
Hari ini cuaca sangat cerah nampak nya.
Tapi dikelas serasa sangat membosankan. Apalagi mata pelajaran nya adalah prakarya. Padahal aku typcal yang menyukai segala aspek seni, tapi entah mungkin guru nya yang sangat membosankan kali ya.
Aku melihat ke arah Juan yang sedang memandangiku dari pinggir. Aku tersenyum melihat nya, lalu aku bicara tanpa nada.
"Aku ngantuk".
Juanda lalu merogok saku baju nya dan dia mengeluarkan tangan nya dan membentukan jari nya seperti saranghae. Dan meniup nya, seolah olah cinta nya ditiup kan kepada ku. Aku tertawa kecil melihat itu. Aku merespon nya dengan menangkap tiupan nya, seolah itu nyata.
Selesai itu..
🕦
Istirahat tiba.
"Gita giliran elu," ucap Sindi.
"tenang lipglos nya udh ditangan gua. Ikutin gua yu," ajak Gita.
Seperti nya dia sudah siap mental dan fisik. Benar saja dari jarak kejauhan kita semua melihat Bagus sudah stay di depan ruang kepsek dan dia lagi mengobrol dengan Bu Nia deh.
Tak lama setelah itu Bu Nia pergi. Gita dengan bergegas menghampiri Bagus, lalu menarik lengan nya ke ruang kepsek dan....
tiktok!tiktok!tiktok!
__ADS_1
Aku bener bener terkejut melihat Gita dan Bagus dengan santainya keluar. Nampak memerah pada bibir Bagus.
"mantap git ?," Tanya ku.
"mantap dong," jawab Gita sambil mengacungkan jempol nya kepadaku. Karena jam istirahat masih ada 15 menitan lagi, kita sempatkan untuk ke kantin dulu.
di kantin..
sambil menunggu jajanan.
"giliran lu Res," ucap Tuti sambil menggoda.
Resti memilih diam tanpa berkomentar sambil menghela nafas.
"tangga meeting kan ?," tanya Sindi.
"iyaa," jawab tegas Tuti.
"jarang juga ko orang yang lewat situ. paling cuma rapat atau ada pertemuan dadakan gitu kan ?," tanya Gita.
"iya makanya gua nentuin di tempat itu".
🍭🍭🍭🍭
Jam pulang sekolah.
__ADS_1
Mendadak langit sepertinya sedang bersedih. Dia membiarkan awan mendung mengeluarkan air hujan yang begitu deras. Aku dan teman teman yang lain melihat keluar. Ada juga yang berdiam di kelas. Ke kantin atau kemana pun sesuka mereka karena memang sudah jam pulang sekolah. Aku yang lupa membawa jaket atau sweater sangat kedinginan. Juanda langsung meminjam kan jaket nya kepadaku. kalau dia yang pakekan semua murid akan menggoda ku hahah.
"aku gabung sama temen temen ku yaa," ujar Juanda.
"iya ju," jawab ku singkat sambil mengangguk. Aku menghampiri teman teman ku.
"Res ga Sekarang aja ?," tanya Sindi.
"ngebet banget si lu. ini kan scene Gita," jawab Resti.
"wkwk ga apa apa kali digabung juga," ujar Gita bergurau.
Dasar kalian ini, berhubung masih jauh untuk menjangkau 500 kata nya bagaimana kalau kita membahas saat seorang Bagus mengutarakan cinta nya kepada Gita.
Kebanyakan mereka para badboy lebih menyukai cewe yang anggun, yaa peminim atau bahkan bisa lebih baik darinya. Nyata nya tidak dengan Bagus. Bagus bahkan sangat tertarik pada Gita. Gita dengan gaya nya yang sangat jauh dari kata peminim bisa menarik perhatian Bagus.
Saat itu kami duduk di bangku kelas 1 semester 2. Cara Bagus mengutarakan perasaannya pun berbeda dari yang lain. Saat dia sedang di skors oleh guru bp dia jam pelajaran mendadak dia masuk kekelas dan menyatakan cinta nya didepan anak anak. Gita sangat malu pada saat itu. Tapi memang mereka sudah dekat akhir akhir ini. Gita yang bingung harus bagaimana karena sedang ada mata pelajaran juga. Guru yang pada saat itu mengajar pun terkejut dengan tingkah Bagus. Batinnya berkata "anak ini kan lagi di skors Ngapain coba kesini malah bikin sensasi lagi".
Tapi saat semua orang menunggu apa respon Gita. Guru tersebut "ayo Gita jawab". Semua murid juga ikut menyoraki Gita. "jawab! jawab! jawab!".
Karena ingin meramaikan suasana, aku ikut saja menyoraki Gita. Gita lalu berdiri "ijin keluar pa".
Gita pergi lalu diikuti Bagus. Kelas menjadi hening.
Tak lama kemudian Bagus muncul sambil berteriak "diterimaaaa". Semua mendadak jadi rame karena ikut senang.
__ADS_1