
Terlihat Resti yang berjalan dari gerbang memasuki area sekolah menuju kelas nya. Nyatanya kami berempat personil kokakok sudah menanti Resti. Batin Resti "mampus gua".
Tuti merogok lipgloss yang ada di saku baju nya dan memberikan nya kepada Resti.
"ishh anjir," dengan sangat terpaksa Resti mengambil lipgloss tersebut. Sambil mengehela nafas.
Nampak si Indra yang tetiba menarik lengan Resti dan pergi menuju ruang Wakasek.
Aku dan yang lain merasa terheran dan langsung bergegas mengikuti Indra dan Resti. Benar saja mereka memasuki ruangan Wakasek.
"itu ngapain si Indra?!," tanya Gita dengan terheran.
"gua curiga ni si maemunah euh diaa... ," ujar Sindi.
Kami langsung saling memandang satu sama lain. Tak lama setelah itu Resti dan Indra keluar. Bibir Indra memang memerah, dia keluar dengan wajah konyol nya lalu menarik hidungku.
"ishhh". Disusul oleh Resti, dia memasang ekspresi yang begitu murung seperti anak kecil yang habis mencuri balon.
"eh gua duluan ke kelas ya ," ujar Resti tanpa basa basi langsung pergi dengan berjalan cepat. "kayanya ada yang udah dia lakuin deh dibelakang kita ," ucap Tuti.
"feeling gua si, Resti tuh ngomong deh ke si Indra soal game kiss ini, " jelas ku pada teman teman. "iya juga si ," susul Gita.
"ihh udah ih hayu ke kelas, " ajak Tuti. Kami berempat pun berjalan menuju kelas.
Mendadak di tempat duduk kursi gua ada di Juan sementara yang sebangku sama gua kan si Gita. "heh ngapain lu pindah, " ucap Gita.
"gua mau disini lu duduk sama si Bagus sana, lagian si Joni ga masuk ko (Joni orang yang duduk sebangku dengan Bagus), " ucap jelas Juanda.
"Git sinih ," ajak Bagus. Gita melangkah mendekati Bagus sambil menatap sinis Juanda.
"dasar ah ," ucap ku.
Juanda menatap ku dengan senyuman nakal nya, entah mengapa aku menyukai nya kalau dia sudah seperti itu.
Aku memang sudah terbiasa kalau Joni tidak masuk Gita akan di rolling duduk dengan Bagus. Dan aku bersama Juanda. Kalau si Resti duduk nya Ama si Sindi. Dan Tuti sendiri dia duduk bersama si Wisnu. Meski duduk dengan siswa teladan tetap saja kalau bertanya soal pelajaran dia segan untuk bertanya kepada pacar nya. Gengsi kalee ya.
__ADS_1
Okay karena penasaran sebenernya apa yang terjadi dengan Resti langsung aja yuu...
🕦Jam istirahat
Juanda :"yang aku duluan ya keluar sama temen temen".
Gua :"oke,"
Juanda :"ada buat jajan kan".
Gua :"ada ju".
Juanda menatap dan tersenyum tipis lalu dia membelai rambut ku.
"yu ke kantin, " ajak Tuti. Kami berlima melangkah kekantin. Resti masih saja merenung.
..Setelah di kantin..
"sebener nya ada apa Res?, " tanya Tuti. Semua memandang Resti. "duh plis dong kalian jangan memandang aneh gua gitu. Gua jadi bingung tau ga ish, yaa sebenernya... ," belum selesai Resti bicara tiba tiba cowo cowo kita datang dan berdiri tepat dimana kami berlima sedang duduk.
"haa maksudnya?, " tanya balik Tuti terheran. "padahal mah ga usah bohong pake bilang nyari amplop biru paan coba aneh beut, " ujar Juanda. "maksud kamu Ju? ," tanya gua.
"aduh ada apa si? kenapa si kalian teh ih? ," tanya Sindi dengan meruet ruet kerudung nya.
"tau nih mana maksa gua pake lipgloss lagi, " ujar Rangga. Semua mendadak menatap Sindi.
"plis deh coba kalian semua perwakilan satu orang ngomong, ini kalian ngomong dari tadi berteka teki mulu tau ga si, " jelas Gita dengan ketus.
"Game kiss kita semua udah tau ko soal itu," ucap Indra.
Tuti yang membuat ide gila ini jelas membelakak kedua bola mata nya.
"gua mau komplain aja si. Kenapa si Sindi ngomong nya lagi challenge cowo cowo pake lipsgloss. Awal nya gua ga mau, tapi dia maksa yang penting depan kokakok aja habis itu hapus deh. Pake plis plis segala coba kan syebel. Coba dia ngomong kiss gua juga ga nolak kali," ujar jelas Rangga.
Sindi dengan malunya langsung menutup muka nya.
__ADS_1
Tentu aku dan yang lain ikut kesal karena dia tidak menyelesaikan challenge dengan benar.
"Kalau gua sih biasa aja namanya diajak ciuman mah ayo ayo aja hahah," ucap Bagus sambil terngengeh.
"harus nya si kutil ini jajanin kita reecheese karena dia ga sama sekali menyelesaikan tantangan game kiss dengan benar," ucapku.
"heh!!,"teriak Sindi kesal.
"Apa?!! ," teriakku sambil melotot.
"Resti juga ni pake ngomong," ujar Gita.
"ya gua bingung udah lah udah aja ga usah gini ginian lagi," ucap Resti.
"eh engga engga. Gua setuju ko sama challenge ini soalnya seru juga ko, udah yang udah mah udah aja biarin kita lanjutin aja gimana ?," tanya Indra dengan jelas.
"oke," jawab singkat Juanda.
"aku juga setuju, aku juga makin suka si soalnya yang bikin permainan ini kamu haha," ujar Wisnu sambil merangkul Tuti.
"jelasin peraturan nya dong,"pinta Rangga.
Tuti pun menjelaskan segala peraturan yang ada dengan perasaan kesal karena Sindi dan juga Resti segala peraturan yang ada. Akhirnya kami pun melanjutkan permainan gila ini, berikut dengan para cowo kami.
Aku sebenernya ga heran sih kalau Bagus akan sangat setuju, yang bisa aku lihat bahwa seperti nya Bagus dan Gita malah seperti sudah biasa. Wisnu juga seperti nya akan sangat nyaman dalam melakukan permainan ini walau dia paling pintar, tetap jiwanya adalah seorang laki laki yang akan menjadi seorang pria. Apalagi Rangga hahah walau dia paling konyol karena secara dia paling tekun dalam menjalani ibadah tapi tidak menutup jiwa mudanya, entah lah haha. Sementara Indra, eumm menurut ku sih si Indra ini paduan antara jiwa Bagus dan Wisnu. Diajak pinter hayu diajak nakal hayu dia mah. Kalau Juanda alias Juju udah paling terbaik secara dia itu kan pacar aku.
Aku ga pernah tau kejadian apa selanjutnya yang akan terjadi setelah kita semua lulus. Apa kita masih bisa bertemu atau tidak, ga ada yang tahu. Tapi moment gila ini akan menjadi kenangan terbaik sih
Haaah aku sangat mencintai kalian semuaa teman teman ku.
Setiap kekonyolan yang terjadi juga akan menjadi best moment bersama kalian. Tuti yang tukang marah marah, Resti yang selalu bingung haha, Gita yang bener bener jahil, Sindi si lieur, dan aku. Terserah kalian deh menilai ku seperti apa. Seperti nya kalian lebih tau mengenai diriku ini dibandingkan dengan diri ku sendiri. Walau begitu kami tidak pernah menjadi ribut soal lelaki rasanya engga banget aja kalau sampai rusak pertemanan gegara laki laki, come on itu sama sekali tidak penting.
☕
MENURUT KALIAN ARTI PERSAHABATAN ITU APA SIH??
__ADS_1