
Hari kelulusan kak Rizky (hari kenaikan kelas andrean dan tania)
"lu yakin naik kelas tan?" tanya Andrean dengan nada mengejek
"pea lu, yakin lah."
"hhmmmmm lu gak bakalan bilang apa apa ke kak Rizky? Ya mau goodbye gitu misalnya"
"ngga Ndre, hidup gue udah baik baik aja sama lu"
"Ouh okay"
"azseeeqqqqq azzseeeeeqq ahayyy" batin Andrean.
~
Acara pelepasan angkatan Rizky pun usai, tania, andrean dan teman teman seangkatannya pun sudah resmi menjadi siswa/i kelas 3 sma.
"banyak banyakin solat, sholawat, tobat lu Ndre. Ga lulus nanti ditinggalin Tania loh" ucap vina
"sadar diri dong blay sadar! " ucap andrean
Kisah mereka mengalir begitu saja, tak ada perdebatan serius diantara mereka. Hanya lelucon dan gombalan receh dari andrean. Hingga ketika 6 bulan sebelum mereka lulus.........................
__ADS_1
"Ndre, gue mau bilang sesuatu" ucap Tania memulai obrolan.
"ngomong apa nich?"
"nanti aja pulang sekolah, mampir beli es dawet dulu ya"
"oke"
....................
Kringgggggg, bel istirahat berbunyi, niatan andrean yang hendak mengajak tania pergi ke kantin harus tertunda lantaran.............
"Ndre, ikut gua dulu yu" ucap vina
"kemana vin? Lama ga? Gua mau ke kantin sama tania soalnya"
"iya tan ga lama ko. Ayo ndre" ucap vina sambil menarik tangan andrean.
Tak ada rasa curiga sedikit pun kepada mereka, karena mereka berdua adalah dia orang yang sangat Tania percaya. Andrean, kekasihnya. Dia hendak mengatakan sesuatu ditempat istimewa bagi mereka yaitu di pangkalan es dawet. Tania hendak mengatakan bahwa dia sudah sadar dan merasakan bahwa dia sudah benar benar mencintai Andrean. Lebih dari ketika dulu dia mencintai Rizky, cinta Tania begitu besar, sangat besar pada Andrean, maka dari itu, ia ingin andrean tau tentang perasaannya yang sudah mendarah daging. Sedangkan Vina, dia adalah sahabatnya sedari SMP, Tania sudah lebih dari Sekedar percaya pada vina.
Ditempat lain, Diwaktu yang sama. Vina membawa Andrean ke gudang belakang sekolah. Tempat yang jarang didatangi siswa.
Tiba tiba, sangat tiba tiba. Vina mencium pipi Andrean. Jelas itu membuat andrean syok.
__ADS_1
Andrean yang masih mencerna apa yang terjadi masih terdiam. Hingga vina memecahkan keheningan.
"gue cinta sama lu Ndre, jauh sebelum lu jadian sama Tania. Lu bisa bayangin kan gimana sakitnya gue ngeliat kalian berdua pacaran, mesra mesraan didepan gue. Gue tadinya mau pendem ini semua karena Gue Gamau nyakitin tania. Tania sahabat gue. Tapi gue gabisa Ndre. Gue Gabisa! Cinta gue sama lu bener bener gak main main. Ayo Ndre selingkuh sama gue. Yah please ndre" ucap vina sambil berurai air mata.
Jelas ucapan vina membuat Andrean kaget. Sangat mengejutkan.
Belum sempat Andrean berkata apa apa. Tania datang dengan langkah kaki yang terdengar dipaksakan untuk melangkah.
"Ndre, lu boleh putusan gue, lu jadian aja ya sama vina. Gue Gapapa ko.. Gue jug.........."
"Gue yang ga bisa tan. Lu mungkin ga ngerasa berat ngomong gitu karena emang dari awal lu nerima gue karena Kasian kan. Gue yang gak bisa ga kenapa kenapa kita putus cuma gara gara temen lu ini........"
"dengerin gua dulu Ndre, gue bisa kasih cinta yang lebih besar dari pada cinta nya tania. Gue bisa bikin lu ngerasa dicintai, dan......"
"diem lu! Tan, oke kita putus! Tapi bukan berarti gue mau macarin temen lu itu! Gak! Gaakan pernah! Sia sia tan. Sia sia gue kasih seluruh cinta gue sama lu. Tapi apa ini? Lu dengan entengnya nyuruh gue mutusin lu dan jadian sama vina. Lu kira gua apaan? Gue emang cinta tan sama lu. Tapi untuk kali ini, kelakuan lu bener bener ga manusiawi!" ucap andrean sambil melangkah pergi meninggalkan vina dan tania.
Dengan langkah setengah lari, tania berusaha mengejar Andrean. Namun andrean menulikan diri. Dia tak peduli tania yang mengejarnya, tak peduli tania yang terus memanggil namanya...
Terlalu sakit! Itulah sedikit gambaran kondisi hati andrean saat itu.
"Sakit banget anjirrr, Yaallah pengen nangis ajaaaa" batin andrean.
Tania tetap mengejar langkah andrean dan memanggil namanya walau andrean tak acuh.
__ADS_1
Tania sadae telah menyakiti andrean. Tania juga tak mau kehilangan andrean, tania ingin menyampaikan perasaannya pada andrean. agar dia tau bahwa tania bukan hanya Sekedar Kasian pada andrean. tapi memang tania sudah terlanjur cinta dan bergantung pada kehadiran sosok andrean.
Andrean terus berjalan menuju parkiran, mengendarai sepeda motornya dan pergi meninggalkan sekolah, meninggalkan tania dan tas nya!