
"lu kenapa sih ha?." galaksi yang mulai gerah dengan tingkah sahabat yang selalu posesif denganya.
" gua cuma ga mau lu itu deket sama di Lak." jawab bintang
" kenapa sih Bi?." tanya galaksi lagi dengan menatap mata hazel itu dengan tatapan intimidasi
"pokoknya laksi harus nurut sama Bi ,ga mau tau!!." dengan bahasa seperti anak kecilnya . galaksi muak dengan semua ini ,selalu dengan kekangan yang tidak jelas
" Bintang, gua itu cuma sahabat lo, lo ga ada hak buat atur gua mau deket sama siapa aja , maaf bi gua harus bilang gini sama lo ,tapi gua cape di giniin dari dulu sama lo ,gua udah gede bi ,gua bukan galaksi yang bakal nangis cengeng ke pelukan bunda kalo gua lagi ada masalah ,gua adalah galaksi yang udah tumbuh dewasa bi ,yang ga perlu lo khawatirin." jawab galaksi panjang lebar ,sambil menatap gadis mungil di depanya .
"tap..i Lak."
"TAPI APA BI?." menaikan satu oktaf suaranya dan gadis itu terlonjak kaget
"ka ....rna Bi.. sa..yang sama laksi." jawab bintang terbata bata sembari menundukan kepalanya ,dan bisa di liahat mendengar kata itu seketika tubuh galaksi bergetar hebat.
" I..ya gu..a tau k..kok. lu sayang gua dari dulu kan ?" tanya galaksi terbata dengan bibir bergetar " sayang karna gua teman pertama lu kan setelah ku pindah dari LE?." lanjut ucapan Glaksi yang sempat terpotong tadi.
" jawab Bi ?." tanya galkasi lagi tapi Bintang masih engan menatapnya.
"YA GUA SAYANG SAMA LO DARI DULU, TAPI RASA SAYANG INI UDAH BEDA LAK, INI BUKAN ANTARA SAHABAT DAN SAHABANYA ,ATAU ABANG KEPADA ADEKNYA TAPI IN.."
"udah ga usah di jawab , ini cuma obsesi lo aja , kita udah janji bukan?SAHABAT." galaksi pergi meninggalkan Bintang yang menatap punggunya nya menjauh
"LAKSI!! JANJI ITU BAKAL GUA HANCURIN, GUA BAKAL KERJA LO !! LAKSI GUA PASTIIN CINTA GUA GA BAKAL BERTEPUK SEBELANG TANGAN." teriak Bintang ,akan tetapi galaksi masih berjalan menjauh
' ga Bi ini salah ,lo ga boleh ada rasa sama gua ,GAK.'!!-Batin Galaksi
'Lo Galaksi ,dan gua bintangnya, lo tidak akan bersinar tanpa ada gua laksi ,gua bakal kejar lo ,bagaimana pun lo nolak gua.-batin bintang
__ADS_1
Seperti anak kecil ,ya Bintang menganggap bahwa kejadianya semalam itu akan tidak bersamalah, ya begitulah. merekaalan berkelahi dna berdebat ,tapi tidak alan perang dingin ,tapi tanpa. Bintang sadari itu adalahal yang salah, ini adalah saatmya Berjuang-outor
------------------------------------------------------------------------
*Di kelas*
Bintang sangat kesal ,bagai mana tidak ,hampir saja ia telat , wajah murungnya tanpak di sepanjang jalan koridor, kaki mungilnya mengentakan sesekali satu langkah , keringat mengalir di pelipisnya ,kulitnya memerah karna berlari mengejar mang uya ,agar gerbangnya tak di tutup.
"AH Galaksi , kalo ga bisa jemput gua kaya biasa bilang napa dah ,untungnya ga telat ." ngedumel sepanjang jalan ia di koridor ,bahkan ia sudah sempat akan mengomeli galaksi jika bertemu di kelas.
" nah tudia bocah. dih malah tenang liat gua menderita ,cih dasar kambing, harus gua gulai." dengan langkah tak gentar seperti pahlawan, Bintang mendekat kearah tempat duduknya atau ,tempat duduknya bersama galaksi (kek pelaminan gitoh)-authorak
"heh bangke ,lu ga jemput gua ,lu tau ga sih gua hampir telat ,mang uya hampir ae nutup pagernya ,untung badan gua itu langsing kayak lissa blackpink." Omel Bintang ,dan Galksi hanya menatapnya santai , ia berdiri dan memindahkan tasnya yang berawal di kursinya ke belakang.
" lu duduk sama Bintang ." dan orang yang di tatap galaksi itu pun terbirit berpindah ,bagaimana tidak yang memberi perintah seorang Galaksi Aditama ,keluarga donatur terbesar untuk sekolah.
-
-
-
-
-
-
KRING.....
__ADS_1
BEL PUN BERBUNYI
itu adalah bunyi surga nya di sekolah ,bagi seluruh umat pelajar ,karna bell itu menandakan bahwa kegitan belajar di hentikan untuk makan dan lain lain
"Laksi ,yuk kantin."Bintang berusaha seperti biasa pada Galaksi ,laki laki yang beberapa hari ini berubah semenjak malam itu.
tidak menjawab pertanyaan dari Bintang ,galaksi nyelonong pergi tanpa menghiraukan sahabatnya Bintang, akan tetapi bukan bintang namanya jika ia mudah menyerah.
" Laksi!! ih kok Bi di tinggalin sih?." Bintang mengejar galaksi dan berusaha menyamakan langkahnya dengan galaksi yang langkahnya lebih lebar ,karena kaki galaksi yang lebih panjang.
" ih laksi ,kamu belum makan ,bunda kamu udah kasih saran kamu jangan telat makan , nanti mag kamu kambu laksi ,nanti siapa yang susah?." Bintang ngedemel menasihati laki laki yang sudah menjadi perhatiannya beberapa waktu ini.
"ga ada yang nyuruh lo buat perhatian sama gua, kalo lo kesusah yaudah ga usah perhatian kali, gua udah gede." bertapa teriris hati bintang mendengarnya ,betapa terkejutnya ia mendengar ucapan laki laki yang ada di sampinya ,yang berbicara ketus.
" buk.. bukan gitu lak.."
" GALAKSI!! suara lain memanggil nama laki laki yang sangat ia cintai , dan sang empunya nama pun menatap kearah belakangnya dan Bintang menatap wanita yang memanggil gakaksi dengan tatapan tajam.
"Galak , nanti kita buat proposal buat event ." ucap wanita itu dengan senyuman sok manis ,bibir di poles demgan liplost merah kek nenek nenek.
" eh cabe ,lu niat sekolah apa kagak? itu di bibir lu kok ada merah merahnya ,habis dari kawinan mane lu." sarkas Bintang kejam dan wanita yang bernamtag Talita itu mendelik mendengar perkataan Bintang
" and ya ,nanti laksi ada urusan sama gua." ucap Bintang lagi ,Talita tak berani menjawab pertanyaan Bintang ,karna Bintang adalah cucu dari pemilik yayasan sekolahnya dan perusahaan tempat ayahnya berkerja
" ya nanti gua tunggu di parkiran ." galasi meninggalkan mereka dan Bintang masih terpaku dan bingung.
'apakah ini ringtangan?'-Bintang
'apakah ini salah?'-galaksi
__ADS_1