
"Cana.... Siapa dia?" Corvan dari tadi menatap.
Lalu Cana menoleh pada nya sedikit. "Corvan.... Dia adalah orang yang tidak aku kenal" Kata Cana. Seketika edam yang mendengar itu menjadi terkejut berkata besar.
"Apa yang kau katakan Cana!!!" Dia langsung menarik tangan Cana membuat Cana terkejut.
Tapi corvan meremas lengan edam dengan tatapan serius. "Ada apa dengan mu... Kau mau mengganggu kekasih ku?" Tatap corvan dengan serius seketika eram terdiam mendengar itu.
"(Kekasih?!.....)" Dia menatap Cana yang tak bisa apa apa.
"Cana.... Kau beneran!!... Aku tak percaya ini kau melakukan hal yang seperti ini Cana..... Apa kau tidak mengingat ku sama sekali....?!" Dia menatap Cana dengan nada keras tapi hatinya masih ingin memohon.
"Maaf kan aku.... Aku pergi" Cana berjalan pergi begitu saja di ikuti corvan yang meninggalkan edam sendirian. "(Cana..... Kenapa kau.... Seperti ini?....Kupikir dulu kau juga suka padaku....selama sepuluh tahun ini kau pikir aku sedang apa....aku sedang mencarimu kemana mana dan sekarang hanya bertemu secara kebetulan membawa seorang lelaki lain....apa kau tidak malu menunjukan nya padaku....kau tidak tahu aku begitu terpukul melihat mereka)" Dia menjadi mengepal tangan meremas kalung yang ada di tangan nya. "(Tentu saja.... Lelaki tadi...aku benar benar mengenal nya dengan kuat, dia adalah corvan putra dari tuan besar harmes yang memiliki perusahaan paling berpengaruh di sini, corvan adalah lelaki yang di ajari membangun saham sendiri, jika tidak salah dia memiliki 3 gedung tingkat tinggi yang tak kalah bagus dari ayah nya padahal ruan herames sama sekali tidak memberinya uang untuk membangun usaha nya, tapi jika dia itu konglomerat kenap tampilan nya sangat biasa sekali....apa ini karena Cana, dia menyukai Cana sangat banyak?..... Tak bisa ku maafkan!!)" Dia tahu soal corvan.
--
"(Menurut ku edam adalah lelaki yang baik tapi aku tidak mau mengganggu nya saat itu... Kalung nya masih aku simpan dengan baik tapi aku tak tahu harus apa sekarang, apa edam akan membenciku..... Tapi, corvan)" Cana menjadi memandang corvan yang berjalan fokus ke depan, dan tak sengaja menoleh pada Cana.
"Cana.... Kau baik baik saja?" Tatap nya dengan khawatir.
"A.... Aku baik baik saja" Cana membalas sambil membuang muka perlahan.
"Cana, sebenarnya apa hubungan mu dengan pria tadi?... Apa aku bukan yang pertama untuk mu?" Corvan menatap.
Lalu Cana terdiam sebentar dan menghela napas panjang. "Aku dan edam adalah teman ngobrol di rumah sakit saat itu, aku lumpuh dan dia dirawat di rumah sakit... Kami sudah berjanji akan bertemu setelah edam kembali, tapi seseorang mengambil ku untuk memperbaiki kelumpuhan ku hingga saat itu aku dan edam tak ada hubungan apapun... Aku juga merindukan nya tapi itu sudah terjadi.... Dia juga tak bisa menemukan dan mencariku selama 10 tahun lama nya." Kata Cana dengan nada sedih bercampur kesal.
Lalu corvan tiba tiba memeluk nya membuat Cana terdiam. "Jangan khawatir Cana, kau sudah menjadi milikku, jangan anggap siapapun lagi di sini.... Mengerti" Kata corvan. Lalu Cana tersenyum dan menangis perlahan.
__ADS_1
"(Itu benar, aku milik nya corvan)" Dia juga memeluk corvan. Lalu kembang api datang, corcan yang menghadap ke langit memasang wajah serius tak peduli yang ia lihat kembang api yang sangat terkesan. "(Aku tidak akan membiarkan Cana di ambil seseorang)"
Tapi ponsel nya berbunyi panggilan. Ia melihat nya dan berwajah terdiam.
"Cana, bisa aku permisi sebentar?" Tatap nya lalu Cana mengangguk.
Corvan pergi sambil mengangkat ponsel itu.
"(Siapa yang menghubungi corvan?)" Cana menjadi terdiam.
Corvan sudah di tempat agak jauh dari Cana. "Ada apa?" Dia mulai mengangkat ponsel nya.
"Tuan corvan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda di rapat besok"
"Baiklah, jangan ganggu aku dulu.... Aku akan atur rapat itu nanti" Balas corvan lalu ia mematikan ponsel nya. Ia menjadi menghela napas, lalu menoleh ke Cana yang berdiri menunggu sambil menatap ke langit.
"(Aku tidak tahu kalau Cana akan memiliki pria di hidup nya, apa yang harus ku lakukan, aku tak mungkin meninggalkan nya setelah 2 bulan)" Corvan menjadi terdiam lalu berjalan mendekat.
"Ya..... Aku sudah selesai.... Ngomong ngomong Cana, bisa aku bilang sesuatu?" Tatap corvan. Hal itu membuat Cana terdiam.
Lalu mereka duduk di bangku taman berdua.
"Corvan apa yang mau kau bilang?" Tatap Cana dengan masih bingung.
"Waktu itu aku bilang padamu bahwa aku akan pergi jika sudah ada dua bulan.... Sekarang waktu itu telah di majukan. Satu minggu lagi aku akan pergi.... Tapi, aku ingin kau ikut dengan ku Cana" Kata corvan. Seketika Cana terdiam tak bisa bilang apapun.
"Kita pergi sama sama"
__ADS_1
"Kita akan... Pergi kemana?" Cana menatap.
"New York.... " Balas xorvan, seketika Cana terkejut.
"Apa maksud mu?"
"Kau bisa menjadi guru di sana Cana....Bayaran nya lebih besar" Kata corvan.
"Apa kau gila!! Bagaimana dengan ibuku nantinya?!"
"Kau bisa memutuskan dia ikut atau tidak. Jika ikut maka kau bisa bertemu dengan nya setiap hari. Aku akan memberikan apartemen ku yang ada di sana untukmu, jika kau tak mau membawa beliau maka seseorang juga akan mengurus nya di sini, aku akan meminta wanita kemarin" Balas corvan.
Tapi sepertinya Cana masih ragu. Dia menatap ke corvan dengan khawatir. "Tapi.... Kenapa kau memintaku ikut pada mu sampai seperti ini?"
"Karena aku mencintaimu Cana" Kata corvan. Seketika Cana terkejut tak percaya, hatinya berdegup kencang, mata miliknya melebar dengan mulut yang terngangah.
"Ini bukti cintaku padamu Cana.... "
"Tapi corvan, aku mohon dengarkan aku dulu... Saat pertama kali bertemu, kau bilang padaku ini hanya sebatas kontrak pacar. Kau bisa mencium ku dan kau bisa menyentuh ku tapi itu tidak lebih mengangkut perasaan kan.... Kau juga bilang kau hanya akan dia bulan menjalin hubungan dengan ku setelah itu kau pergi" Kata cana.
"Itu memang yang ku katakan, tapi apa datanya jika aku sudah gila cinta padamu, aku juga tidak menyangka aku akan suka padamu sebanyak ini.... Aku mohon cana.... Ikutlah aku, aku akan senang jika kau ikut dengan ku" Corvan memegang tangan cana dan mencium nya membuat cana terdiam berwajah merah.
"Corvan.... Aku agak takut"
"Pada apa?"
"Jika nanti aku tak bisa bicara di depan orang asing dan..... Umur kita jauh berbeda.... Aku sudah berumur 26 tahun dan kau masih 22 tahun corvan... Kau seharusnya sadar akan hal itu"
__ADS_1
"Aku tidak memandang hal itu cana..... Meskipun umur kita berbeda tapi pastikan aku bisa membawa kebutuhan yang baik untuk mu" Corvan menatap. Lalu cana terdiam dan menghela napas panjang dan mendekat menarik kerah corvan.
"Baiklah, aku akan ikut" Dia mencium bibir corvan di malam yang manis.