
Sepulang dari tempat olaraga q rasakan tubuhku agak sakit dan tentunya hatiku juga... Setelah sekian lama memendam dan berusaha membiarkan masalahku dengan dion berlalu Jesica tiba" muncul mengingatkanku kembali emosi yang slama ini terpendam kembali q buka lagi...
Jika boleh jujur hatiku masih sangat merinduhkan dion..
aku bahkan mulai berfikir apa yang dion lakukan dulunya sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahannya tapi yang tak bisa q maafkan adalah ketika dia berusaha tak jujur dan menyembunyikan semuanya dariku.
Aku mulai pusing dan memutuskan untuk mandi.. setelah mandi aku berfikir untuk keluar jalan" sebentar ke taman.. seperti kebiasaanku sebelumnya ketika malam tiba dan aku merasa suntuk di apartemenku aku akan keluar menghirup udara bersih di sekitar taman sambil menatap bulan...
Setelah sampai di taman denis tiba" menelvonku
"Yaa ada apa denis kataku sambil memandang bulan"..
"Kamu dimana bii aku di apartemen kamu" kata dion
kamu ini bilang dong kalau mau datang... aku di taman seperti biasa kalau kamu mau kesini datang sendiri saja kataku ingin menutup telvon.
biii kamu ini cewek keluar malam" begini nanti kalau ada yang berbuat jahat sama kamu gimana kata dion dengan suara terburu"...
__ADS_1
heii pak denis ini bukan lokasi kantor yah kamu ngak ada hak buat perintah" aku lagi kataku mematikan telvon.
Beberapa menit kemudian tiba" seseorang menepuk pundakku aku kira itu denis sontak aku berbalik untuk menatapnya namun tiba" pengelihatanku gelap....
Kubuka mataku perlahan tempat ini tampak asing dan terlihat seperti gudang.. dan qlihat ada dua orang laki" yang sedang berjaga sambil bermain kartu.. hei siapa kalian kataku namun aku tak bisa berdiri.. tangan dan kakiku terikat... lepaskan aku kataku berteriak...
*Hei dia bangun cepat panggil nona kata seorang dari mereka".. aku terus berteriak... ketakutan mulai menghantuiku... siapa mereka.. apa mereka ingin membunuhku... tapi kenapa.. aku bahkan belum menika sialan... oh Tuhan tolong selamatkan aku batinku dalam hati....
Jesica tiba" muncul dengan raut muka yang tampak seperti seorang psikopat.. dia datang dan langsung menamparku..
"Plakkk" Suara tamparan yang sangat keras mendarat di pipiku... Rasakan itu wanita jalang kata jesica penuh amarah.. Jesicaa sialan kau lepaskan aku kata berteriak...
matilah kau kata jesica.. namun sebelum pisau itu sampai di perutku suara tembakan terdengar sangat keras... " Angkat tangan kalian"..
polisi mulai berdatangan di susul denis yang langsung berlari memelukku...
kamu ngak apa" biii kata denis melepaskan ikatanku..
__ADS_1
Denis aku takut banget kataku memeluk denis..
*Bawah dia pak kata drnis kepada beberapa polisi..
sialan kau denis jangan ikut campur urusanku yah kata jesica lagi.. lepaskan aku brengsekk kalian tidak tahu siapa aku heee kata jesica kepada polisi yang menyeretnya keluar dari ruangan..
bii ayoo pulang kata denis mengangkatku..
denis kamu tahu dari mana aku dsni kataku yabg masih dalam gendongan denis.
Aku ngak terlambat kan biii denis masih sempat tersenyum kepadaku..
Aku tadi sempat melihat kamu di bawah oleh dua pria asing kedalam mobil dan tanpa pikir panjang aku mengikuti mereka.. untung keburu... lagian aku juga curigaa kamu kan selama ini ngak punya teman pria.. teman kamu cuma aku aja... *Biii kamu ngak berminat jadiin aku pendamping kamu masa jadi teman terus sih kata kak denis yang masih sempat bercanda....
ihh genit banget sih kamu denis kataku sambil mencubit perut denis...
*ehh jangan cubitt nanti kita jatuh bii kata denis sambil memajukan mukanya... mata kami tiba" saling bertatapan *Dag dig dug* perasaan apa ini mukaku tiba" memerah dan aku langsung memalingkan mukaku... dan kak denis juga melakukan hal yang sama...
__ADS_1
**hai teman" aku butuh banget like dan komentar kalian.. please jangan lupa yah... **:)