
“Cana, apa kau masih tidak percaya padaku” lirik nakal Corvin. Lalu Cana terdiam dan berjalan masuk.setelah itu Corvin yang mengemudi ke jalan jaing.
“[Ini benar benar super aneh...Apa dia memang terlihat seperti keluarga bermartabat...Atau pemegang saham?.....Aku benar benr penasaran...Menyewa wanita cantik tadi bukanlah dari uang yang sedikit dan juga memiliki mobil seperti ini]” Cana terdiam berpikir. Lalu corvin sedikit melirik mata padanya.
“Ada apa...Apa kau tidak nyaman cana?”
“Ah...Tidak, aku baik baik saja.”
“Kau yakin, dari tadi wajahmu memerah.”
“Em...sebenarnya ini pertama kalinya aku menerima lelaki yang ingin berkencan dengan ku.”
“Tak apa, kita terlihat mesra bukan.”
“Hah...Apa yang...” Cana menjadi terkejut.
Sesampainya di festifal mereka berjalan berdua di ramainya orang orang yang datang. Cana dari tadi melihat bahu tangan Corvin.
“[Uh...Aku ingin sekli memegang tangnya]” Dia menelan ludah lalu Corvan menoleh padanya yang dari tadi diam.
“Cana...”
“Ah ...Iya” Cana membalas dengan terkejut.
“Apa yang kau lakukan? Cepat dekap bahuku."
“Eh apa..” Cana kembali terkejut.
“Kita kan pasangan, kau harus mendekap tanganku. Ayo ayo lakukanlah, aku tahu kau juga ingin melakukanya." Corvin menatap. Cana ragu dengan wajah merahnya lalu perlahan mendekap tangan Corvin.
“[Dada cana, begitu lembut]” Batin Corvin yang merasakan dada Cana menempel di bahu nya.
“[Hm... Apaan ini, inihanya mendekap tangan memang nya orang bakal langsung menilai kita]” Cana ragu lalu ia melihat sekitar dan menjadi terkejut karena diam diam semua orang menatap mereka berdua.
“Benar benar romantis... Lelakinya tampan dan wanitanya cantik.” Kata mereka sambil diam diam mengangumi mereka.
“[i ini...]” Cana menjadi gemetar tak percaya.
Corvan terdiam sambil kembali melihat ke cana. Ia juga mengira cana gemetar kedinginan dan seketika mendekat pinggang Cana.
“A -apa yang kau lakukan?” Cana semakin terkejut.
“Kau sedang kedinginan bukan."
“Aku tidak kedinginan." Cana mendorong wajah Corvin dan langsung berjalan pergi.
“Cana....Kau akan kedinginan.” Corvin berjalan mengikutinya dengan wajah khawatir.
Setelah selesai mereka berjaln kembali ke mobil.
“Menyenangkan sekali, benarkan Cana.“ Kata Corvan. Mereka berdua sudah selesai menikmati festifalnya.
“Ya, oh...Aku baru ingat sepertinya sebentar lagi akan ada festival tahun baru juga.”
“5 hari lagi bukan.” Corvin menatap lalu Cana mengangguk.
__ADS_1
“Jangan khawatir kita berdua akan datang ke sana.” Corvin mengelus kepala cana yang tersenyum senang.
“Em...Corvin apa aku bisa mampir di rumahmu?”
“. . . Beneran..” Corvin menatap senang.
“Em..ya..Tapi sepertinya aku terus khawatir pada ibu ku."
“Ibu?...Sebentar” Corvin mengambil ponselnya yang ada di sakunya lalu menghubungi seseorang. Rupanya dia menghubungi wanita yang mengaku sebagai pelayan tadi di rumah Cana merawat ibunya.
“Elin, bisa kau perlihatkan kondisi ibu cana.” Kata Corvin.
“Baik tuan muda.” Wanita itu membalas.
“Liht cana." corvin menunjukan foto yang ada di ponselnya, terlihat ibu cana tersenyum senang menikmati makananya.
“Ibu terlihat baik baik saja, kenapa bisa?” Cana menatap bingung.
“Dia adalah Elina, aku mempekerjakanya saat menemukanya di las vegas. Dia seorang mantan pelacur.”
“Pe-pelacur?” Cana menjadi terkejut.
“Tapi jangan khawatir, saat pertama bertemu dengan nya dia meminta padaku ingin merubah hidup nya, dia berjanji untuk tetap hidup meskipun tanpa masa depan aappun. Karena itulah dia lebih fokus belajar menjadi pelayan yang baik."
“Apa kau...Juga pernah itu padanya?”
“...Tentu saja tidak Cana, aku hanya menyanyangi mu.” corvin menatap tulus akan memeluknya tapi cana menahan wajahnya. “Ini masih publik."
-
-
-
“Ya, ayo masuk.” Kata Corvin. Di dalam pun juga terlihat sangat besar.
“Apa ini memang rumahmu?” Tanya Cana.
“Ya, jika mau kau bisa menggunakan kamar mandi."
“Eh...Tapi aku tak ada baju ganti.”
“Kau bisa memakai punyaku.”
“Apa kau bercanda, punyamu pakaian lelaki dan besar lagik.”
“Tak apa, aku akan memintamu hanya memakai ini.” Corvin menunjukan kemeja putih miliknya yang ada di tangan nya.
“Apa...aku tidak sudi...”
“Cana ayolah...Kita ini adalah pasangan bukan.” Corvin menatap memelas.
“Hizz...Baiklah, aku akan pergi” Cana berjalan ke kamar mandi lalu Corvin tersenyum senang.
“[Kamar mandi ini sangat besar, aku bahkan merasa aneh disini]” Cana menatap sekitar sambil menyalakan shower dengan wajah yang telanjang. Setelah selesai, ia melihat kemeja itu dengan wajah dingin.
__ADS_1
Terdengar cana keluar dari kamar mandi.
Corvin yang di dapur memasak mendengar itu.
“Cana, kau sudah seles---“ Ia terdiam ketika malihat Cana terlihat seksi memakai kemejanya tadi.
“Cana...” Ia Terpelongoh.
“. . . Ada apa?” Cana menatap bingung.
“Ti-tidak apa apa, bisa kita makan malam bersama."
“. . . Wah..kau yang memasak ini." Cana terkesan dengan masakan yang terlihat enak di meja.
“Ya, aku harap kau suka.” Kata Corvin.
Setelah selesai makan malam, Cana terlihat duduk di sofa menonton televisi dengan kedua kakinya yang terangkat di peluk tanganya. Sementara Corvin baru saja selesai mencuci piring. Ia melihat ke cana dan kembali hampir tergoda melihatnya.
“. . . Cana...Apa kau bisa tidur disini malam ini.”
“. . Tentu, lagi pula ini juga sudah larut.”
“Benarkah -“
“Tapi...Aku ingin kamar berbeda.” Cana menyela seketika Corvin menjadi kecewa.
“[. . . Aku - tak bisa tidur]” Cana terdiam berbaring di kasur luas nya dengan gelap nya ruangan. Ia terus berganti posisi agar cepat tertidur tapi seperti nya dia tak terbiasa tidur di tempat orang lain. Alhasil ia turun dari ranjang membawa bantal nya dan berjalan ke kamar lain, ia mengetuk pintu dan rupanya disana ada corvin yang berada di dalam sedang duduk di ranjang membaca buku dengan penerangan lampu tidur.
Ia mendengar ketukan pintu dan di buka oleh Cana.
“Cana...Ada apa?” Ia menatap bingung.
“Um....Aku tidak bisa tidur, apa aku bisa disini?”
“. . . “ Corvin terdiam lalu meletakan bukunya di meja samping ranjang dan mengulur tangan. “Tentu, kemarilah.”
Cana berjalan menerima tangnya tapi tiba tiba cana tertarik corvin. “Uwah...” Hingga ia jatuh di kaki corvin.
“A-apa yang kau lakukan?”
“Haha, aku bercanda, kamrilah” Corvin memeluknya saat tidur.
“Um...corvin"
“Ya..”
“Apa yang kau lakukan?”
“Aku memelukmu, agar cepat tidur.”
“Tapi kenapa kau juga memeluk kaki ku dengan kaki mu.”
“. . . Agar kau tak bisa lari." Bisik Corvin seketika Cana kesal dan mendorong wajah nya.
“Pergi....jaga jarak!!" Ia memberikan bantal di tengah tengah mereka dan cana tertidur menghadap membelakanginya.
__ADS_1
“[Sepertinya akan sulit mendekati nya]” Senyum seringai Corvin.