Gara-gara Konten Begu Ganjang

Gara-gara Konten Begu Ganjang
Wanita Berambut Panjang di Tengah Malam


__ADS_3

Mereka berdua pulang sembari menikmati rokok dan jeruk dari sesajen dari kuburan tadi. Saat berjalan pulang , Gembul menunjukk seseorang yang berjalan tertatih-tatih.


“Eh, siapa itu.” Gembul langsung bersembunyi di belakang Roy.


Tapi tidak untuk Roy ia mendekati wanita berambut panjang itu. “Kamu siapa?”


“Kamu setan ya? Kuntilanak apa wewe gombel?” tanya Gembul dari belakang tubuh Roy, ia mengintip dengan sebelah tangan memegang pakaian Roy dengan erat.


“Bang tolongin,” rintih wanita itu sembari membelakangi keduanya, rambutnya yang panjang terurai melewati panggul.


“Bang Roy, dia hantu!” Gembul menyeret tangan Roy agar menjauh.


“Tolong apa?” tanya Roy penasaran.


“Tolong bawa aku ke rumah sakit.” Ia berbalik badan.


Dengan sebelah tangan berlumuran darah dan satu tangan memegang perut yang terluka. Melihat pemandangan itu Gembul jatuh pingsan dan mengelepar di tengah jalan.


“Ais pakai pingsan segala.” Roy melihat wajah wanita misterius tersebut.


Ternyata seorang wanita korban perampokan yang dibuang di jalan setelah barang berharganya di rampok ia ditusuk dan ditinggalkan. Roy menelepon Pak Binsar sebagai kepala desa. Malam itu juga  wanita malang itu dibawa ke klinik. Gembul juga kut digotong ke klinik karena ia pengsan tadi. Emang dasar si Gemmbul badannya saja yang segede induk gajah, mental hanya sebesar upil. Melihat darah saja ia sudah pengsan duluan.


“Makanya Roy, jangan semuanya dibuat konten. Maka saat kamu menelepon tadi bukanya aku gak mau bantu, aku piki kamu pura-pura ,” ujar Kasman. Rupanya Roy pertama menelepon Kasman meminta lelaki  itu membantu membawa wanita yang terluka itu ke rumah sakit . Sebab ia punya mobil, walau hanya mobil bak terbuka setidaknya bisa bawa mereka tadinya ke klinik. Tapi karena Kasman  menolak datang jadilah ia minta tolong pada kepala Desa.


“Untung kamu menemukannya Roy,” ujar Kepala Desa.


Ternyata wanita berambut panjang itu bidan yang ditugaskan ke desa mereka, mendengar kabar kalau Roy menyelamatkan seorang wanita terluka. Nama Roy semakin terkenal.


Mendengar ada Bidan desa yang cantik sedang terluka, Dias anak kepala desa langsung bergegas ke kilinik. Tapi melihat Roy  mengobrol akrap dengan bidan cantik makin pening kepala si Deas. Ia merasa  kalah  bersaing dengan Roy.


Tanpa basah-basih ia langung masuk dan memperkenalkan diri tanpa rasa malu.


“Halo, aku Dias, anak kepala desa di sini,” ujar lelaki bertato di lengan itu dengan percaya diri.


“Halo.” Gadis cantik bernama Eliza itu menyambut tangan Deas.


Tidak ingin jadi pengganggu Roy keluar dari ruangan meninggalkan Deas yang menggombal Eliza dengan membanggakan dirinya sebagai anak kepala desa.


Gembul  dan Roy memilih pulang ke rumah  saat melihat Dias dan kedua temannya datang ke klinik desa.

__ADS_1


“Mulai cari perhatian itu si Dias, tidak bisa melihat wanita cantik lansung di embat.”


“Sudah,  biarkan saja mereka memang satu level, tapi kalau kita jangan berharap. Kamu dan aku  beda kelas sama si Liza,” ujar Roy, lelaki berbadan kekar itu langsung tahu diri.


“Memang kau tidak tertarik gitu Bang?”


“Iya pastilah Bul, hanya saja aku memilih mundur, tahu dirilah kita.” Roy melepaskan pakaiannya  hanya memakai singlet. Otot tubuhnya terbentuk sempurna layaknya orang yang sering pitnes,  Roy walau pegangguran ia selalu menjaga bentuk tubuhnya terlebih otot lengan. Maka setiap gai ia selalu  mengangkat barbel ala kadarnya, hanya adukan semen ditempelkan di ujung  kedua besi.


“Bang kali-kali lawanlah si Deas itu biar gak kebiasan dia,” usul Gembul.


“Gak usah, lawan orang kayak dia tidak akan ada habisnya, kasihan Mama dan Kakak Mitha semakin malu kalau aku berantan sama orang,” ujar Roy.


Saat berjalan pulang Marni sudah menunggu mereka di depan rumah Roy. Gembul mulai nyegir-nyengir kuda ia akan mengusili si Marni.


“Marni, kamu sehat?” tanya Gembul dengan mata dikedip-kedipkan.


“Sehatlah, melihat kalian berdua masih hidup aku makin  tambah sehat.”


“Pagi-pagi sudah cantik mau lihat Roy , ya?”


“Bukan, tadinya mau lihat besuk kamu di kliknik. Kata Pak Binsar kamu pingsan tadi malam. Masa lihat darah aja pingsan. Bagaimana kalau lihat hantu?”


Tiba-Tiba Marni bergoyang kanan -kiri bak ranting pohon yang ditiup angin, lalu ia mencolek lengan Roy,. “Bang, mana katanya mau ajakin aku bikin konten.”


‘Aduh, konten apa yang cocok ama dia’ Roy garuk-garuk kepala.


“Konten apaan pakaia kamu? Mau jadi  kuntilanak? Kalau mau kita bikin konten kuntilanak  bertemu begu ganjang,” usul Gembul.


“Janganlah, jadi setan aku. Jadi putri tidur gitu, lalu Bang Roy jadi pangerannnya,” usul Marni.


“Kamu pikir lagi main   drama,” ledek Gembul.


“Aku belum  memikirkan idenya Mar, nanti kalau sudah ada ide akan aku kabarin. Sekarang pulang aja.”


“Aku datang langsung suruh pulang, kamu gak senang ya kalau aku datang.”


“Ah, nanti Tulang marah.”


“Tidak apa-apa. Bapak lagi pergi ke pesta besok baru pulang. Bagaimana kalau Ide gembul kita bikin,” ujar Marni memberi Usul.

__ADS_1


Kedua lelaki itu tidak bersemangat, tadinya niat mereka berdua ingin beli tuak dan minum-minum di rumah Gembul. Tetapi kalau sudah ada Marni hal itu tidak akan terjadi. Gadi  desa yang selalu berkepang dua itu akan mara-marah kalau melihat Roy dan Gembu minum tuak siang-siang.


“Ya, gimana ya Mar. Sebenarnya idenya  belum muncul, kalau sudah ada nanti kita akan panggil kamu.”


“Aku tidak ingin menunggu.” Marni masih mengharapkan tampil di canel youtube Roy.


“Saat diajak untuk kolab, wanita itu sudah kagak bisa tidur. Ia sudah membayangkan akan  melakukan video bersama dengan Roy. Dalam angan-angan  Marni dan  Roy dikejar-kejar begu ganjang . lalu Roy akan memegang telapak tangannya sembari berlari menerjang gelapnya malam  lalu terjatuh di rumput-rumput , lalu … lalu … Marni tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.


“Apa yang dipikirkan wanita ini sampai dia senyam-senyum seperti orgil,” cletuk  Gembul.


”Bang, ayolah malam ini kita bikin konten,” rengek Marni lagi.


Karena terus dipaksa, Roy akhirnya meng iyakan saja.


“Baiklah, kamu datang nanti malam, sudah sana pulang.”


Gadis desa yang selalu mengenakan rok kembang-kembang itu  merasa senang luar biasa sebab bisa bekerja sama dengan ‘yayang Beb’


Tiba di rumah Gembul Roy  pusing memikirkan Ide untuk tampil dengan Marni.


“Tadi kenapa di iyakan sih Bang, sekang jadi pusing sendiri kan.” Gembul merepet.


“Dari tadi dia berisik terus jadi aku bilang  ,iya, padahal aku juga bigung mau bikin apa.”


Gembul berpikir keras hingga mendapatkan ide.” Bagaimana kalau kita dandadani dia jadi hantu juga.”


“Masa jadi hantu Bul,” protes Roy.


“Terus mau jadi apa? Artisnya?”


“Hantu apa?”Roy mengaruk kepala. Hati rada tidak tega kalau Marni diubah jadi setan.


“Tante kunti jatuh cinta sama begu ganjang,” ujar gembul memberi usul.


Roy hanya melonggo mendengar usul Gembul yang tidak masuk akal . Bagaimana mungkin begu ganjang yang tinggi seringgi  pohon jatuh cinta pada kuntilanak.


Bersambung


Bantu like komen ya terimakasih

__ADS_1


__ADS_2