
Tangisan Veronica pecah saat melihat pria yang dia cintai menjadi korban siluman itu.
"Axton...kenapa kau menyusahkan orang saja? di sini bukan tempatmu dan kau seharusnya kembali ke tabiatmu, kau adalah siluman yang tidak selevel dengan kami. kau bukan hanya siluman saja, tapi kau adalah siluman yang menjijikan...," teriak Veronica yang sedang kesal.
Siluman ular itu yang masih kesakitan bisa mendengarkan teriakan gadis itu.
"Apa kau mendengarnya binatang bodoh? kau mengerti bahasaku? kau adalah binatang yang paling menjijikan dan seharusnya kau mati saja. hidupku sudah kau hanncurkan dan kini kau juga membunuh Gan. kenapa tidak bunuh aku saja sekalian ha...?" teriak Veronica dengan nada tinggi.
"Kau memarahi aku binatang menjijikan? Veronica, kau adalah wanita yang paling ku cinta. dan tidak ku sangka kau bisa bersama dengan pria lain," bentak siluman itu yang wajahnya berubah menjadi Axton.
"Ha-ha-ha-ha, persetan dengan cintamu aku tidak butuh, kau adalah pria yang mesum dan suka berhubungan dengan wanita lain. apakah itu cinta? kau hanya karena na*su sehingga mendekatiku. asal kau tahu dari awal aku sudah membencimu saat Sasa meninggal. setelah bertemu denganmu hidupku hancur dan kau adalah siluman penghancur. seharusnya yang mati itu adalah kalian yang adalah siluman menjijikan itu. kenapa kau harus datang ke kehidupan manusia? sedangkan tempatmu bukan di sini. kau tidak disambut di mana pun," teriak Veronica.
"Aku bertanya lagi padamu, apa kau pernah punya perasaan padaku selama ini?" tanya ular itu.
"Perasaanku padamu adalah benci, aku ingin kau mati siluman ular menjijikan...."
Mendengar ucapan Veronica siluman ular itu semakin meradang dan ingin membunuh para biksu itu dengan kekuatannya, akan tetapi ia gagal karena dirinya telah ditutupi oleh mantra para biksu.
"Bunuh saja aku kalau kau tidak puas...," teriak Veronica.
Saat siluman itu ingin membuka mulutnya dengan berniat ingin melahap Veronica tiba-tiba saja cahaya kuning keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Siluman itu terasa sakit sehingga berteriak dan meronta-ronta. para biksu yang melihat cahaya kuning itu ia telah sadar, bahwa cahaya itu dari belati sakti yang dia berikan kepada Gan.
Siluman itu kesakitan sehingga menghantam jalan berulang kali dan ekornya juga menghantam. pohon-pohon yang ada di belakangnya.
Para Biksu segera menjauh bersama Veronica.
"Biksu, apa yang sudah terjadi?" tanya Veronica yang memapah Biksu Phra.
"Gan masih hidup dan menikamnya dari dalam, ini adalah yang paling bahaya akan tetapi paling mempan."
Siluman itu kesakitan selama beberapa menit dan tubuhnya dirobek dari dalam oleh pisau belati sakti yang dilakukan oleh Gan. selama melawan sakit siluman itu akhirnya ambruk dan tidak berdaya lalu ia pun menjatuhkan dirinya.
Bruk...
"Gan..., "teriak Veronica yang menghampiri Gan dan memapahnya untuk menjauh dari sana. Gan memaksakan diri untuk berdiri dan tidak lama kemudian ia tumbang dan di tahan oleh Veronica.
"Gan, apa kau baik-baik saja?" tanya Veronica.
"Akhirnya kita berhasil melawannya," ucap Gan yang terduduk di jalan dan bersandar pada Veronica sambil memegang belati sakti itu.
"Kau adalah pahlawan kami semua," ujar Veronica dengan senyum.
__ADS_1
Siluman ular itu masih membuka matanya dan sulit untuk bergerak, sakit yang dia rasakan membuatnya tak berdaya, luka dibagian leher mengeluarkan banyak cairan hijau yang adalah darah bagi seekor siluman.
"Paman, apa dia sudah mati?" tanya Gan yang dalam kondisi lemah.
"Dia sudah cukup parah dan tidak akan lagi bertahan," jawab Biksu yang menghampiri keponakannya. tidak lama kemudian Gan tidak sadarkan diri.
"Gan, Gan...."
"Tidak apa-apa! dia hanya kewalahan dan pingsan," ujar Biksu.
Veronica kemudian mengambil pisau belati itu dari tangan Gan ia berkata pada Biksu," sudah saatnya membunuh siluman ini."
Ia menghampiri siluman tersebut, ular itu tidak bisa lagi berubah wajahnya menjadi Axton, ia hanya menatap gadis itu yang sedang menghampirinya dengan memegang belati sakti.
"Kalau dilahirkan sebagai siluman maka selamanya adalah siluman, untuk apa kau menyamar sebagai manusia, kemunculanmu membuatku sakit. aku kehilangan dua hal yang penting bagiku. semua ini karenamu," ucap Veronica.
"Sudah waktunya kau mati, siluman sialan," ketus Veronica yang menikam kepala siluman itu.
Srek...
Tusukannya yang dalam menyebabkan luka kepala ular itu mengeluarkan cairan hijau.
__ADS_1
Siluman ular yang sudah luka parah ia tidak sanggup meronta dan pada akhirnya ia menetes air mata dan tewas. tidak lama kemudian ia berubah menjadi ular kecil yang berwarna hijau dan tidak bernyawa.