
Terkadang seseorang yang kita jadikan tempat bercerita akan membuat cerita buruk dihidup kita. Tak peduli siapa yang akan dikorbankan asalkan hati kita terhormat, itu membuatnya senang entah karena benci atau memang gelay
Semua terdiam. Taada suara, hening. Mereka semua memandang asal suara tamparan itu, yang berasal dari arah Tania dan Vina.
Semuanya diam, menunggu sesuatu memecah keheningan.
"Eh maaf Vin, ada nyamuk tadi gede banget, segede gini" ucap Tania memecah keheningan sambil memperlihatkan jempolnya untuk menunjukan ukuran nyamuk yang ia katakan tadi. Padahal ia berbohong. Taada nyamuk yang hinggap di pipi vina. Hanya mungkin karna cemburu hehe
"nyamuk? Nyamuk apaan? Gausah bohong ya lo!" bentak vina yang tersulut emosinya
"ih ada ko, tanya aja Andrean"
Damn!!!!!!!!
"kenapa jadi gue yang kena" batin andrean.
Vina dan Tania menunggu Andrean angkat bicara.
"lo juga liat kan Ndre? Ada nyamukkan tadi di pipi Vina?"
"hah? Oh iya Vin, ada ko beneran ada. Sumpah deh" ucap Andrean.
Vina pun hanya memutar bola matanya dan kembali duduk dengan perasaan jengkel. Tania berbalik badan menuju kursinya dengan rasa puas.
__ADS_1
"mampus lu! Gausah macem macem maka nya" batin Tania
Pelajaran terus berlangsung hingga bel pulang sekolah berbunyi.........
"Ndre, anterin gue pulang yuk" ajak Tania
Andrean yang kebingungan pun celingukan memandang vina dan tania bergantian. Andrean bingung, sangat bingung. Apakah ia harus mengantar Tania pulang? Tapi bagaimana dengan Vina? Andrean adalah sosok yang sangat tidak enakan jadi suasana seperti ini sangat mengerikan baginya
"mmmm anu, duh gimana ya" ucap andrean kebingungan sambil menggaruk kepalanya
"Ndreeeeee! Lu blom lama putus sama gue udah ketombean! Pacarlu yang sekrang ga bisa ngurus lu ya?" ucap Tania sinis
Vina pun melotot kagey sekaligus marah
"jaga ya omongan lo! Guee......."
"aku anterin Tania ya Vin, kamu pulang naik ojol bisa kan?" ucap Andrean
Vina speechless! Sedangkan Tania tersenyum senang. Tak menunggu Vina angkat bicara lagi, andrean langsung melangkah pergi bersama Tania.
~
"Ndre, makasih ya" ucap Tania
__ADS_1
Sangat terlihat jelas ada setumpukan rindu yang tania tampung dalam hidupnya. Tania merindukan Andreannya. Begitupun Andrean.
"sabar ya sayang, kalo semua udah terungkap kita pasti sama sama lagi kok, kamu rumah buat aku. Sejauh apapun ku pergi, kamu tempat aku balik lagi " ucap andren sambil mengusap kepala Tania.
Nyaman. Sangat nyaman. Tania ingin menghentikan waktu. Dia masih sangat merindukan Andrean.
Andrean izin pulang karena memang sudah mulai senja. Mau tak mau tania pun membiarkan Andreannya pulang. Padahal masih ada segenggam rindu yang tersisa.
~
Tania merebahkan dirinya di kasur wueen size mikiknya. Teringat kembali kilasan kilasan kenangannya bersama Andrean, semuanya terlihat sangat indah saat mereka tak lagi bersama. Tania menyesali tiap moment yang ia sia siakan saat masih bersama andrean.
Ditengah lamunannya, HP tania berbunyi menandakan ada pesan masuk.
From Vina
Bayaran gue mana? Gue udah berhasil loh ya bikin andrean sama tania putus. Tf Uangnya sekarang juga
"Maksudnya apaan nih hah apaan" batin tania. Tania memang tau bahwa vina disuruh seseorang untuk menghancurkan hubungannya. Tapi kenapa ada pesan seperti ini dari vina? Apa maksudnya?
Pesan ini telah dihapus
"Chatnya juga udah dia hapus lagi, tapi kalo dia salah kirim, pasti dia mau ngirim ke orang yg namanya mirip sama nama gue. Tapi siapa ya?" ucap tania berbicara sendirian.
__ADS_1
Tiba tiba tania teringat akan sepupunya yang bernama tia, apakah dia dalang dari semua ini? Ah rasanya tidak mungkin.
Tapi jika dipikir pikir...................