
"yang main pertama siapa ?," tanya Gita.
"si Tuti aja lah, orang dia yang nyiptain ni permainan," ketus Sindi.
"oke siapa takut, gua ingetin sekali lagi ya cowo cowo kita jangan sampai tau," jawab Tuti.
"sisanya gimana tut? yang kedua atau sampai yang terakhir ?," tanya gua.
"supaya adil sih kita kocok aja gimana ?," saran Gita.
Dengan berat hati Resti dan Sindi cuma bisa pasrah aja. Kita pun mulai mengocok giliran siapa yang akan bermain selanjut nya.
srek srek srek. Nama yang keluar lebih dulu adalah
eng ing eng
"Dhea!!.. ,"teriak Gita.
"ih ***** ko gua dulu sih hahah," ucap ku sambil tertawa heran.
__ADS_1
Sebenernya gua ketawa itu ya mencairkan suasana hati gua aja sih biar ga terlalu ngerasa tegang.
srek srek srek. Kocokan ketiga jatuh kepada Sindi. "ya ampun semoga gua banyak duit mending nraktir reecheese lu pada dah dari pada harus game kiss apalahh lieurr," ketus Sindi sambil meraut raut kerudung nya.
lanjut lanjut. srek srek srek selanjut nya bagian ketiga jatuh pada Gita.
"yess gua terakhir. gua berharap kalian semua pada amnesia hehe. gua harap ada keajaiban ya Tuhann," ucap Resti dengan perasaan senang karena mendapat giliran terakhir.
Setelah berseru-seru kemudian.
Cowo cowo kita udah pada stay di depan rumah Tuti. Aku langsung naik moge nya Juan dan langsung meraih pinggang nya dan memeluknya dengan erat. Juan hanya tersenyum kecil melihat tingkah ku. Teman teman ku menanggap itu biasa. Karena memang aku typcal yang selalu ingin manja manja sama pacar aku sendiri ga apa apa kali yahh.
Setiap kali dibonceng oleh Juanda sambil memeluk nya aku merasa sangat aman, sesekali dia selalu memegang lengan ku memastikan bahwa aku masih dalam keadaan sadar. Karena aku memiliki kebiasaan suka tidur di motor heheh. Aku jadi flash back pertama kali dia menyatakan cinta nya. Juan adalah pria yang lucu, dia tidak pandai mengekspresikan perasaan nya makanya dia selalu menggangguku, menjahili ku, memanggilku dengan sebutan kacang. Entah lah walau aku sempat sangat jengkel kepadanya tapi kini aku menyukainya. Apalagi dia cinta pertama ku.
"jadian yu," ucap Juan sambil merangkul ku, saat itu padahal aku sedang berjalan bersama teman-teman ku menuju kelas. Aku sedikit terkejut, takut nya juga ini hanya sebuah gurauan nya saja karena kebiasaan dia yang selalu bercanda makanya kata kata nya sulit untuk aku percayai. Aku merenyitkan dahi sambil memandang nya dengan heran. Lalu dia berteriak didepan ku dan didepan teman-teman ku.
"I love you kacang," selepas itu dia pergi. Cewe mana sih yang ga bakal bucin kalau digituin.
Engga kerasa ternyata hari udah makin sore. Aku juga sudah sampai didepan rumah ku, lalu aku turun. Membuka helm. Juan melihat rambut ku, lalu merapihkan nya. Aku tersenyum melihat nya begitu kepadaku. Tiba-tiba ayah ku keluar Juan lalu tertunduk malu dan langsung berpamitan pulang.
__ADS_1
Keluarga ku tidak banyak bicara soal hubungan ku dengan Juan. Asal kami tetap fokus pada pelajaran dan tidak melewati batas wajar, semua aman aman saja.
!!START PLAYING!!
Dihari Senin.
Mari kita upacara dulu.
Tepat jam 06.05 wib, hampir semua siswa siswi dikelasku sudah berdatangan satu per satu.
"ges gua mimpi buruk huhu," ujar Sindi dengan lirih. "mimpiin apa sih ndi," tanya ku.
"ya kita bakal ketahuan gitu pas ciuman dan ini tuh jelas bahaya banget. gua yakin ini pertanda buruk," ucap Sindi dengan ekspresi khawatir.
"elu paling cuma Ngadi ngadi aja. elu lagi menghindar aja kan lagian ini bagian Tuti duluan ko," ucap Gita dengan santuy.
"udah deh, nanti bagian gua kan. Tugas kalian jagain aja, pastiin kondisi dalam kendali kalian oke," ujar Tuti sambil merangkul Sindi dengan mengangkat alis.
"dah lah udah yu upacara," ajak Resti.
__ADS_1