Gigitan Manis DADDY ,, !!

Gigitan Manis DADDY ,, !!
Terjerat Gairah Mantan


__ADS_3

Author mau promo lagi bestie, jangan lupa mampir ya.


Di jamin seru, dengan konflik ringan.


Yuk mampir author tunggu ya.


Silahkan di baca.


Sinar mentari pagi menyinari, memasuki sudut kamar bernuansa pink.


Se orang gadis masih ter tidur dengan pulas nya, walau suara dering alarm terus bergetar di atas nakas nya.


Gadis itu sama sekali tidak terganggu dengan kebisingan itu.


Sang Mama yang mendengar alarm sang putri langsung membuka pintu itu dengan kasar.


Memiliki anak seperti Rara menguji kesabaran nya, tapi bagaimanapun, Rara anak yang paling ia sayangi,dan di sisi lain juga sangat menyebalkan.


"Astaga, Rara! buruan bangun! ini udah jam berapa?" teriak se orang wanita paruh baya namun masih terlihat begitu cantik.


Rara anak dari pasangan Adipati dan istri nya Rania. Gadis itu kini sudah berusia 16 tahun dan duduk di bangku XI.


Rara bukan putri kandung dari keluarga Adipati.


Rara adalah anak yang mereka angkat dari panti asuhan.


Saat umur Rara 12 tahun, dia di adopsi oleh keluarga itu, sebab mereka tidak memiliki keturunan.


Rara bagaikan berlian yang harus mereka jaga sebaik-baik nya, kehadiran Rara membuat suasana rumah itu nampak lebih hidup.


Mama Rania menjadi lebih aktif dan juga peka terhadap sekeliling nya, karena keberadaan Rara.


Banyak yang menyayangi Rara.


Rara sangat bersyukur untuk itu.


Sekalipun orang tua angkat nya itu selalu sibuk, tapi mereka tidak pernah menelantarkan Rara.


Semua Rara dapat kan dengan mudah apapun itu.


Rara tidak bergeming sekalipun mama nya itu sudah berteriak-teriak seperti orang kesurupan.


''Rara bangun! Mau sekolah tidak, jika tidak Mama akan kirim kamu ke rumah nenek, yang ada di kampung,'' ancam sang Mama.


"Lima menit lagi mah," gumam nya dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Rara, ini hari Jum'at! jangan sampai Mama dan Papa di panggil lagi sama guru BK kamu. Plis wake up!" mana Rania langsung menarik selimut yang di kenakan oleh rara.


Dan dengan sekuat tenaga mengangkat tubuh anak gadis nya dengan susah payah, dan memaksa nya masuk ke kamar mandi.


''Sabar mah, sabar iya Rara juga mau mandi kok, jangan di dorong nanti Rara nya jatuh,'' jawab nya protes.


''Kalau tidak memakai cara kekerasan, kamu tidak akan bangun, seperti hal nya kemarin kamu sudah bolos karena kesiangan bangun sekarang mau bolos lagi tidak ya Rara,'' jelas sang Mama.


''Ya mau gimana lagi coba mata nya gak mau buka,'' jawab nya santai.


Sepertinya Rara sudah bangun sudah 100%.


''Maka nya jangan begadang terus, hanya nonton drama kesukaanmu itu, ingat masa depan Rara, kamu satu satu anak Mama, dan kamu juga yang akan menggantikan posisi papa di perusahaan ingat itu,'' ucap sang Mama memperingati posisi Rara.


''Apa yang Papa dan Mama lakukan itu semua untuk kamu, perusahaan itu pun akan menjadi pemilik kamu, jadi, stop menjadi gadis yang pemalas.'' ucap nya tidak mau di ganggu gugat.


''Iya Ma, iya Mama sayang, sekarang keluar lah Rara mau mandi,'' usir Rara.


Karena saat ini posisi nya Rara berada di dalam kamar mandi, sedangkan mama nya ada di luar kamar mandi dengan mengoceh terus menerus.


"Mama tunggu di meja makan. Kalau kamu gak turun juga, siap-siap mobil kamu Mama kempesin!" ancam nya, dan itu selalu sukses membuat mata Rara langsung terbuka lebar.


''Mama, jangan dong Mah,'' ucap nya dengan melas.


''Telat sedikit kamu akan kehilangan mobil kamu,'' ucap nya dengan tegas.


''Selalu saja ada drama pagi di kamar ini, apa sih Ra, kamu bisa mandiri, Mama sayang banget sama kamu, tapi kalau mama tidak tegas, kamu akan menye-menye terus,'' ucap sang mama.


Setelah di rasa Rara benar-benar mandi, mama Rania segera turun dan menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil nya.


Setiap pagi mama Rania selalu menyempatkan diri untuk mengurus suami, dan putri nya.


Jika tidak begitu, maka mereka tidak akan memiliki waktu.


Sedangkan, Rara saat ini sudah selesai dengan di ritual mandinya, dan ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.


Memoles wajah nya dengan sedikit make up.


Karena memang Rara lebih suka dengan penampilan yang natural.


Setelah dirasa oke Rara langsung.


"Good morning!" teriak Rara menuruni tangga sambil memakai dasi sekolah.


"Baru saja Mama mau ke garasi." Jawab sang mama.

__ADS_1


''Ya ampun Mama main ngomel aja .Jawab dulu dong selamat pagi dari anak tercintanya ini,'' gerutu Rara.


"Mama kenapa hobi banget sih ngancem? mana yang jadi tahanan selalu mobil lagi. Iks!" decak Rara dengan kesal.


"Lagian kamu ini anak gadis, tapi kebo nya minta pun. Astaga Rara, Mama sampai capek loh bangunin kamu setiap pagi." Ucap sang mama dengan menggebu-gebu.


"Ya sudah, mulai besok Rara akan bangun pagi sendiri. Janji!" kata nya dengan penuh bersemangat.


"Iya janji aja terus. Sudah berapa ratus kali kamu bilang begitu ke Mama, dan nyatanya apa? Masih Mama juga kan yang bangunin!" sewot sang mama.


"Hehehe, maaf Mah. Rara selalu khilaf kalau soal bangun pagi, tapi kali ini serius beneran," ujar nya memberikan dua tangan yang bembentuk huruf V.


''Mama sebenar nya ingin percaya, tapi entah lah Mama selalu ragu dengan ucapan mu itu,'' jawab sang mama.


''Yah,. Mama mah gitu,'' gerutu Rara.


''Papa mana Ma?'' tanya Rara.


''Ada di kamar, sebentar lagi juga turun, sekarang tata makanan ini di meja,'' perintah sang mama.


Dengan telaten Rara menata makanan itu dengan secantik mungkin.


Dan baru lah sarapan di mulai setelah kepala keluarga itu tiba.


Setelah itu mereka melanjutkan aktivitas masing-masing.


''Awal yang baik,'' gumam Rara.



Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.


Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.


Aamiin.


...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...💞💞💞💞...


__ADS_2