
...sore bestie...
Berbeda dengan ke tiga perempuan tersebut yang menikmati hari kebebasan mereka
Saat ini Agha Ramon dan juga Vebian sudah berada di restoran yang tadi malam Wiliam pesan
Selain untuk makan siang mereka juga ingin mengambil CCTV yang mereka pasang tadi malam lebih tepat nya yang Ramon pasang
Sedang kan Wiliam dan Chika udah keluar sejak kemarin hanya saja ke tiga nya baru sempat sekarang karena kemaren mereka harus menyelesaikan beberapa urusan terlebih dahulu karena bagaimana pun pujaan hati mereka sedang berada di sebrang sana jauh mereka bertiga
Lebih baik sekarang kamu gerak cepat " pinta Agha
Makan dulu lah " tolak Ramon
Terserah " jawab Agha cuek
Dam setelah itu mereka ber tiga makan siang dengan makanan favorit nya masing masing
Setelah selesai dengan perut nya mereka langsung sibuk dengan hand phone masing-masing
Dan beberapa detik kemudian Ramon pergi tanpa permisi
Tujuan nya untuk mencari pelayan yang ia ancam dan memulus kan rencana nya
Setelah ketemu dengan pelayanan tersebut dengan cepat Ramon meminta pelayanan itu untuk menemani nya pergi ke kamar yang sebelum nya di pesan oleh Chika dan di gunakan untuk bersenang-senang dengan ayah palsu nya Agha
Ramon sengaja mengajak pelayanan tersebut karena ia takut di kemudian hari akan ada masalah yang di timbul kan akan ulah nya tersebut bersama dengan ke dua sahabat nya itu karena mereka tau Wiliam itu sangat licik tapi bagaimana pun tidak akan pernah bisa mengalahkan kecerdasan Agha dan kelicikan nya
Tapi yang mereka takut kan adalah Wiliam menarget kan pendamping nya dan itu akan lebih sulit untuk mereka
Ramon bukan nya keterlaluan dan juga takut dengan gertakan Wiliam hanya saja Ramon selalu bersikap waspada seperti yang sudah Agha peringat kan, karena setiap orang pasti memiliki rencana yang tak bisa ia tebak.
Karena sejati nya setiap manusia memiliki sifat yang sekarah dan tak pernah puas
Jika sudah bersangkutan dengan uang dan juga kekuasaan maka semua nya bisa gelap mata
Bahkan ada orang tua mengabai kan bahkan melantar kan anak nya sendiri
Mereka yang sudah gelap mata bisa berbuat apapun agar ke inginan nya ter penuhi apalagi orang lain.
Ramon masuk ke kamar tersebut dan kamar itu sudah bersih karena kamar itu sudah di bersih kan tapi untung nya kamar itu tidak ada yang menempati setelah keluar nya Wiliam dan juga Chika
__ADS_1
Pelayan itu tidak melakukan apa apa karena tugas nya hanya mengawasi dan juga mengantar kan Ramon ke kamar itu
Sedang kan Ramon dengan cepat mengambil CCTV jarum tersebut dan memasuk kan ke sebuah box kecil uang sudah ia siap kan sejak kemarin.
Akhir nya Ramon selesai dengan tugas nya sedang kan sang pelayan pergi untuk melanjut kan pekerjaan nya
Ramon menepati janji nya dengan membuat kan pelayan itu lolos dan juga memberi kan uang untuk pelayan tersebut.
Ramon ber jalan dengan santai menuju tempat VVIP yang sudah di pesan Agha, dengan tenang ia masuk dan langsung menyerah kan CCTV itu ke Agha
Tapi Agha tetap Agha di mana pun dan kapan pun jiwa kewaspadaan nya selalu menjadi nomor satu karena Agha tau saat ini banyak musuh yang mengintai nya
Ramon dan juga Vebian sudah sangat hafal dengan itu karena itu tanpa kesempatan bersama Vebian diam diam membawa laptop siapa tau di butuh kan dan benar saja Agha membutuh kan laptop tersebut untuk saat ini
Setelah itu Agha menyalin ke flashdisk serta meng-copy foto ke tersebut untuk di kirim ke Ramon dan Vebian.
Setelah di rasa cukup dan aman segera mereka pergi lebih tepat nya Vebian dan juga Ramon yang kembali tapi tidak dengan Agha
Sedang kan Agha hanya mengiyakan meksipun jiwa nya berontak ingin ikut balik tapi demi misi nya ia rela bertahan di sana.
Ya meskipun itu sangat mustahil.
Tidak butuh tiket atau pun menunggu jadwal penerbangan karena mereka akan menggunakan pesawat pribadi Agha untuk kembali.
'' aku balik ya gha '' pamit Ramon
'' aku juga bro '' ucap Vebian
'' Hati hati kalian lindungi Amora saat aku tak ada Besok aku juga akan kembali '' kata Agha
Setelah itu mereka ber pelukan sebagai tanda perpisahan sementara
Setelah itu Agha menuju ke kediaman sang ayah angkat berharap ayah nya tidak ada di sana.
Karena bagaimana pun Agha masih tidak terima dengan perlakuan ayah angkat nya ingin rasa nya Agha memenggal kepala nya tapi ia tahan sebab ia masih membutuhkan orang itu
Agha mengendarai mobil nya dengan sangat tenang karena setelah ini ia tidak memiliki agenda lain dan tujuan nya setelah sampai hanya untuk tidur siang.
Tapi sayang keinginan Agha tidak terkabul kan, sebab setelah Agha sampai ayah angkat nya baru turun dari lantai dua dan terlihat lebih segar dari biasa nya.
'' Dasar orang tua biadab '' gumam Agha sangat geram
__ADS_1
" Udah tua gak ingat umur " ucap Agha
Agha terus ber jalan seoalah ia tidak melihat keberadaan sang ayah.
'' Agha '' panggil Wiliam
Mendengar panggilan sang ayah angkat nya Agha menghirup udara sebanyak banyak nya dan membuang nya.
'' Hem '' jawab Agha
'' Sini duduk dulu '' kata Wiliam bersikap biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa apa.
Mau tidak mau Agha duduk dan akan mengikuti permainan sang ayah angkat nya
" Ayah senang karena kamu mau mampir ke sini " ucap Wiliam
" Kenapa ini kediaman kakek jadi sebagai cucu aku berhak juga ke sini " jawab Agha ketus
Mendengar itu William tak bisa apa-apa
" Aku lebih berhak berada di sini ketimbang orang asing " lanjut Agha
'' Gimana tadi malam Cika ? '' tanya Wiliam mengalihkan pembicaraan
'' Hah kok malah nanyak ke aku '' kata Agha mamainkan peran nya.
'' Terus ayah harus tanya ke siapa nak '' jawab Wiliam
'' Bukan kah ayah yang lebih tau apa yang terjadi dengan Cika '' kata Agha sengaja ingin melihat perubahan ekspresi Prita gila itu
Dan benar saja ada keterkejutan di wajah nya nya tapi hanya beberapa detik setelah itu kembali seperti semula.
'' Kau ini ngomong apa sih nak '' kata wilaim
'' Gpp cuma kata pelayan tadi malam yang bawa Cika adalah anda bahka anda juga yang mengatakan nya pulang '' kata Agha sok polos
'' Hah '' kaget Wiliam
BERSAMBUNG....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1