Gairah Pria Siluman

Gairah Pria Siluman
Menjadi Korban


__ADS_3

"Paman, Veronica masih berada di dalam...," teriak Gan yang langsung berlari masuk ke dalam Villa itu yang mulai roboh, ia tidak peduli pada nyawanya dan hanya ingin menyelamatkan gadis pujaannya itu.


Veronica yang melihat ular raksasa itu ia langsung beranjak dari kamar yang mulai runtuh tembok-tembok di dalam rumah.


"Aarrghh...," jeritannya yang berusaha mengelak plafon yang runtuh hampir menimpa dirinya.


"Veronica...," teriak Gan yang sedang mencari keberadaan gadis itu.


"Gan, aku di sini," sahut Veronica yang berlari ke arahnya.


"Mari kita keluar dari sini!" ajak Gan yang memegang tangan Veronica dan berlari keluar dari villa yang roboh dari belakang hingga ke depan itu.


Siluman ular raksasa kesakitan dan mengeluarkan suara yang sangat kuat sehingga burung-burung yang ada di pohon-pohon di sekeliling villa itu berterbangan meninggalkan tempat teduh mereka. suara ular yang bising sangat menyakitkan telinga mereka yang ada di sana. luka tikaman belati cukup parah karena tepat pada leher yang adalah kelemahannya dan juga mengeluarkan darah yang berwarna hijau. sakit yang di alami oleh ular itu menghancurkan rumahnya dan meronta tanpa berhenti.


Sementara Gan dan Veronica telah aman dari runtuhan itu, kini mereka sedang berdiri di belakang para biksu yang sedang duduk dan membaca mantra.


"Veronica, apa kamu terluka?" tanya Gan yang memegang tangan gadis itu.


"Aku baik-baik saja,"jawab Veronica yang mengeleng kepalanya.


"Jangan takut semua akan berlalu," ucap Gan yang memeluk gadis pujaannya begitu erat.


Biksu Phra dan lain berjumlah dua puluh orang, mereka membaca mantra dengan cepat. saat itu siluman ular raksasa sedang meronta kesakitan yang luar biasa, pisau belati yang masih menancap leher ular itu mengeluarkan huruf dan juga cahaya berwarna kuning yang tak lain adalah mantra yang para biksu sedang baca.


"Sangat besar ukurannya," ucap Gan yang melihat siluman itu.


"Mudah-mudahan dia tidak berkutik lagi, aku menikam dia dua kali," kata Veronica.

__ADS_1


"Leher adalah kelemahan manusia mau pun hewan. kalau terkena tusukan pasti akan mati dan aku yakin dia sangat menderita sekarang.


Saat para biksu sedang membaca mantra, siluman ular itu lalu memandang ke arah mereka semua dengan kemarahan yang cukup besar, ia berteriak dan melawan mantra yang mulai mengelilingi tubuh besarnya itu. ia kesakitan dan meronta-ronta. kemudian matanya berfokus pada Veronica dan Gan.


"Wanita murahan..., kau mengkhianatiku...," teriak siluman ular itu yang menampakkan wajah Axton.


Saat ia ingin datang menghampiri mereka semua, mantra yang dibaca oleh para biksu semakin cepat dan cahaya kuning yang dipenuhi oleh huruf-huruf mantra mengelilingi siluman itu hingga ke atas kepala. kini siluman ular hijau itu bagaikan dililit dan tidak kuasa melawan dan hanya bisa menahan sakit


Karena sakit yang dia rasakan ia pun menghantam reruntuhan itu dengan ekornya dan mengenai para biksu.


Bruk...bruk...bruk


"Biksu...," teriak Gan dan Veronica yang melihat beberapa biksu yang terluka akibat hantaman tembok yang roboh itu.


Beberapa dari mereka yang terluka dan bangkit melanjutkan mantranya, dan ada yang tidak sadarkan diri.


Bruk...bruk...bruk...


"Hentikan...," teriak Veronica pada siluman itu.


Beberapa biksu terluka parah sehingga tidak sadarkan diri.


Bruk..


Hantaman batu-batuan itu mengenai biksu Phra sehingga terluka.


"Paman...," teriakan Gan yang menghampiri pamannya.

__ADS_1


Veronica yang melihat para biksu itu sedang tergeletak dan terluka parah ia pun berteriak kepada siluman itu,"Axton, hentikan!"


"Paman, bagaimana denganmu?" tanya Gan yang merasa cemas sambil menopang tubuh pamannya itu.


"Ambil ini dan bunuh dia! dia sudah terluka parah, seluruh tubuhnya itu telah terkena mantra sehingga tidak mampu lagi mengeluarkan kekuatannya," ucap Biksu Phra yang memberikan belati yang berwarna emas kepada keponakannya itu.


"Paman, serahkan padaku!" jawab Gan.


"Gan, sangat bahaya, kau harus berhati-hati!" ucap Veronica yang merasa khawatir.


"Aku harus membunuhnya agar kita semua bisa hidup tenang. Veronica, kalau aku mati, cepat bawa pamanku pergi dari sini!"


"Tidak, tidak ada yang boleh mati. kalau pun harus mati, akulah orangnya," ujar Veronica yang meneteskan air mata.


Gan langsung mencium bibir Veronica dengan dalam. Gan sendiri tidak yakin bahwa dia mampu melawan hewan raksasa itu atau tidak. ia mencium gadis itu dengan harapan bisa bersama dengannya untuk seumur hidup.


Sesaat kemudian Gan melepaskan ciumannya. dia mengusap air mata gadis itu dan tersenyum padanya. setelah itu ia melangkah maju menghampiri siluman ular itu.


"Gan, kau harus selamat," batin Veronica.


"Biksu, katakan padaku, apa yang ku lakukan? semua ini karena aku, aku tidak ingin kalian semua menjadi korban karena aku," ucap Veronica yang merasa cemas.


"Aku harus bisa menikam lehernya atau pun kepalanya," gumam Gan.


Siluman itu yang melihat pria itu ia langsung membuka mulut besarnya dan langsung menelan Gan hidup-hidup.


"Gan...," teriak Veronica yang melihat pria itu yang menjadi santapan siluman tersebut.

__ADS_1


Biksu Phra yang melihat keponakannya menjadi santapan ular raksasa, ia hanya bisa membaca mantra sambil memejamkan mata. sebenarnya di lubuk hati yang dalam ia sangat sedih atas kehilangan keponakannya itu.


__ADS_2