Game Kiss

Game Kiss
JUMP SCARE


__ADS_3

📱🎶


Ponsel ku yang tetiba berdering membuat ku terkejut.


"ha mamah eh mamah maksud nya telpon aku bunyi Ju bentar," ujar ku sambil melepas ciuman dari Juan. Juju dengan wajah tegang lalu keluar rumah.


Dilayar ponsel ku tertera nama Tuti. Tuti lu nyelamatin gua hiufftt.


📱📱


"hallo?," tanya ku.


"lu dimana ? gue udah di sekolah ni, gua mau ke kelas tapi masih di kunci jadi gua mau cari pak Pandi (penjaga sekolah) dulu. Lu buruan ya kesini," jawab Tuti.


"iya iya gua kesitu tunggu ya," jawab ku.


Gue harus cepet. Oke dasi, sabuk, muka gue oke, rambut uhh you're beautiful baby. Tas oke, let's go. "Ju yu," ajak ku pada Juanda. "ayo naik," ucap Juan. Dia seperti nya masih memikirkan kejadian tadi, ah sebaiknya gua ga usah bahas.


🏍️seeeeeeet


.Sesampainya dikelas.


Gua ngeliat si Tuti lagi ngejogo di depan pintu kelas.


"Lama banget si lu?! gua takut tau kalau diem dikelas sendiri, buru ayo," ajak Tuti sambil menarik lengan ku. Langkah ku diikuti Juju.


"mana mana," tanya Tuti. "nih lagian elu punya cowo paling pinter dikelas, nanyain pr ke gue terus gimana si," ujar ku kesal.


"eh gua gengsi kali kalau harus nanya pr gua ke cowo gue apa kata dunia hehe," ujar Tuti sambil membuka buku ku. Bola mata nya mebelalak.


"de ini ga salah panjang panjang banget si jawabanya, sialan emang si Siska (guru sejarah)," ujar ketus Tuti.


"udah deh ngedumel mulu buru tulis," jawab ku. Juan hanya memperhatikan ku dari pinggir bangku ku.


"eh Ju beliin gorengan kek atau makanan gue belum sarapan tau," pinta Tuti.


"ko elu berasa ratu banget si udah pr minta ke gua, sekarang nyuruh pacar gua," ujarku kesal.


"hehe sorry de, yaa gua laper aja si, yah udah ga usah. Gua chatt si wisnu aja," ujar Tuti.


"eh tapi gua juga belum sarapan sih," ucapku sambil memegang perut.


"kamu belum sarapan, yah udah aku cari roti ya buat kamu, bentar ya sayang," ucap Juju lalu bergegas pergi.


"Ju nitip," teriak Tuti.


"ogah!," ucap Juju.


Jam masih menujuk ke angka 6.20 sementara murid murid biasanya baru pada masuk di jam 6.45. Tuti dengan lihey nya menulis catatan pr milik ku.


"de ko lu ga sarapan emang nyokap bokap lu kemana ?," tanya Tuti.


"euh nyokap gue kerumah nenek, bokap dines gua sendirian sih," jawab ku.


"lu dijemput si Juanda lagi dalam keadaan rumah sepi?," tanya Tuti sambil menoleh ke arahku.


"i..iya kenapa si?!," tanya ku heran.

__ADS_1


"lu ga di apa apain ? biasanya ya cowo suka ambil kesempatan gitu kalau rumah cewek nya lagi sepi," jelas Tuti. Gua cuma menggeleng geleng aja deh.


Tak lama setelah itu Juanda masuk sambil membawa roti beserta minum nya. Sebenernya aku kurang suka dengan yang manis manis tapi karena Juju yang memberi nya aku mau.


6.40 beberapa siswa dan siswi dari kelas ku mulai berdatangan termasuk Gita.


"heh udah pada dimari aja," ujar Gita sambil menaruh tas nya.


"beres, nih de," ujar Tuti sambil menutup buku nya dan kembali ke bangkunya.


"beres apa si? ada pr?," tanya Gita.


Belum juga aku menjawab, Sindi dan Resti datang.


"oh iya sejarah ya, untung beres euy ," ucap Sindi.


"gila sih jawabanya juga meni aduhai," ucap Resti.


"mana liat prnya? ko lu ga kasih tau si ada pr?," tanya Gita dengan nada kesal.


"euh gua.. kenapa ya.. kenapa gua ga kasih tau ya..," ujar ku.


"ish.. Mana mana gua harus cepet ni nulisnya, si Bagus mana ya dia pasti belum juga ni ngejain pr bodo ah yang penting gua selamat dulu," ucap Gita.


Gita pun dengan terburu buru menyalin Pr ku. Ada ada aja.


🕖 Bu Siska memasuki kelas.


"Selamat pagi semuanya," ucap Bu Siska. Serempak satu kelas menjawab "pagi Bu".


"gimana pr nya udah dikerjain belum ?," tanya Bu Siska. Ada yang menjawab iya ada yang merespon dengan mengangguk, atau mengeluarkan buku pr nya. Kecuali Bagus yang bereaksi nya berbeda "Jon ada pr ?," tanya bagus pada Joni teman sebangkunya. "heeuh sih untung urang geus niron ti si ujang," (iya sih untung saya sudah mencontek dari si Ujang) jawab Joni. "anjir sia (kamu) ko ga bilang?," tanya Bagus dengan nada khawatir.


Bu Siska lalu memperhatikan Bagus yang tengah khawatir kena amuk dari Bu siksa.


"kamu saya hukum, keluar dari kelas. Jewer kuping mu dan angkat satu kaki mu berdiri didepan kelas, selama kelas saya berlangsung," teriak Bu Siska. Bagus pun keluar, sebenernya ini hal biasa jadi dia tak merasa malu. Gita hanya merespon dengan menggeleng gelengkan kepala nya. "baiklah ibu akan tunjuk satu orang untuk membacakan jawaban nomor satu. eumm Dhea! kamu bacakan didepan," pinta Bu Siska.


Gua pun maju dengan santai, sebenernya aneh si ini kepala mendadak berat aja gitu. Gua pun membaca jawaban sesuai yang dipinta Ibu Siska, kebetulan ni mana panjang banget mana kepala gue lagi berat aduh bismillah aja deh semoga gua ga kenapa napa.


Setengah lembar gua membaca mendadak lemes aja gitu.


BRUK!!! (gue pingsan)


Untuk pertama kali nya sih gua baru ngerasain apa itu pingsan. Gua merasa kalau tubuh gua ada yang goyang goyangin, telinga gua juga masih bisa ngedenger de..de bangun de.. deaa.. de..


🕤Di UKS


Gua membuka mata gua secara perlahan gua terkejut ada Juan pinggir gua.


"Juju? aku di UKS ya. btw kamu ga belajar ?," tanya ku dalam keadaan lemas.


"udah ganti jam pelajaran ko, pelajaran agama tapi gurunya ga masuk udah dikasih tugas sih. Cuma aku mah kesini aja mau liat kamu. Masih sakit ?," tanya Juju sambil membelai rambut ku.


"eum engga sih," jawab ku.


"yang.. eumm gimana kalau kejadian tadi dirumah kamu bikin kamu.. ," ujar Juanda dengan terbata bata.


"apa?!," tanya ku dengan nada khawatir karena si Juju apa sih nanya nya begitu.

__ADS_1


"hamil," ujar singkat Juanda. Jawaban yang singkat nya bak petir disiang bolong. Aku memandang nya heran.


"Apa iya ? gitu gitu bisa bikin hamil? ini diperut aku ada dede nya ?," tanya ku makin worry.


"kamu jangan tegang gitu dong, aku jadi ikut tegang. euh gimana ya aku belum siap jadi bapa," jawab Juanda.


Tiba tiba.


"Apah?!!!! lu hamil? heumm Sindi Resti pegang si Juanda, Tut tutup pintu ruang UKS," ujar Gita dengan sigap.


"si Juanda ngapain elu ?," tanya Gita.


"euh cuma gitu gitu.. ," jawab ku bingung.


"gitu gitu kumaha si ihh," ujar Sindi kesal.


"si Juanda masukin itu nya ke elu ga? ," tanya Gita


"itu apa sih? ," tanya gua. Keadaan makin ga terkendali Juanda hanya diam dan pasrah pergelangan nya di tahan oleh Resti dan Sindi. Gua bingung sih euh apa lidah itu yah Juan berusaha masukin lidah dia tadi.


"eumm iya sih Juanda berusaha untuk masukin," ujarku.


"ha?!! Juandaaaa!!!!," Dengan sigap Gita meninju perut nya Juanda. Sindi langsung melerai dan menarik Gita.


"de.. menurut gue lu belum paham deh maksud si Gita," ujar Tuti sambil mendekati ku.


"Ya terus apa sih gua ga ngerti," jawab ku dengan panik.


"de. liat gua," pinta Resti. Aku pun melihat Resti.


"ini Juan (menunjuk ke arah resleting celana Juanda) masuk kelubang MK lu ga ?," tanya Resti.


"ha?," respon ku.


"ishh, inii (Tuti menunjuk kearah rok gua)," aku langsung reflek memegang rok ku.


"engga ihh," jawab ku.


Gita lalu mendekati gua dan mengeluarkan ponsel nya dia menunjukkan beberapa video.


"kaya gini ga ? ,"tanya Gita. Di video pertama yang Gita perlihatkan ada sepasang kekasih yang sedang berciuman menggunakan lidah.


"iya kaya gitu, cuma itu berlebihan" jawab ku jelas.


"terus ini ?," tanya Gita lagi memperlihatkan video kedua yang isinya sepasang kekasih sedang making love.


"ieww engga sebel ih liat nya," jawab ku.


Gita menggelengkan kepala nya kepada Sindi, Resti, Tuti. Lalu Gita memegang kening ku.


"kenapa Git?," tanya Resti


"setres anjir ni bocah !!," ucap Gita.


"de lu ga bakal hamil kalau cuma gituan aja. Ini nih kenapa edukasi sex itu penting dan sangat perlu untuk di usia kita yang masih mencari jati diri," jelas Sindi.


Aku merasa sangat lega karena ternyata semua aman wkwk.

__ADS_1


🍭🍭🍭🍭


__ADS_2