GOSAH DI BACA.. KESALAHAAN INI

GOSAH DI BACA.. KESALAHAAN INI
PART 12


__ADS_3

jangan menangis.. tapi aku lelah.. jangan  takut.. tapi di sini gelap.. aku harus apa?


-Bintang-


------------------------------------------------------------------------


"lo ga harus bahagia di saat lo benar benar sedih dengan bahagia itu." jawab jody lagi tanpa  melunturkan senyumanya.


Bintang  tersenyum lagi ." mungkin nanti semua akan tumpah."Bintang tertawa sumbang.


"hati lo kuat Bi."-lissa


"tapi hati lo rapuh."-jody


"menangislah"-jody


senyuman yang sedari tadi bertahan di bibir mungil itupun  akhrinya, berganti dengan isakan.


"Jika hati gua kuat, kenapa gue menangis?, kenapa hati gua menyesakan?."pertanyaan memilukan keluar dari bibir mungil itu.


"Bodoh!." maki bintang lagi pada dirinya sendiri ,Lissa pun ikut menangis dan memeluk Bintang.


'orang bodoh adalah orang yang menyiakan lo.'-batinLisa


"jika merasa lega ,lo bangkit dan tunjukan lo baik baik aja." ucap laki laki beralis tebal itu, lalu pergi meninggalkan mereka yang sedang patah hati


****


-Di kelas-


keadaan kelas seketika ribut semenjak kejadian langka ,di mana seorang galaksi yang sekarang menjadi milik orang lain ,yang mereka ketahui bahwa tak ada yang berani mendekati Galaksi , karna ada Malaikat mau di dekatnya.


"gilak gilak , si Bintang beneran mematung ."


"si Galaksi buta ya?"


"anjay si Bintang di sia siakan"


"rasakan noh ."


mungkin begitulah beberapa tanggapan mereka ada yang setuju dan ada juga yang tidak.

__ADS_1


"ini hidup gua ." ucap Galaksi dingin ,lalu duduk di kursinya .


mendengar nya semua siswa siswi itu pun terdiam ,dan tak ada yang berani berkutik, hingga Bintang datang dengan senyum di pipinya.


"huft." deruan nafas bintang bisa di dengar jelas ,di kala mata lembutnya menatap orang yang telah membuatnya menangis.


"Bi."Bisik lisa di kala mendengar deruan nafas yang lissa tau artinya, arti.menahan rasa sakit dengan sebuah senyum.


Bintang memutuskan kontak matanya pada Galaksi yang juga menatapnya ,ntahlah mata hitam Galaksi menatap Bintang berbeda ,ntahlah apa itu ,yang kita tau ,Bintang sama sekali tak ingin tahu apa arti tatapan itu, karna jika ia semakin berfikir ,ia akan berlaut di kejamnya dunia fatamorgana.


bell sudah berbungi 15 menit yang lalu, kelas keadaan sunyi ,di karenakan seorang guru sedang menerangkan pelajaranya di paoan tulis.


"apakah kalian sudah mengerti."


"mengerti pak"


selama pelajaran hanya kata kata itu yang terdengar ,bahkan Bintang yang di juluki seoarang yang teraktif pun dengan ajaibnya ia hanya diam dan memerhatikan pelajaran yang di jelaskan.


matanya dan tubuhnya memang sedang berpenampakan sebagai anak yang rajin ,tapi fikiran hatinya? ntahlah ,tak ada yang tau, ya tak ada yang tau di sela sela itu air matanya keluar dan ia seka secara diam diam


"Bintang." suara beringtone  tinggi mengintrupsi lamunannya. dengan mata sembab ia paksakan untuk terlihat baik baik saja di depan semua orang." iya pak." jawabnya dan seisi ruangan kelas itu menatap iba Bintang yang tampak biasa saja ,ya mungkin mereka tau apa yang di rasakan Bintang.


di sela sela mengerjakan itu ,bahu Bintang tampak bergetar...dan tangan kanannya yang tak ia gunakan menulis terlihat berkali kali menyeka wajahnya(BINTANG KIDAL GENS)


"Huft ..sudah pak." lagi dan lagi senyum itu muncul di bibir mungilnya. dan dengan jalan santay khas bintang ia berjalan sambil menunduk menutupi hatinya yang masih ingin terus menangis dan menangis.


"Baiklah anak anak..seperti ini lah yang bapak inginkan...setiap bapak menyuruh kalian..kalian bisa"ucap pak sai sambil memeriksa jawaban Bintang yang memang benar.


"Bi " bisik lissa kepada Bintang yang menunduk, lissa tau Bintang sedang menangis dalam nunduknya.


"Bi,  kita ke UKS aja ya." Bisik Lissa lagi pada Bintang, dan di angguki oleh Bintang, dan lissa menuntun Bintang dan izin pada pak Sai guru yang mengajar.


di perjalanan Bintang hanya menunduk, ia tak berani menegapkan pandanganya ,ia tak mau dunia melihat kesedihannya.


"Lis, lo masuk kelas aja , gua bisa sendiri kok." ucap Bintang dingin yang enggan menatap Lissa


"tapi bin." Bintang menggeleng tegas.


"aku mau sendiri liss."mata sembab itu menatap Lissa. lissa mengangguk dan membiarkan Bintang untuk melakukanya sendiri.


Bintang berjalan sambil menangis, matanya sudah membengkak karna menangis, ia berjalan kearah UKS ,di sepanjang jalan, ia membiarkan rasa pedih yang ia tahan sedari tadi mengalir, mengingat masa kecilnya yang suram terwarna oleh laki laki pertama yang menganggapnya ada  untuk pertama kali.

__ADS_1


"hai nama aku laksi, aku tinggal di sana" tunjuk anak laki laki dengan  senyum merekah di bibirnya.


" nama kamu siapa?." tanya galaksi kecil lagi sambil senyuman itu tak pernah hilang dari bibirnya.


"nama aku Bintang." jawab gadis kecil yang sedari duduk di bawah pohon yang tadi nya bermain sendiri


" kamu baru pindah yah?soalnya aku baru liat ada anak kecil di sini." tanya galaksi sambil menatap mata hazel bintang


"iyah..aku pindah  2 minggu lalu dari LE." sambil memainkan mainan masak masakannya bintang menjawab pertanyaan galaksi


galaksi menganggukan kepalanya beetanda ia mengerti " eh ya LE itu jauhloh, kata dady di sana  enak, trus kenapa kamu pindah kesini?." tanya galaksi lagi dengan wajah polosnya.


bintang menggeleng tak tau ,lalu mereka melanjutkan bermain mereka layaknya anak kecil.


'dunia ku melelahkan, apakah lelah itu berubah'-Bintang


air matanya sedari tadi mulai mengalir pun sudah mulai mengering, dan yang tersisa hanya sebuah isakan  kecil , mata yang tadi membengkak sudah tertutup rapat, wajah yang tadi tampak sedih sudah terlihat damai dalam mimpinya


"laksi." sesekali nama itu keluar di sela -sela isakannya, betapa menyedihkan Bintang hari ini, di balik wajah cantik nya  yang tengah tertidur damai ,terlihat begitu menyedihkanya ia.


"cih huft." suara decihan yang tampak terganggu dengan suara Bintang ,Bintang yang sesekali menghigaukan Nama Galaksi.


'hiks hiks.' isakan itu semakin jelas terdengar ,dan orang di samping ranjang Bintang terbaring pun semakin kesal ,dan membuka tirai pembatas  dari ranjang satu ,dan ranjang satunya lagi


'apa yang di lalui gadis ini'-batin Dheo


Laki- laki dengan rambut berantakan Bibir merah tipis dan mata sipit menghiasi wajah laki -laki itu ,di tambah baju yang terbuka ,menampakan kaus dalam putihnya.


Dia dheo, dheo adalah anak dari pemilik perusahaan fashion terkenal dari Amerika, akan tetapi sifatnya yang selalu berkelahi membuat semua orang takut padanya.


"LAKSI!!." Dheo terkejut ,gadis yang tadinnya tertidur damai, tiba tiba  terduduk dengan peluh yang  membasahi pelipisnya.


"hiks hiks" tangisan suda mulai keluar di bibir mungilnya, Bintang tak menyadari bahwa ada manusia lain yang menatap kesedihannya.


"ck lemah" decihan kecil yang membuat Bintang terkejut,dan menoleh ke sampinya .


"Kalo di sia siain ,di putusin, ngapain masih lo harepin, jangan BODOH."Dheo menatap lurus tanpa menatap Bintang yang menatapnya heran.


"Jangan jadi cewe MURAHAN."  ketus Dheo. "lo ga tau ,jadi jangan banyak bacot." kesal Bintang .


"emang ." Dheo nyelonong pergi  ,dan menyisakan Bintang yang termenung mendengar ucapan dheo

__ADS_1


__ADS_2