
Jujurlah walau sakit, setidaknya itu hanya menyakiti untuk sementara waktu.
Ah tidak mungkin Tia, dia kan sepupunya Tania. Mereka masih satu family jadi sepertinya memang tidak mungkin Tia yang menyuruh vina melakukan itu semua. Walaupun memang Vina sudah mengenal Tia karena Vina memang sering ke rumah Tania dan tidak sengaja bertemu Tia. Hanya sebatas itu, tak lebih. Jadi tak ada dasar untuk Tania mencurigai Tia.
Tania pun terus merenung, siapa dalang dibalik semua ini? Kenapa? Apa salahnya pada orang itu? Fikirannya terus melanglang buana tak tentu arah hingga sang pemilik otak pun tertidur.
~
Hari minggu yang cerah, sangat cerah. Secerah senyuman Vina hari ini. Sepertinya sangat terlihat jelas bahwa benih benih cinta memang sedang tumbuh dihatinya siapa lagi kalo bukan menyukai Andrean. Lelaki yang kini mengisi hari harinya.
"cantik banget gue, pokoknya Andrean harus makin cinta sama gue. Hahahaha" ucap vina pada diri sendiri sambil bercermin
"gue telfon bebep Andrean dulu deh" ucapin sambil menekan call pada kontak Andrean.
Tutt tutt tutt
"iya halo" ucap seseorang ditelfon
__ADS_1
"sayanggg, cuacanya lagi bagus banget lohh, mau jalan ga? Ayo dong hang out" rengek vina
"duhh, maaf ya vin. Kayaknya ga bisa deh. Soalnya aku lagi fokus belajar buat ujian kita nanti."
"Yaampun sayang, ujiannya kan masih lama"
"maaf vin. Tapi emang ga bisa"
"ayang mah gitu"
"yaudah deh kalo gituh mah, next time aja" ucap vina mengalah.
Panggilan diakhiri oleh Andrean.........
"maaf vin. Gue harua bohong. Gue bukan sibuk belajar buat ujian. Tapi sibuk nyari kalimat buat ngomong ke Tania tentang apa yang sebenernya terjadi" batin Andrean
~
__ADS_1
Pagi yang sama namun suasana hati berbeda dengan Tania. Ia yang masih saja memikirkan siapa dalang dibalik ini semua. Sejak kemarin Tania tak makan, tak tidur dengan nyenyak, tak mandi pula.
Ditengah lamunannya, HPnya berdering, menandakan sebuah panggilan masuk, dari Andrean. Dengan sisa tenaga yang ada Tania mengangkat HP nya yang berukuran lumayan besar. Pasti membutuhkan sedikit energi untuk mengangkatnya.
"halo?" ucap Andrean dari sebrang panggilan
"hmm" tania hanya menjawab dengan gumaman, ia terlalu malas untuk bicara
"mmmmm, gini tan. Gue semalem minta tolong temen gue yang punya bakat ngehack, nah gue minta tolong gitu buat hack seisi HP nya si Vina. Gue udah liat hasilnya. Ada bukti orang yang nyuruh dia ngelakuin semua ini" ucap Andrean. Ia mengerti, sangat mengerti perasaan Tania yang sedang sangat kacau balau. Ia pun memberitahukan apa yang semalam ia dapat, sebuah bukti yang bisa membuktikan dengan mutlak Siapa dalang dibalik semua itu.
Dengan sangat perasaan terkejut Tania berkata
"hah? secepet itu?" ucapnya tak percaya
" Sebenarnya beberapa hari setelah gue jadian sama Vina itu minta tolong ke temen gue buat hack HP dia. karena emang gua rasa Vina itu emang ga cinta sama gue, dia pasti disuruh orang karena Emang dari awal dia ga menunjukan kalau dia itu suka sama gue, tiba tiba dia ngaku kalo dia suka sama gue udah lama itu kan ga masuk akal. pasti ada yang enggak beres dibalik ini semua dan Kemarin temen gue itu dia berhasil dapetin bukti-bukti bahwa vina emang disuruh sama seseorang" ucap andrean menjelaskan
"truss siapa orangnya?" jawab vina penasaran
__ADS_1