
...Pagi bestie ku yang Budiman...
Lanjut ya bestie dan masih dengan Ramon dan juga Rania
Ramon sedang memandang Rania yang nampak sangat cantik di mata nya.
Sedang kan Rania sedang nonton film romantis
Merasa Ramon tidak memperhatikan film nya Rania menoleh dan benar saja Ramon sedang fokus pada diri nya.
Lebih tepat nya pada bagian dada nya, karena ia tidak memakai *ra jadi otomatis ujung nya menonjol dan itu lebih tertarik untuk Ramon pandang.
'' Sayang '' panggil Rania
'' Hem ''
'' Liat itu film nya lagi bagus bagus nya '' kata Rania
Dengan malas Ramon menoleh tapi detik berikut nya mata nya melotot.
Bagaimana tidak saat ia menoleh pemeran utama perempuan dan laki-laki nya sedang berciuman dan itu tampak sangat panas.
Rania terlihat bingung saat melihat respon kekasih nya itu karena bagi nya itu terlalu berlebihan.
'' Kamu kenapa sih kok melotot, ya gak gitu juga kali sayang terpaksa sih terpaksa nonton tapi jangan berlebihan gitu dong reaksi nya. '' kata Rania kesal
'' Itu liat '' jawab Ramon
Setelah Rania menoleh nampak pemeran utama perempuan dan laki laki nya sedang berciuman dan sebagian pakaian sang perempuan sudah terlepas dari tubuh nya.
Rania jadi serba salah ia ingin tetap nonton tapi di sisi lain ia tahu jika saat ini Ramon sudah mulai tegang apalagi lama kelamaan ada suara aneh yang keluar dari mulut sang perempuan.
Dan Rania juga sangat yakin jika saat ini Ramon juga sudah mulai tegang terlihat jelas dari mata sayu nya.
'' Sayang '' panggil Ramon dengan suara berat nya
Rania hanya tersenyum meski pun tujuan nya memang ingin melakukan itu dengan Ramon tapi setelah melihat tatapan Ramon ia jadi kikuk sendiri.
Bisa di pastikan ia akan begadang malam ini untuk menyenang kan sang kekasih.
'' Kita ke kamar yuk '' ajak Rania
'' Tidak itu akan lama '' jawab Ramon
'' Ayolah pintu nya cuma di sana Sean '' bujuk Rania
Tanpa aba-aba Ramon langsung mencium Rania.
Ramon tidak peduli dengan alasan Rania yang ingin ia lakukan saat ini adalah penyatuan yang sesungguh nya.
Rania terkejut dengan serangan dadakan tersebut tapi detik berikut nya ia membalas semua perlakuan Ramon terhadap nya.
Ramon melepaskan ciuman nya dan menempel kan kening nya dengan kening Rania.
__ADS_1
" Maaf aku tidak bisa menahan nya lagi, bisakah kita melakukan nya di sini " tanya Ramon
Rania bingung bukan nya ia tidak mau tapi ia takut ada seseorang karena di ruang tamu itu sangat terbuka.
'' Tapi aku takut ada yang liat ini terlalu terbuka '' jujur Rania
" Tidak akan ada orang sayang " jawab Ramon
Tanpa menjawab Rania langsung men*aiki tubuh Ramon
Rania langsung mencium Ramon tanpa ba-bi-bu sedang kan Ramon berusaha untuk menempat kan tubuh nya agar lebih nyaman karena bagaimana pun Rania ada di atas tubuh nya.
Ramon langsung saja menjatuh kan tubuh nya ke sofa agar posisi nya lebih nyaman.
Dan itu malah membuat Rania tambah bersemangat.
Dengan langkah secepat kilat Rania melepas kan pakai an nya.
Sedang Ramon tidak bergerak ia hanya menikmati apa di lakukan oleh Rania, saat Rania sedang mode on kayak sekarang itu menambah kadar kecantikan nya bagi Ramon.
Rania dapat merasa kan jika tongkat Ramon sudah tegang, tanpa ba-bi-bu Rania langsung mencium le*er Ramon dan turun hingga ke perut nya.
Dan pada hal yang bersamaan tangan nya membuka ikat pinggang dan celana Ramon.
Setelah berhasil Rania memain kan tongkat itu dengan gemas.
Sedang kan Ramon mendongak kan wajah nya ke atas menikmati setiap sentuhan manja yang di ciptakan oleh sang pujaan hati di area kejantanan nya.
Tapi tak bisa di pungkiri Ramon sangat menikmati nya.
Karena tidak kuat akhir nya Ramon bangun menjatuh tubuh Rania di sofa.
Sekarang posisi nya terbalik Ramon yang memimpin dan Rania yang berada di bawah.
Ramon tidak ingin membuang-buang waktu dia langsung menyatukan bibir nya dengan bibir Rania hingga ciuman itu jadi panas dan terdengar sangat erotis.
Tangan Ramon tak bisa tinggal diam tangan kiri nya sudah memain kan pucuk Rania sedang kan tangan tangan nya menekan tengkuk Rania.
'' Keluar lidah nya Rania '' Kata Ramon di sela sela kegiatan panas mereka.
Rania menurut karena saat ini kesadaran nya sudah mulai hilang hanya ada kenikmatan yang ia rasakan.
Rania menjulur kan lidah nya, dan langsung di lahap oleh Ramon, sedang kan Rania hanya bisa mendesis sebab saat ini bola bola kenyal nya di mainkan semua oleh Ramon.
Setelah itu baru Ramon turun ke leher tapi tidak meninggalkan bekas sebab ia tau Rania akan bertemu dengan banyak orang.
Dari leher turun ke buah ken*alnya Rania.
Ramon bermain aktif di sana li*ah nya memainkan pucuk Rania dengan sangat aktif, li*dah itu mampu membuat se orang Rania gila.
'' Ramon '' panggil Rania
'' Hem ''
__ADS_1
'' Langsung saja aku udah gak kuat '' pinta Rania
Ramon langsung menyetujui nya karena ia juga sudah tidak mampu untuk bertahan lebih lama lagi.
Dengan gerakan pasti Ramon mengarahkan tongkat sakti nya ke milik sang kekasih.
Ke-dua nya sama menyebutkan nama masing-masing bersamaan saat benda itu masuk sepenuh nya.
'' Ramon '' kata Rania
'' Rania '' kata Ramon
Ramon tidak langsung bergerak ia mendiamkan miliknya sebentar.
Hanya untuk membiar kan Rania merasa nyaman.
'' Bergerak lah Ramon '' kaya Rania tersenyum
Mendengar itu Ramon langsung bergerak sesuai insting nya sebagai seorang laki laki yang memang butuh pelampiasan hasrat nya.
Rania memajam kan matanya menikmati kenikmatan yang tiada duanya itu.
Setelah sekian lama akhir nya mereka bisa berbuka puasa dan rasa nya sungguh nikmat.
Ramon sangat aktif mulut dan tangan nya tak tinggal diam.
Tangan nya aktif kanan kiri di bola bola kenyal Rania sedang kan bibir nya sedang menyatu dengan Rania.
Setelah sekian lama akhir nya Rania hampir mencapai puncak kenikmatan nya Rania semakin menggila bahkan saat ini ia yang sedang memimpin olah raga tersebut.
Rania bergerak dengan lihai di atas tubuh Ramon, bahkan ia menuntun tangan sang kekasih menuju bola bola kenyal indah nya.
Dengan senang hati Ramon akan memainkan bola bola kesukaan nya tersebut.
'' Rania '' panggil Ramon
Rania tidak menjawab ia hanya menunduk dan menatap Ramon.
Detik berikut nya Ramon langsung mengubah posisi nya tanpa melepas penyatuan mereka
Ada yang tau Ramon mengubah posisi nya seperti apa ?
Yang tau koment di bawah ya
Bagaimana untuk bab ini bestie apakah seru atau panas panas gimana gitu
Atau mungkin kurang panas
Tolong beri masukan ya besti agar author bisa perbaiki untuk selanjut nya
Jangan lupa tinggalkan jejak bye bestie
Like koment and vote ya bestie
__ADS_1