
"Bi, bangun Bi ." merasa ada yang menepuk pipinya dan mata hazel itu perlahan terbuka dan menatap kearah Lissa bertanya ,tapi yang di tatap hanya kebingungan
'kemana Laksi? atau tadi hanya mimpi?.-batinBintang
"bi sekarang kamu makan AA." dengan menyodorkan makanan dan menyuapkan Bintang .
" Bi kamu mikirin apa sih?." tanya lissa ,yang heran melihat Bintang yang menatap mosong ke arah dinding.
"hah?."
"huft ..kamu mikirin apa?." tanya lissa lagi .
"ngg....gak kok." jawab Bintang tersenyum kecut
'hm ini hanya mimpi, huft ga mungkin Galaksi mau kaya tadi .'-batinBintang
-
-
-
-
"ka laksi." nia datang dengan senyum lebarnya menghampiri Galaksi yang duduk termenung di kursinya.
"kak." melambaikan tanganya di depan muka Galaksi karna Galaksi tak menjawab sedikitpun
"kak." panggil Nia lagi dan Galaksi terkejut melihat Nia duduk di sampingnya.
"heh?..kok kamu di sini." tanya laksi melihat Nia yang sudah ada di sampingnya,Sedangkan Nia menatap Galaksi kesal lalu mengkerucutkan bibirnya.
"ih dari tadi Nia panggil ka Laksi ,ka laksi malah bengong." jawab Nia ngambek dengan gaya manjanya.
"eh" Galaksi sedikit aneh melihat perubahan sifat Nia yang sedikit 'manja'
"***** ***** ... sahabatnya sakit dia malah berdua duan di sini." suara lain mengintrupsi kedua insan yang sedang berduaan .
" sabar ya Bi.. hati lo terlalu indah buat dia .. pantas aja dia dapatnya ******." Ketus lissa yang baru datang sambil membopong Bintang
"APA MAKSUT LO."Galaksi menatap Lissa ****** ,sedangkan Lisa hanya tertawa meremehkan.
"******? KURANG DENGAR YA?..JA..LA..NG.." Lissa mengeja kata '****** ' dan itu membuat Galaksi naik pitam .
"MULUT LO JUGA GA LEBIH ... LO PIKIR DIRILO SUCIH?.".
__ADS_1
"CK.. LO GA TAU SAMA NI BOCAH CK.ASAL LO TAU YA..."
"UDAH LISS." ucap suara lemas Bintang lalu melalu mereka dan duduk di kursinya dan menangkup wajahnya.
"kak Nia ke kelas ya." ucap Nia pelan dan lissa hanya tertawa meremehkan melihat gadis itu melenggang pergi
'sepertinya sekarang sudah jelas'-BINTANG
Bintang tersenyum lagi dan menatap Galaksi yang sedang menatap kepergian Nia
'hanya menunggu waktu Bi ,kamu sabar ya.'-lissa
Bintang berdiri lalu menghampiri Galaksi dan menatap laki laki yang sangat ia sayangi.
"kenapa lo?" ketus galaksi, sementara yang mendapat jawaban ketus hanya tertawa sumbang.
"selamat ya... secepatnya kembalikan hati gw ..heh hati gw sama lo ? ya? ckckck..." tertawa sumbang .
"lo kenapa sih?, ga jelas banget cih.." Ucap Galaksi meninggalkan Bintang yang menatap punggunya.
"GALAKSI!! SALAH!??HAH?! IYA GW GAJELAS?! ATAU MUNGKIN GUA UDAH GILA!!HAHA YA GUA GILA...LO JANGAN LARI...KEMBALIKAN HATI GUA.." teriaknya ,lalu ia terduduk di bangkunya dan menangkup wajahnya ,dan getaran di bahunya dapat terlihat ,terdengar isakan kecil di bibirnya.
"Bi udah ya." Lissa mengelus bahu Bintang yang bergetar menenangkan."ini saatnya lo berhenti Bi , udahin." bisik Lissa ke telinga Bintang .
"GAYS GAYS GALAKSI , LAKSI BERANTEM GAYS ..." tiba seorang dari luar berteriak heboh dan seketika suasana rame dan itu membuat perhatian Bintang lalu mendongakan kepalanya.
*****
"HEH ANJING... LO BERANI NYENTUH DIA BERHADAPAN SAMA GW. BUG." Mereka sudah sama sama babak belur ,sementara Ada seorang cewe yang menangis di tengah perkelahian itu ,ya Nia.
"Ck ...apa urusan lo?." Arfan berdiri lalu memegang kerah baju Galaksi dan memukulnya lagi dan Galaksi dan Galaksi pun terhuyung
"KAK LAKSI." panik Nia melihat laki laki tampan yang baru beberapa hari lalu mengunggkapkan perasaanya.
"CK..LEMAH." ucap arfan lagi dan tertawa dan ,galaksi pun bangkit
'BUG..BUG..BUG.' pukulan keras mendarat di pipi Arfan.
"LO JANGAN GANGGU NIA LAGI." ucap Galaksi sambil menunjuk Nia dan dengan urat urat yang sudah mulai terlihat akibat amarahnya
"APA HUBUNGAN LO HE?." terlihat senyum miring di bibir arfa, dan Lagi galaksi memukul Arfa ,dan jadilah arfa tanpak menggenaskan.
"SEMUA DENGAR..NIA..GW GALAKSI SUKA SAMA LO ,GW KETUA OSIS GALAKSI SUKA SAMA LO, LO MAU GA JADI PACAR GW?." suara Galaksi mengema di seluruh lapangan .
"GW GA TRIMA PENOLAKAN ,TEPAT PADA HARI INI ,SIAPAPUN YANG GANGGU NIA BERURUSAN SAMA GW." ucap galaksi teriak menggelegar ,dan seketika semua orang berbisik bisik.
__ADS_1
'gela anjer beruntung bat.'
' Nia kok bisa sama ka Laksi si? kan ka bintang lebih ok'
'pake pelet apa tu Nia.'
'***** kasihan ka Bi.'
seusiai mengucapkan kalimat itu Galaksi menarik tangan Nia dan mebawa Nia pergi dari kerumunan itu ,hingga ia berpaspasan dengan Bintang.
****Bintang pov**
"SEMUA DENGAR..NIA..GW GALAKSI SUKA SAMA LO ,GW KETUA OSIS GALAKSI SUKA SAMA LO, LO MAU GA JADI PACAR GW?."
'deg'
"GW GA TRIMA PENOLAKAN ,TEPAT PADA HARI INI ,SIAPAPUN YANG GANGGU NIA BERURUSAN SAMA GW."
"duar"
seperti tersambar petir ,hati itu hancur seketika mendengarnya ,Bintang hanya bisa terpaku, harapanya telah sirna .
'apa?...apa aku mimpi?sakit..'-batinBintang
'bi?!kamu kuat kan?'-batinBintang
-
-
-
"Bi."Lissa menatap Bintang .Bintang sangat hancur matanya mulai berkaca kaca ,badanya bergetar hebat .
"semoga dia bahagia ya:)." ucapnya tanpa sadar dan tersenyum, ntah terbuat dari apa hati itu, kuat ,semua orang tau Bintang menahan rasa sakitnya ,dengan senyuman:).
"jangan tersenyum,jika itu buat lo sakit." suara serak datang di samping Bintang , dan Jody tersenyum padanya.
"dan jangan menangis, jika melihat orang yang lo sayang bahagia." Bintang tersenyum merekah
-
-
-
__ADS_1
-