Gigitan Manis DADDY ,, !!

Gigitan Manis DADDY ,, !!
Masih di sini


__ADS_3

...Baik lah ayo lanjut...


...Karena banyak di antara kalian yang ingin lanjut maka author lanjutkan....


...Jangan baper ya bestie...


...Saat kalian membaca ini ...


...Hehehehe...


'' Hemmm Ramon '' kata Rania saat Ramon mengubah posisi mereka.


'' Kenapa sayang ? '' tanya Ramon


'' Ini sangat dalam '' jujur Rania.


'' Bergeraklah lah Rania ''


Rania menurut karena memang diri nya ingin segera menuntas hasrat nya.


Rania bergerak mengikuti keinginan nya, dalam ranjang baik Rania atau pun Ramon tidak ada yang jaim.


Dengan begitu baik Rania atau pun Ramon bisa mendapat kan kepuasan yang mereka ingin kan.


Ramon menggeram saat Rania bergerak dengan sangat seksi di mata nya.


Bahkan bola bola kenyal itu berlarian mengikuti irama yang Rania ciptakan.


'' Kau sangat seksi Rania '' ucap Ramon


'' Bukan kah kau suka jika aku menjadi perempuan yang nakal saat di ranjang tuan Ramon '' jawab Rania


'' Sangat and aku selalu puas dengan apa yang kita selalu lakukan, kau yang terbaik dan selama nya akan tetap seperti itu '' ucap Ramon


'' **** lah Ramon '' kata Rania menekan tengkuk sang kekasih agar mendekat ke arah bola bola kenyal nya.


Ramon yang mendapat itu langsung memain kan bola bola kenyal itu dengan sangat semangat, bahkan l*dah nya juga bermain di dalam sana.


Hingga membuat Rania sampai pada puncak nya.


'' Ramon '' Erangan Rania saat diri nya sudah sampai pada puncak nya .


Di sertai dengan tubuh yang menempel pada Ramon.


Rania mengatur nafas nya dalam pelukan Ramon.


Sedang kan Ramon hanya tersenyum merasa kan tongkat nya hangat di dalam milik kekasih nya itu, itu sudah pasti karena manisan yang di keluar kan oleh pujaan hati nya.


Setelah nafas Rania agak teratur Ramon memilih menjauh kan tubuh nya dari tubuh Rania.


'' Udah puas ? '' tanya Ramon dengan ter senyum


Rania hanya mengangguk di sertai dengan senyuman nya.


'' Bisa aku lanjut kan sekarang ? '' tanya Ramon lagi


Rania hanya bisa mengangguk mengangguk


'' Bis kah kita lanjut kan di dalam kamar '' pinta Rania


'' Kenapa kalau di sini ? '' tanya Ramon penasaran


'' Terlalu sempit '' jawab Rania

__ADS_1


'' Kan sofa nya bisa di buat ranjang juga sayang '' kata Ramon dengan membelai salah satu bola bola kesukaan nya.


'' Tapi lebih enak di kamar, jika aku lelah aku bisa langsung tidur tanpa harus pindah tempat '' kata Rania


'' Baik lah dengan satu syarat '' putus Ramon


'' Apa ? '' tanya Rania


'' Biar kan aku melakukan nya sepuas nya dan kau tidak boleh menghenti kan ku jika aku belum ingin menghenti kan nya '' nego Ramon


'' Lakukan lah tapi jangan kasar '' jawab Rania manja


Mendengar jawaban sang kekasih membuat Ramon tambah bersemangat empat puluh lima.


Tapi Ramon tetap Ramon meskipun ia telah sejutu untuk tidak melakukan nya di sofa tapi tetap aja Ramon melakukan nya.


Ramon kembali menjatuh kan tubuh Rania ke sofa sedang kan Rania kaget dengan kelakuan Ramon bagaimana tidak ia sudah setuju untuk pindah ke kamar dan kenapa ia malah menidurkan kembali ''


'' Kenapa masih di sini ? ''


Ramon tidak menjawab ia malah menekan sebuah tombol yang berada di sofa tersebut.


Sehingga sofa tersebut menjadi sebuah ranjang.


'' Ramon ini '' kata Rania


'' Satu kali lagi sayang, aku sungguh sudah tidak dapat membendung lagi '' pinta Ramon memelas


Akhir nya mau tidak mau Rania menuruti keinginan Ramon karena ia juga bisa merasa kan tongkat ajaib nya Ramon yang tertanam di milik nya semakin besar dan itu tanda jika Ramon masih sangat ber gairah.


Karena tidak ingin Ramon menunggu terlalu lama akhir nya Rania berkata.


'' Lakukan lah malam ini aku milik mu, lakukan lah sampai kamu puas tapi jangan kasar '' jawab nya


'' Aku tidak akan kasar, aku tidak akan menyakitimu '' janji Ramon


'' Iya, men*esah lah saat aku bergerak keluar kan suara mu, buat aku melayang dengan suara merdu itu '' pinta Ramon pada Rania


'' Tergantung kamu bisa gak buat aku melayang apa gak '' tantangan Rania dengan mengait kan lengan nya di leher Ramon


'' Kau meragukan kekuatan ku '' jawab Ramon


Setelah itu Ramon bergerak dengan tempo yang sedang sedang kan mulut nya bermain di bola bola kenyal kesukaan nya.


Li*ah nya bermain dengan lihai di dalam sana hingga membuat raniay on lagi.


'' Hemmm Ramon " kata Rania


'' Masih meragukan kekuatan ku ? '' tanya Ramon


'' Tidak kau yang terbaik '' jawab Rania


Setelah itu Ramon bergerak , sedang kan Rania meracau tidak jelas tapi pinggang nya juga ikut bergerak membantu sang pujaan hati tambah menikmati penyatuan mereka.


Ramon hampir sampai dan gerakan nya tambah kuat hingga membuat Rania kualahan di buat nya.


Rania menggeleng kan kepala nya ke kiri ke kanan saat merasa kan kenikmatan itu, mulut nya tak tinggal diam Rania meracau tak jelas.


Sedang kan Ramon meminta maaf.


'' Maaf Rania apa aku terlalu kasar ? ''


'' Tidak ini sangat nikmat Ramon '' jawab Rania

__ADS_1


'' Maaf tapi sungguh aku juga tidak tahan aku hampir sampai '' kata Ramon


'' Tunggu aku '' pinta Rania


Ramon mengangguk kepala nya, setelah itu ia mengurangi kecepatan gerakan nya menunggu Rania agar bisa mencapai puncak bersamaan.


'' Ramon '' panggil Rania di barengi dengan tangan nya yang meremasi bola bola kenyal kesukaan Ramon.


'' Kenapa ? ''


'' Nikmat Ramon '' ucap nya.


'' Kau menikmati nya ? ''


Rania mengangguk detik berikut nya.


'' Aku hampir sampai Ramon, percepat lah '' pinta nya


Ramon menuruti nya hingga beberapa detik kemudian mereka mencapai puncak bersamaan.


Ramon ambruk di atas tubuh Rania sedang kan Rania memejam kan mata nya setelah pelepasan yang kedua.


Ramon tersenyum setelah melepas kan penyatuan mereka.


'' Hemm '' reflek Rania saat milik Ramon di cabut dari milik nya.


'' Kok di lepas '' protes Rania


'' Mau pindah ke kamar gak? '' kata Ramon


'' Mau tapi jangan di lepas biar kan menyatu sampai ke kamar '' pinta Rania


'' Kau yakin ? ''


Rania hanya mengangguk


'' Malam ini aku hanya ingin terbang bersama mu, hitung-hitung sebagai penebusan karena akhir akhir ini kita sangat jarang ketemu ''


Setelah itu Rania bangun dan dengan gerakan cepat ia duduk di pangkuan Ramon dan mengarah kan milik Ramon ke milik nya.


Hingga


Jleeeeeb


Masuk sempurna


Kedua nya tidak langsung bangun, Rania hanya memeluk Ramon sedang Ramon mengusap punggung Rania.


'' Apakah besok akan ada yang membersih kan apartemen ini ? ''


'' Tidak, kenapa '' jawab Ramon


'' Pakaian kita berserakan, aku tidak ingin ada yang melihat kekacauan ini '' jawab Rania


'' Tidak tapi pagi apartemen ini sudah di bersih kan. ''


'' Baik lah biakan pakaian ini, ayo pindah ke kamar '' ajak Rania


Mereka pindah ke kamar tanpa melepas kan penyatuan mereka, ingat mereka tidak tidur mereka ingin melanjut kan olah raga malam yang enak enak.


Ramon melakukan nya berkali kali tapi ia tidak pernah puas, sedang kan Rania menepati janji nya untuk tidak menghentikan kegiatan nya


Gimana seru gak?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Like, koment vote dan klik favorit ♥️


__ADS_2