Game Kiss

Game Kiss
Scene Sindi Kiss


__ADS_3

Aku, Gita, Resti dan Tuti sudah siap menyambut Sindi dengan Lipgloss yang sudah berada ditangan Tuti. Kami semua menunggu Sindi di depan pintu kelas.


Tak lama kemudian Sindi datang bersama Rangga. Tuti langsung menyembunyikan lipgloss tersebut ke saku seragam nya.


"pagi the best couple hehe," ucap Gita sambil tertawa.


"apa sih ga jelas," ucap Sindi kesal.


"permisi yaa ciwi ciwi aa ustadz mau lewat," ucap Rangga sambil membungkuk melewati kami.


Diikuti oleh Sindi, namun sayang nya pergerakan nya dibatasi oleh Tuti dengan menarik kerah tas nya. "mau kemana lu, nih ambil. Sekarang giliran elu maemunah," ucap Tuti sambil memberikan lipgloss tersebut kepada Sindi.


Dengan berat hati Sindi menerima lipgloss tersebut. "anjirr kenapa sih gua seakan ga bisa nolak gitu, gua.. gua berat banget Tut," ucap Sindi lirih.


"yah udh traktir kita reecheese aja mampu ga lu," ucap ku sambil menahan tawa.


Sindi hanya menatap ku dengan kesal.


"ndi, lu udah mikirin gimana caranya biar bisa nyium si Rangga di ruang kepsek ?," tanya Resti.


"ga tau ***** gua aja dari rumah ga kepikiran sama sekali. lagian nih Jamilah ngadi ngadi aja siiih bikin permainan teh, aing lieurr," ucap Sindi sambil meraut raut kerudung nya.


Dan masuk menghampiri bangku nya.


*****


Jam istirahat tibaaa


"De gua minta tolong deh, gua udah punya ide ni gimana caranya menyelesaikan game kiss ini. Yang gua mintain tolong ke elu, panggilin si Rangga gua Ama yang lain stay di kepsek gimana ?," tanya Sindi walau aku menolak pun ujung ujung nya tetap harus mau.

__ADS_1


"emang cowo cowo pada dimana sih ? Juan juga ga kelihatan tadi kayanya langsung keluar," ujar ku. "di belakang sekolah nih kata si bagus, barusan dia chatting gua" ujar Gita.


"serius gua sendiri nii," tanya ku sekedar meyakinkan.


"yah udah si de bae buruuu," ujar Tuti.


"tapi kenapa harus gua ga Resti, atau lu Gita," omel ku.


"lu kan paling muda, nurut napa Ama yang tua," ujar Resti.


"iih *****," ujar ku kesal sambil menghentakkan kaki ku lalu pergi.


Setelah sampai di belakang sekolah. Memang sih para cowo cowo kita juga ada disitu. Langsung saja "Rangga... ," panggil ku.


Yang menoleh terlebih dulu adalah Juan mungkin karena dia mengenal suara ku.


"euh maksud aku, aku mau sampein pesan dari Sindi buat Rangga," jelas ku.


"aku boleh tau ?," tanya juan.


"aah udah lah ini urusan rumah tangga mereka ssst," ucap ku sambil menghampiri Rangga.


"Rang swswswswwww," ucap ku sambil berbisik. Rangga pun menganggukan kepalanya tanda dia setuju.


"eh aku ke cewe ku dulu ya," ucap Rangga pamit.


Aku sendiri mengikuti Rangga dari belakang dengan mengedipkan mata kiri ku kepada Juanda, sambil ku colek dagu nya. Cowo cowo lain yang melihat hanya tertawa kecil, melihat tingkah ku yang seperti itu kepada Juan.


Setelah Rangga mendekati pintu ruang kepsek. Dia terhenti dan menoleh kebelakang kearah ku.

__ADS_1


"mana si Sindi ?," tanya Rangga.


"euh.. didalem kayanya Rang liat aja sok masuk". Rangga melihat ku dengan heran, lalu dia mengangkat bahu dan memasuki ruang kepsek.


Yang ternyata Sindi sudah stay. Aku lalu menjarak dari ruang kepsek, dan mencari posisi dimana teman teman ku bersembunyi.


Tiba-tiba.


dekk!! aww


Aku terjatuh, akibat ditarik Gita.


"shitt!! ishh gitaaa," rengek ku kesakitan. "makanya ati ati ***** wkwk," ucap nya dengan memasang wajah tanpa dosa nya.


Sementara Tuti dan Resti memastikan keadaan di luar ruang kepsek.


Tak lama setelah itu Rangga dan Sindi keluar. Pandangan kami terfokus pada bibir Rangga.


"iya ih merah," batin ku.


"yang aku ke kelas ya," ucap Rangga sambil pergi. "gimana gimana ?," tanya kami pada Sindi yang bener bener sangat antusias untuk mendengar kan cerita Sindi.


"gua yang jelas malu banget ya. Dan gua ga mood sama sekali buat nyeritain. yang penting lu semua udah pada liat hasilnya oke," jawab Sindi jelas.


"oke deh," jawab singkat Tuti.


🍭🍭🍭🍭


Gita Timing.

__ADS_1


__ADS_2