
CUKUP PERCAYA BAHWA KAU MASIH SATU SATUNYA, TAAKAN KUUCAPKAN TAPI KAN KU BUKTIKAN.
"siapa?" tanya tania dengan penuh rasa penasaran
Andrean yang menggantung ucapannya menatap dalam wajah Tania, Tania yang sadar Andrean Menatapnya pun berkata.....
"iihh, ndre. Siapa yang nyuruh di vina?"
"gue juga Gatau Tan, dia ga sebut nama orang itu waktu di telfon."
"dih si bego" ucap Tania kesal
"hehe Yamaap, nah maka nya ayo kita cari tau sama sama"
"caranya?"
"mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm"
Gumaman Andrean yang Terlalu panjang membuat Tania semakin kesal.
Plakkk
Tania menampar wajah Andrean
"aduhhhh, sakit Tan"
"Lagian lo lola ih"
"ya gue juga gatau Tan harus pake cara apa buat nyari tau orang yang nyuruh vina"
"yaudah lo tetep sama vina aja dulu, terus lu pancing pancing gituh pake pertanyaan"
__ADS_1
"pertanyaan apaaan?"
"ya tanya aja apa alesan dia suka sama lo, terus keluarga dia apa kabar gituh ntar kalo dia nyaman ngobrol sama lo lama lama juga bakal keceplosan" ucap tania
"ouuuuuhhhhhhhhhhh,oke"
"pinteran dikit napa lu"
Andrean menjawab hanya dengan cengiran
~
"Paaggiiiii sayang" sapa Andrean pada Vina saat memasuki kelas
"pagi juga bep" balas vina
"najong Tralala deh lu" batin Andrean
"sayang kenapa hari ini ga jemput aku? Tumben banget" ucap Vina dengan nada yang sedikit dimanjakan
"mmm maaf sayang, aku lambat bangun" ucap Andrean menipu
"ouh gitu"
"untung ni anak kadal percaya aja" batin andrean
pelajaran pun dimulai, semuanya berjalan dengan lancar namun tiba-tiba suara handphone Vina mengagetkan Semua penghuni kelas. Vina pun sesegera mungkin untuk mensilent handphonenya tapi guru terlanjur mendengar, lalu bertanya pada Vina Siapa yang menelpon? Apakah orang tuanya? Apakah dari sesuatu yang penting? jika tidak Hp itu akan disita.
"Vina, siapa yang telfon? Orang tuamu bukan? Apakah penting?" tanya guru yang sedang mengajar.
"hah? Oh ngga ko bu. Bukan apa apa" jawab vina gelagapan.
__ADS_1
"kalo begitu HP kamu ibu sita, ambil saat pulang sekolah"
"tapi bu,"
"siniin vina. Mana HP nya"
Vina pun memberikan HP nya dengan sangat berat hati. Andrean berbisik ditelinga Vina.
"Gapapa sayang, sampe jam pulang sekolah doang ko, nanti aku temenin ambilnya ya"
Hati vina mengahangat mendengarnya. Sebelumnya ia tak pernah diperlakukan seperti itu. Ada perasaan aneh dalam hatinya. Mungkinkah ia sedikit mulai menyukai Andrean?
"vin? Ko bengong?" tanya andrean
"hah? Ngga ko hehe"
Selama jam pelajaran, vina tak henti hentinya mencuri curi pandang pada andrean. Seolah olah tak ada yang lebih menarik dari andrean.
Vina menatap andrean sambil tersenyum merekah, terkesan horor! Namun andrean tak menyadari dirinya di tatap vina. Tania lah yang sadar bahwa sedari tadi vina menatap aneh pada andrean. Tania yakin bahwa vina mulai menyukai andrean. Tania tak suka itu! Andrean hanya miliknya! Vina tak boleh menyukai Andrean!
Tania berjalan, menghampiri tempat vina dan andrean. Andrean tak menyadari kedatangan tania, namum Vina yang kaget akan kehadiran tania pun bertanya....
"mau ngapain lo?" tanya nya ketus, ia seakan akan tak mau andrean melihat atau bercengkerama dengan tania. Sebisa mungkin vina menjauhkan andrean dari tania. Andrean yang mendengar vina berbicara pun melihat kedatangan tania.
Tak ada jawaban dari tania, vina pun kembali bertanya
"lo mau ngapain sih? Lo budeg?"
Tania tal menjawab. ia malahan terus melangkah mendekat kearah vina. vina yang mengacu pun berdiri menyambut kedatangan Tania.
Dan tiba tiba...........
__ADS_1
Plakkkkk!
Sebuah tamparan mendarat mulus, sangat mulus!