Gairah Pria Siluman

Gairah Pria Siluman
Cara Menghadapi Siluman


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Axton berada di kota untuk mencari keberadaan Veronica, ia tinggal di salah satu hotel untuk memantau dengan mata silumannya.


"Tuan, apakah dia masih berada di tempat ini?" tanya Julio yang berdiri di kamar hotel lantai dua belas.


"Aku bisa merasakan dia masih di sini, hanya saja tidak bisa mendeteksi dia di mana berada sekarang," jawab Axton.


"Aneh, kenapa mutiara itu bisa keluar dari tubuhnya? apa dia mengenal seseorang yang berilmu tinggi?"


"Mungkin juga, dan orang itu ingin menyelamatkan dia. siapa pun orangnya aku akan melenyapkan dia," ujar Axton dengan tegas.


Di sisi lain Gan dan Veronica menuju ke kuil untuk bertemu dengan biksu Phra.


Tidak lama kemudian mereka tiba di kuil, Gan membawa Veronica menjumpai pamannya yang biasa sedang duduk di dalam kuil sambil membaca doa.


Gan dan Veronica melepaskan sepatu mereka dan melangkah masuk dan merapatkan telapak tangannya memberi hormat dan bersujud pada dewa yang ada didalam kuil itu, dan kemudian memberi hormat pada biksu Phra.


Biksu Phra duduk dengan posisi yang sedang meditasi.


"Paman, perkenalkan. ini adalah teman saya, namanya adalah Veronica," ucap Gan dengan sopan.

__ADS_1


"Biksu, saya adalah Veronica. datang dengan tujuan meminta bantuan dari Anda!" ujar Veronica dengan sopan.


Biksu Phra memandang ke arah gadis yang ada di depan matanya, tentu saja bagi seorang biksu yang bisa meramal sudah mengetahui sesuatu yang bakal terjadi yang akan di alami oleh Veronica.


"Biksu, saya...," ucap Veronica yang terhenti.


"Tidak akan bisa lari dari bencana, ke mana pun Anda pergi tetap akan di incar," kata Biksu yang telah mengetahui segalanya.


"Paman, kalau Veronica pergi dari tempat ini, apakah tidak bisa juga?"


Biksu memejamkan matanya sambil menghitung dengan jarinya dan berkata,"yang mengincarnya bukanlah manusia biasa, tetapi adalah makhluk besar dan berbahaya, ke mana pun kamu pergi tidak akan terlepas dari dia."


"Paman, apakah ada cara agar makhluk itu tidak datang lagi?"


"Biksu, apa yang harus saya lakukan?" tanya Veronica.


"Nona, kamu hanya bisa menghadapinya, tidak bisa menghindar. dia menginginkanmu menjadi pasangannya. siluman ini sangat ganas dan kuat. dia berusia ribuan tahun. dengan kekuatannya ia mampu menghancurkan sebagian kota bangkok. dia sangat sulit dihadapi."


"Veronica tidak boleh menghadapinya, kalau saja sampai dia mengetahui keberadaan Veronica, bukankah dia akan membawanya pergi lagi," ujar Gan yang merasa khawatir.


"Dia ingin nona ini menjadi pasangannya dan tidak mungkin menyakitinya, hanya saja manusia dan siluman tidak mungkin bisa bersama," jawab Biksu.

__ADS_1


"Apakah ada jalan keluar?" tanya Gan.


Biksu memberikan sekotak kayu segi empat kepada Veronica dengan berkata,"ambil ini! dan gunakan ini untuk membunuhnya!"


Veronica membuka penutup kotak kayu itu dan melihat isi dalamnya adalah sebilah pisau belati sakti yang sudah didoakan dan terlihat ada tulisan mantra pada belati itu.


"Biksu, ini adalah pisau belati?"


"Benar, belati ini sudah lama bersama saya, hari ini saya serahkan benda ini pada Anda. gunakan cara Anda menghadapi siluman itu!"


"Paman, Veronica mana mungkin berhadapan dengan dia, ini sangat bahaya baginya," ujar Gan.


"Masalah harus dihadapi dan tidak bisa di elakan, ini hanya awal dari rencana kita. setelah mendapatkan kepercayaan siluman itu kita semua akan bertindak. tentu saja kita tidak boleh bertindak di dalam kota ini, karena ukuran ular raksasa itu akan merobohkan sebagian bangunan kota ini, dan saat itu akan terjadi bencana yang tidak bisa kita hadapi," jelas Biksu.


"Saya akan menghadapinya, dia menginginkanku. maka akan ku hadapi dia," ujar Veronica.


"Nona, minum air suci ini agar bisa membantu Anda tetap sadar dan tidak terpengaruh dengan mutiaranya!" kata Biksu yang memberikan botol yang berisi air putih.


"Terima kasih, Biksu," ucap Veronica.


"Paman, kalau Veronica mendekatinya, siluman itu pasti akan menyakiti Veronica kalau saja dia tahu tujuan kita."

__ADS_1


"Gan, demi membebaskan diri dari incaran siluman, nona ini harus memberanikan diri untuk membuat siluman itu percaya padanya, dengan begitu maka nona ini bisa memiliki kesempatan untuk menikamnya, belati ini bukan belati biasa, untuk siluman belati ini bisa menyakitinya, usahakan menikam bagian leher atau pun dahinya. ini akan membuat dia lemah," ucap Biksu Phra.


"Gan, tidak apa-apa, aku akan melakukannya, aku juga tidak mau bersembunyi terus. lebih baik aku menghadapinya dari pada aku harus menghindar," ujar Veronica pada Gan yang disampingnya itu.


__ADS_2