
Saat waktunya pulang sekolah.
"guys kerumah gua yu," ajak Tuti.
mau apa?," tanya Gita.
"Gua kepikiran hal seru gitu deh buat kita happy happy sebelum kita setres sama ujian" ujar Tuti. "kayanya gua ga..," sebelum Resti melanjutkan omongan nya.
Kami bergegas pergi meninggalkan nya, karena kita yakin dia pasti selalu beralasan setiap akan ada perkumpulan kokakok. Resti hanya mengehela nafas dan mengikuti kami dari belakang.
Sesampainya di gerbang sekolah. Cowo cowo kita dah pada nunggu di depan gerbang. Juan dengan moge nya. Wisnu dengan motor Vespa nya, Rangga dan Bagus dengan motor matic nya. Dan Indra dia menggunakan motor RX-King nya uwuu.
"yu pulang," ajak Juan.
"euh aku sama yang lain mau kerumah Tuti mau main," jawabku.
"kamu juga yang ?," tanya Rangga.
__ADS_1
"ya pastinya dong, ga apa apa kan ? btw kamu Anter aku yah ke rumah Tuti nya. Kamu tau sendiri rumah dia kek mane jauhnya," ujar Sindi dengan cetus.
Akhirnya cowo cowo kita nganterin kita semua ke Rumah Tuti karena lumayan jauh juga sih jarak dari sekolah ke rumah nya. Bahkan gua ga tau dia bisa selalu ga kesiangan buat ngerjain PR itu, dia berangkat jam berapa coba.
Setelah berlama lama dijalan..
Sampai deh dirumah Tuti.
"kita boleh ikut masuk ya Tut ?," tanya Indra.
"engga boleh ih," jawab ketus Tuti.
"yah udah aku masuk dulu ya Rang," ujar Sindi sambil turun dari motor.
"mau aku jemput nanti ? ," tanya Rangga. "Boleh," jawab Sindi.
"yah udh hati hati ya Assalamualaikum," ujar Rangga dengan lembut.
__ADS_1
"Walaikumsallam," serempak cowo cowo dengan nada meledek. hahah.
"Dea turun ih hayu masuk," ajak Tuti.
Aku masih nempel sama Juan. Karena aku ga mau jauh jauh dari dia huhu.
Selepas itu kita semua berkumpul di kamar Tuti, dan cowo cowo pada pulang.
Kita semua udah ga canggung lagi dirumah Tuti. Mulai kaus kaki dimana mana, si Sindi yang langsung nonton tv, si Gita yang berani buka baju, si Resti yang langsung ambil makanan dan minuman di dapur, dan aku yang suka dandan pake make up Tuti.
"eh lu bilang ada keseruan? keseruan apa sih," tanya Resti sambil mengunyah beberapa cemilan milik Tuti.
"jangan aneh aneh Tut," susul Sindi menjawab.
"Gua punya challenge. gua mau kita semua melakukan permainan ini. ya buat seru-seruan aja toh kita semua dah pada ciuman ini kan jadi menurut gua ga apa apa laah," ujar Tuti yang jelas nya masih belum bisa dipahami.
"gimana gimana gua ga paham ?," tanya Gita. "kita main game kiss," jelas Tuti dengan lantang. "game kiss ? permainan ciuman ? maksud elu apa sih. jangan ngadi ngadi tut ?," tanya ku heran yang ga ngerti lagi cara jalan pikir si Tuti.
__ADS_1
"dengerin dulu dong. ini tuh seru banget tau gua udh ngebayangin seru nya bakal kek gimana. game kiss ini kita ciuman.. tapi sama cowo cowo kita tentunya. nah tapi cowo kita ga boleh tau soal game ini, disitu tantangan nya. dan seru nya kita ciuman di tempat tempat yang anti-mainstream. Aturan mainnya gua bakal jelasin kalau kalian udah menyetujui game kiss ini," jelas Tuti sambil mengangkat kedua alis nya sambil tersenyum lebar.