
hujan pun tau kapan ia turun ,ada kalanya hujan turun untuk menutupi seseorang yang sedang menangis dalam pelukanya ,agar tak ada yang tau
-author-
------------------------------------------------------------------------
bintang sangat merasa bersalah ,ia mondar mandir di depan kamarnya ,petir sudah mulai menggelegar ,menampakan nyanyiannya , Bintang sama sekali tak terusik ,karna ia sedang memikirkan sesuatu.
ya benar ia memikirkan amarah Galaksi tadi siang, ia takut Galaksi akan membencinya, ia sudah menchat bakan menelfon Galaksi ,akan tetapi Galaksi itu tak kunjung menjawab pesannya dan telfonya.
Bintang sudah kehabisan fikiran ,ia pun memberanikan diri pergi kesebrang jalanya ,lalu mengetuk pelan
*tok tok tok..*
"iya tunggu." jawab suara yang sangat tidak asing bagi Bintang ,suara yang sangat ia rindukan.
cklek
" kamu udah fikirin yang aku bilang tadi Nia?." tiba tiba Galaksi membuka pintu dan bertapa terkejutnya bahwa yang datang bukan lah Nia.
"M...A..AF " Bintang sedikit takut mengatakan satu kata itu ,ia tak berani menatap mata Galaksi ,yang menyorot langsung padanya.
"Gua ga ada urusan sama lo." jawab galaksi datar ,dan membanting pintunya ,hingga suara itu menggelegar.
__ADS_1
"GALAKSI!!.."
"LAKSII!''
Bintang memanggil manggil nama galaksi dari depan pintu rumah galaksi,akan tetapi galaksi tak meresponya.
"LAKSI ..AKU TAU KAMU DENGAR AKU." lirih bintang mengucapkan kata itu, ia berusaha menahan air matanya,dan suasana malam yang mendung menambah citra sedih kisahnya.
"GALAKSI..sebenci itu kah kamu sama aku? salah ya ,aku punya rasa sama kamu? apakah hati yang di buat tuhan ini salah?, jika benar bawa hati ini laksi ,biarka aku hidup tanpa hati ." air mata yang sedari tadi ia tahan pun keluar.
"hiks... dunia itu nama lain dari teka teki, aku menyerah di sini atau di sana."
"Tapi aku akan berjuang laksi hiks ." air mata pun turun sangat bulir indah itu sudah lolos dari mata hazel itu , Bintang menangis di bawah langit yang sudah ikut menangis hingga tangisan langit pun semakin deras.
di tempat lain ,Galaksi melihat dari jendela kamarnya ,seorang wanita yang dulu selalu ada di hari harinya ,ia menatap sendu Bintang ,ia ingin sekali keluar dan memeluknya ,akan tatapi egonya mengatakan 'TIDAK'
'lupakan aku Bi ,jangan siksa hati dan jiwa kamu, karna aku tak bisa menerima mu ,karna hati ku bukan untukmu'-batinGalaksi
menatap miris , Bintang terduduk dengan baju yang ,basah ,dapat di lihat Bintang sama sekali tak beranjak dari guyuran hujan , dan tubuhnya bergetar karna kedinginan.
"L..gg..si.. m...ggg..aafin ak..gg..u" sambil memeluk tubuh nya sendiri dan giginya sudah berngertak kedinginan
'maafin aku laksi ...'batinBintang
__ADS_1
dengan pakaian basah kuyub ia pun masuk dengan pintu belakang ,agar dina ibunya tidak khawatir melihat keadaamya yang berantakan ,rambut basah, dan mata sembab.
-
-
-
-
-
"BI bangun sayang ,udah pagi." Suara dina di balik pintu dan membuka pintu ,ia melihat putrinya tampak menggigil dan berkelumanan dengan selimut yag menutup seluruh tubuh mungilnya
"mom." Bintang melihat Dina yang memasuki kamarnya ,suara parau seraknya memanggil sang ratu . Dina pun seketika panik dan mengecek suhu Bintang yang tinggi.
"Mom.. BI mau sekolah.."dengan wajah yang pucat ,bintang berusaha bangkit ,langkahnya lemas ." ga sayang kamu sakit." tahan Dina melihat anaknya yang pucat dan ia khawatir.
"hm." Bintang menggeleng lalu tersenyum memastikan bahwa ia tak apa." gak mom ,Bintang ada urusan di sekolah ,yang harus Bintang selesaikan." memastikan sang ibu, tapi Dina masih juga mebatap anaknya khawatir.
"Nanti kalo Bintang selesai urusannya Bintang bakal pulang kok." ucapnya lagi sambil tersenyum.
'MAAF MOM ,BINTANG HARUS DAPAT KAN MAAF LAKSI MOM'-batinBintang
__ADS_1