Game Kiss

Game Kiss
FLASH BACK


__ADS_3

PROLOG


Aku dengan kacamata minus ku benar benar memperhatikan perjalanan ku ini menuju kelas 10 Akutansi 1. Aku melihat seluruh sudut ruangan dengan sangat teliti.


Sesampainya aku dikelas ku, aku melihat banyak orang mungkin mereka mereka lah yang akan menjadi rekan kelasku. Aku melihat bangku dijajaran kedua kosong aku akan duduk disana tidak terlalu jauh juga dari papan tulis.


Saat aku menaruh tasku, ada juga yang menaruh tas disana.


"kamu mau duduk disini? ," tanya orang itu.


"euh iya, kamu? ," jawab ku dengan bertanya balik padanya.


"kita bisa jadi partner bangku, aku Gita, " ucap nya sambil menjulurkan tangan nya.


"Dhea ," jawabku sambil tersenyum.


Kelas pun dimulai, saat wali kelas kami tengah memperkenalkan dirinya pada kami tiba tiba seorang perempuan memasuki kelas.


"Apa kamu terlambat? ," tanya wali kelas ku pada perempuan itu.


"maaf Bu, saya terlambat karena mencari kelas ini" jelas nya perempuan itu menjawab. "nama kamu siapa ?," tanya wali kelas itu lagi.


"Tuti Bu ," jawab singkat perempuan itu.


Karena namanya yang hanya Tuti saja dia ditertawakan oleh seisi kelas termasuk aku. karena lucu saja namanya sesingkat itu.


"yah udah duduk sana, " ujar wali kelas ku.


Aku memperhatikan Tuti kesulitan mencari tempat duduk yang bisa bersanding dengan perempuan lagi, namun hanya tersisa satu bangku yang sebelah nya sudah ada Wisnu. Dengan terpaksa dan ketidak nyamanan nya Tuti pun duduk di sebelah Wisnu.


🍭🍭🍭🍭


🕦 Saat jam istirahat


"de Istirahat yu," ajak Gita.


Aku merasa senang karena Gita mau beristirahat dengan ku.


"ayo," jawabku dengan semangat.


Kami pun melangkah ke kantin.

__ADS_1


Setelah dikantin. Aku melihat Tuti menghampiri aku dan Gita.


"apa aku bisa gabung?" pinta Tuti.


"yang telat tadi ya haha, boleh ayo aja," ujar Gita.


Aku melihat kantin benar benar dipenuh dengan seluruh murid satu sekolah ini. Aku juga memperhatikan dua perempuan yang kebingungan mencari tempat duduk sambil membawa mangkuk bakso. Dengan sigap aku melambaikan tangan, mereka pun engeuh dan langsung menghampiri meja ku.


"disini aja," pintaku.


"makasih," salah satu perempuan itu menjawab sambil menaruh mangkuk bakso nya.


Gita terlihat tidak nyaman tapi apa boleh buat aku kasihan pada mereka. Sambil melerai situasi aku mulai bicara.


"nama kalian siapa ?," tanya ku.


"Aku Sindi ini Resti, kita juga satu kelas. Aku duduk tepat dibelakang kamu, " jawab nya. "kayanya kalian udh deket banget ya?," tanya ku lagi.


"kita emang satu sekolah ya ndi," jawab Resti. "oh,"jawab ku dengan mengangguk mengerti.


🌫️🌫️🌫️🌫️


NEXT


"Tuti ?," *batinku.


📱📱


"eumm iya hallo?," tanya ku.


"de!!!," teriak Tuti.


"apa si anjir!!," tanya ku balik teriak.


"jam 6 cepet kesekolah ada PR sejarah yang nanya pendapat pendapat tea," jelas Tuti.


"ha? gua mah udah ih" jawab ku.


"iya tapi gua yang belum, buru kesekolah yaa jam 6 dah bye muaach," jawab Tuti, langsung sambil mematikan telpon nya.


ish nyebelin banget si. Aku langsung menghubungi Juan. Belum aku menghubungi nya dia sudah menelpon.

__ADS_1


📱📱🎶


"eh ayang," jawabku.


"eh udah bangun putri kecilku," jawab Juju berhasil membuat ku seratus persen sadar.


"Ju kesini jam 6 kurang yakk," pintaku.


"kenapa?," tanya Juju.


"biasa si Tuti, tadi nya aku mau ngasih tau biar Juju ga kesini biar aku minta Anter ayah kesekolah nya, eh aku lupa ayah aku ga lagi ga dirumah, ibu juga lagi dirumah nenek," jelas ku.


"oke deh set 6 aku udh dirumah kamu," jawab Juju dengan semangat.


"yah udah aku mandi ya dadaah cayang kuu," ucapku.


"daaah muaach," ucap Juju dengan manja.


Berlama lama kemudian.


Aku yang sedang menyisir rambut panjang ku tiba tiba aku mendengar suara motor terparkir. "ko kaya motor si Juan" kiraku. Benar saja itu Juju, saat aku menoleh jam masih 10 menit lagi buat ke set 6. Aku langsung bergegas keluar, mendadak Juan sudah didepan pintu.


"kamu..."belum selesai bicara Juan memeluk ku sampai aku terdorong ke belakang.


Aku kaget bukan main, lalu aku melepas pelukan Juan.


"Ju.. kamu eling ga si," tanyaku.


"ga ada siapa siapa kan ? aku cuma mau manfaatin situasi ini. Aku kepikiran terus setelah ciuman kemarin di Wakasek," ujar Juan.


Aku menelan ludah ku, aku bingung menjawab apa.


"kayanya ini ga bener deh takut ada tetangga yang liat, kamu diluar aja sana" pintaku.


"aku mau ciuman dulu 5 menit aja" ucap Juan sambil memandangku.


Mati lu de.


Gue bener bener kikuk atuh lah Hem. Juan memandangku dengan gugup, dia melangkah mendekati ku dan mengambil sisir yang ku pegang sedari tadi. Sisir nya lalu dia lempar ke sembarang arah. Dengan melihat ku yang terdiam kaku, dia menarik pinggang ku dan aku seperti tidak bisa menolak nya. Juju benar mengenai aku yang tidak tidak tapi mau.


Dengan penuh keberanian aku menatap Juju. Juju lalu mengecup bibir imut ku ini. Aku pun hanyut dalam kenikmatan ini, dengan dekapan hangat dari Juju membuat ku semakin terbuai. Aku merasa Juju mencoba untuk membuka mulut ku dengan lidah nya yang terus digerakan agar mulut ku dapat terbuka. Aku mengikuti alur yang ada. Juju semakin mendekap ku sampai aku bisa merasakan sesuatu ada yang bangun dibalik celana Juju.

__ADS_1


....


__ADS_2