
Sudah satu minggu semenjak aku dan dion kembali dari liburan kami.. sekarang pun kami jarang bersama karena dion lebih sering tinggal di rumah kakeknya alasannya karena ingin belajar bagaimana cara menjalankan perusahaan kakeknya nantinya. dan aku juga lebih sering di kampus seharian karena tugas dan laporan menumpum yang harus aku kerjakan. aku juga sekarang lebih sering berkumpul dengan temanku dari pada menghabiskan waktu dengan dion.
awalnya kami baik" saja kami tetap bertemu walau hanya sebentar atau sekedar telvonan untuk saling mengabari tpi sebulan kemudian dion bahkan tidak perna mengunjungiku... saat menelvon dia pun dia jarang skali mau mengangkat telvonnya.
sebagai kekasihnya tentu saja aku mulai gelisa apa k dia baik" saja. Aku membulatkan tekatku weekend nnti aku akan mengunjungi dion ke rumah kakeknya. aku bahkan saat ini sangat ingin memeluknya sudah hampir dua bulan kami tdk bertemu bahkan untuk saling mengabari pun dia hanya membalas pesanku dan tak mau mengangkat telvonku.
Hatiku sangat senang hari ini. Qkenakan dress dengan motif bunga" yang sedikit berada di bawah lutut serta lengan yg sedikit agak panjang dan bagian leher yabg agak terbuka membentuk V neck berwarna peach tak lupa aku memasangkannya dengan sepatu hills berwarna nude dan aku juga hanya membawah dompet.
aku melajukan mobil yg di beli oleh dion sebagai kendaran kami berdua yang dia tinggalkan di rumah. pikirku agar dion tidak usah repot" mengantarku kembali nantinya. Saat sampai di rumah dion q lihat ada beberapa mobil terparkir tetapi ada warna mobil yang sangat asing bagiku. berwarna pink??? apakah dion punya sepupu atau kerabat perempuan yang berkunjung?? seingatku dion hanya anak tunggal dan sepupu perempuannya tinggal di luar kota semua gumamku dalam hati.
__ADS_1
saat aku memasuki rumah aku di sambut oleh paman Jhon yang tak lain asisten rumah tangga kakek dion.
eh neng ayo masuk kok baru kelihatan.. saya pikir neng sama mas dion udah putus loh kemarin" hehehe.. masuk neng mas dion lagi di dalam sama temennya kata pak jhon sambil tersenyum kepadaku.
haa?? temannya dion dari mana pak? kok aku baru tahu dion punya teman akrap kataku sambil tersenyum cekikin karena yah alasanku sudah pasti karena dion yang bersikap dingin dan tak mempunyai teman akrap . Saat sampai di dalam mataku tiba" terbelalak tak percaya dengan apa yang aku lihat. Jangtungku serasa terpompa kencang dan perlahan mataku mulai berkaca". Aku berteriak sekencang mungkin. "Dion ngapain kamu??? Diaa siapa??? kataku sambil menatap dua orang di depanku yang tengah asik berpelukan bahkan sebelum itu aku sempat melihat mereka melepas ciumannya. Dion kamu tega banget sma aku yah aku bela"in datang ke sini cuma karena aku khawatir sma kamu tapi kamu malah buat hal begini di belakang aku. Kataku sambil menangis.
ohh gitu yah dion kamu enak"kan dsni ngak perna mau angkat telvon aku bahkan jarang banget hubunhin aku karena kamu ngak mau aku ganggu berduaan sma dia kataku sambil menunjuk cewek yang sedang duduk dengan posisi menyilangkan kaki dan baju yang di belahan dadanya agak sedikit dibuka dengan sengaja dan tatapan sinis kepadaku bahkan aku dapat membaca tatapan kemenangan kepadaku. tanpa sadar aku menangis. Dion kamu kok kayak gini sih sma aku.. aku percaya loh sama kamu tapi kamu malah ngelakuin hal begini di belakang aku. yang membuat aku lebih kecewa lagi dion tak membantah lagi atau mengelak apa uang aku tuduhkan ke dia. Dion dia siapanya kamu sebenarnya pasti bukan hanya sekertaris kamu kan kataku yang sudah terbata" karena menangis.
Bii kamu baiknya pulang aja nanti aku susul kamu aku masih ada urusan dsni dan nanti aku bakalan jelasin semuanya ke kamu tapi tidak sekarang bii aku mohon kamu pulang dlu. kata dion dengan raut muka yang sangat sedih sambil memelukku.
__ADS_1
Tidak dion kamu harus jelasin sekarang kalau ngak aku ngak bakalan bicara sma kamu lagi kataku melepas pelukan dion.
Ngak bisa sayang kamu harus pulang dulu aku ngak bisa ngejelasinnya sekarang. kata dion kepadaku sambil memegang pundakku. Dion aku pikir aku bisa percaya sama kamu. aku kecewa sama kamu. bahkan kamu pun udah ngebentak aku tadi. aku salah apa sih sama kamu. Aku pikir kita bakalan terbuka tapi sekarang yang aku lihat kamu lagi menghindari aku banget kalau kamu kayak gini yaudah aku bakalan pergi kataku sambil berlari meninghalkan rumah dion yabg sama skali tak di susul dion bahkan aku masih sempat mendengar dion meminta maaf ke sekretarisnya tebtang sikapku barusan. tega kamu yah dion kataku melajukan mobilku sambil menangis.
aku pikir kami akan baik" saja tapi beberapa bulan pacaran aku baru tahu ternyata hubungan yang awalnya kami bangun dengan kepercayaan bakalan dion hianati dengan kebohongan.
Gimana yah kelanjutan ceritanya hehehe
jangan lupa like dan koment yah teman" biar aku semangat nulisnya yah makasih
__ADS_1