
Ada tiga hal yang tidak bisa ditarik kembali.
Batu yang Dilempar ke laut
Garam yang dihanyutkan disungai
Ucapan yang sudah terucap.
Ucapan Andrean mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Tania dan Vina pun hanya bisa melongo.
Tersadar akan apa yang terjadi, Tania menghampiri Andrean dan bertanya
"Maksud lu apa Ndre? Lo apa apaan sih?"
Dengan santainya Andrean menjawab
"ini kan yang lu mau? Lu nyuruh gue jadian sama vina. Ya ini gue lakuin"
Tania tertohok! ia memang ingat dan sadar akan apa yang ia katakan kemarin. Tapi ketika Andrean mengabulkan apa yang dia minta, Tania justru tak rela! ia rak mau ini terjadi!
Ini memang permintaan yang kemarin ia katakan pada Andrean. Tapi ia juga tak rela Andrean meninggalkannya. Tania terlanjur cinta pada Andrean.
"Ngga! Ngga boleh! Pokoknya ini gak boleh terjadi. Gue cinta sama lu ndre, tolong lupain ucapan gue kemaren yah, please ndre. Jangan gini. Gue udah terbiasa sama lu gue cinta sama lu" Tangis Tania pecah
"Bukannya lu nerima gua karena Kasian doang ya tan?" ucap Andrean sambil tersenyum sinis
Tania mendengar itu hanya terdiam. ia pun akhirnya menjawab
"Tapi sekarang gue cinta Ndre sama lu! gue cinta banget sama lu! sadar dong Ndre. percaya sama gue!" ucap tania dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Andrean tak menghiraukan ucapan Tania. Ia malah menatap Vina dan berkata
"Gimana vin? Lu mau kan jadi pacar gue "
__ADS_1
"lu serius ndre? Lu ngga bercanda kan?" tanya vina
"gue serius vin, lu mau kan jadi pacar gue? "
"iya Ndre, gue mau! " ucap Vina berantusias
Jederrrrrr!
Sakit! Hati tania sakit! Hati tania hancur! bagai dihantam ratusan pedang, lalu dihajar oleh bom!
Tania hanya terdiam dengan semuanya, masih syok, tak terima, tak ikhlas. Apa apaan ini.
Para warga sekelas pun bergunjing! Mereka langsung menyerbu Tania dengan banyak pertanyaan. Tapi tak satupun dari pertanyaan itu yang tania jawab. Tania terlalu terfokus pada hatinya yang sakit! Sangat teramat sakit! Tania tak ikhlas, ia tak rela Andreannya menjadi milik orang lain.
Teman teman sekelas mereka hanya tau sedikit dari apa yang sebenarnya terjadi. Karena pertanyaan mereka tak dijawab oleh Tania. Mereka berasumsi bahwa Andrean lah yang meninggalkan Tania dan berpaling pada Vina. Mereka menganggap Vina sebagai wanita yang tak punya hati! Bagaimana bisa ia menerima cinta dari seorang lelaki yang masih menjadi kekasih sahabatnya sendiri.
"sama sama setan!"
"serasi banget"
"Cantikan juga Tania"
"buta tuh si Andrean"
"si Vina pake pelet gak sih"
"Najis banget liatnya gue"
Dan masih banyak cemoohan warga kelas mereka. Mendengar itu, Andrean memegang tangan vina, mengusapnya dan berkata......
"jangan didengerin ya. Dengerin gue aja"
Vina pun hanya mengangguk sambil tersenyum. Tania yang melihat adegan itu pun memalingkan wajah menatap jendela sambil sebisa mungkin menahan air matanya agar tak jatuh.
__ADS_1
Sambil terus berfikir tania terus bertanya tanya, secepat itukah hati andrean berpaling? Secepat itu kah ia melupakan Tania? Tania sudah terbiasa bersama andrean dan kini harus membiasakan diri lagi tanpa Andrean.
~
Sesampainya dirumah, Tania langsung merebahkan dirinya. Ia sadar bahwa ini adalah pertama kalinya setelah menjadi kekasih Andrean ia pulang sekolah dengan naik ojek.
Begitu banyak hal yang ia rindukan tentang Andrean. Hinakan receh Andrean, minum es dawet bareng Andrean, Pergi dan pulang Sekolah bersama Andrean, ditanyai kabar oleh Andrean, mengamuk pada Andrean, Andrean dan Andrean. Padahal baru satu hari ia tanpa Andrean. Baru satu hari!
Mengingat itu Tania meringis dan tersenyum jahat.
"hehe baru satu hari. sadar Tan sadar! lu bukan siapa siapanya Andrean lagi sekarang! ini akibat omongan lu juga kan. mati aja lu sono dah" ucapnya dengan nada yang terdengar putus asa.
Ditengah lamunannya, tiba tiba Tania terfikirkan tentang vina yang tiva tiba menyatakan cinta pada Andrean. Menurutnya itu suatu ha yang aneh, ada yang salah dari itu semua. Tania terus berfikir apa yang sebenarnya terjadi. Apakah vina hanya pura pura mencintai Andrean hanya untuk menghancurkan hubungannya? Tapi untuk apa? Tania terus berfikir hingga ia terlelap.
~
Vina dan Andrean, sepasang kekasih baru yang sedang hangat jadi topik perbincangan sekolah. Mereka tak menghiraukan omongan orang lain, mereka tak mau pedulikan hal seperti itu. Terlalu membebani hidup fikir mereka.
Setiap pagi kini disuguhkan pemandangan Andrean bergandengan menuju kelas bersama vina. Bukan lagi Tania! Bukan Tania lagi!
Satu minggu berlalu, semua masih sama. Andren masih dengan kekasih barunya. Tania masih sibuk membenahi hatinya yang hanya tersisa kepingan.
Andrean mengantar jemput Vina ke sekolah, bertukar kabar dan bercanda tawa bersama vina. Sama hal nya dengan yang ia lakukan pada Tania dulu.
Kini, tinggalah Tania dengan sisa kepingan hatinya yang tak lagi utuh. Menjalani hari hari dengan hampa. Ia harus membiasakan diri lagi tanpa Andrean. Tania harus membiasakan diri, harus!
Ta, tapi..... Tapi ini terlalu berat. Fikir tania.
~
Saat Tania melangkah menuju kelas, langkahnya terhenti. Ada seseorang yang menghalangi langkahnya. Tania terdiam menantap seseorang yang sudah sangat ia rindukan.
Dengan tiba tiba seseorang di hadapannya itu menariknya menuju belakang kelas. Itu terlalu tiba tiba karena Tania sedang bengong.
__ADS_1
Tania langsung terlonjak kaget saat orang itu menariknya. Ia hendak berkata tapi seseorang itu sudah berbicara duluan.
"Do you wanna know something?" ucap seseorang itu sambil mengedipkan mata.