya bahwa orang yang ia inginkan akhirnya muncul dihadapannya.
"Veronica," gumamnya.
Axton langsung keluar dari kamar hotel dan berjalan dengan cepat karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan gadis itu.
"Kenapa dia belum muncul ya, apakah dia tidak ada di sini," batin Veronica.
Setelah keluar dari hotel Axton berjalan menghampiri Veronica, dengan tidak sabarnya ia memanggil gadis itu," Veronica...."
__ADS_1
Mendengar suara itu Veronica tentu saja tidak asing, ia merasa cemas dan berjalan masih seperti biasa dan tanpa menoleh ke arah pria itu.
"Veronica, akhirnya aku menemukanmu," seru Axton yang menghadang dari depan Veronica.
"Untuk apa lagi mencariku? apakah kau masih belum puas menyakitiku?" tanya Veronica dengan kesal.
"Veronica, ikut aku pulang dan mulai dari awal!"
"Mulai dari awal? Axton, berapa wanita yang kamu miliki selain aku?"
"Veronica...?"
"Jangan lagi menyembunyikan dariku! kau berjanji akan bersamaku menjalani hidup di tempat tinggalmu itu. dan akhirnya apa yang kau lakukan?"
"Veronica, kau pergi begitu saja dan aku sangat mencemaskanmu."
"Mencemaskanku? seharusnya kau merasa gembira karena tidak ada yang akan menganggumu sedang bercinta dengan wanita lain,"ketus Veronica.
"Kau melihat semuanya?"
"Kau sangat menikmatinya, kan? kau sangat puas dengan wanita itu. saat aku melihatmu sedang melakukan hubungan dengan dia aku merasa sangat jijik," ucap Veronica.
"Maaf, Veronica, wanita itu adalah kenalan lamaku. dan kami sering melakukannya. aku berjanji tidak akan bertemu dengan dia lagi."
"Janji mu itu tidak bisa percaya," bentak Veronica yang ingin melangkah pergi dan dihadang oleh Axton.
"Apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkanku?"
__ADS_1
"Aku tidak ingin melihat wajahmu,"jawab Veronica dengan tegas.