
Gaki berdiri di depan salah satu penjahat sambil menodongkan pedangnya, penjahat tersebut terlihat ketakutan. "Hei, turunkan tanganmu!," ujar penjahat lain yang baru turun dari mobil. Orang-orang berlarian keluar supermarket, beberapa ada yang disandera, beberapa ada yang mencoba melawan, tapi kebanyakan mereka kalah karena ditodong beramai-ramai.
Gaki menurunkan tangannya, ia menarik kembali Grim nya yang berbentuk pedang. "Duduk!," tiga orang penjahat menodongkan senapan mereka kearah Gaki, ia pun duduk diam menuruti kemauan mereka. Gaki mengepalkan tangannya, ia menahan amarahnya yang semakin meluap-luap.
Peluru senapan para penjahat terbuat dari campuran ekstraksi Grim penghancur, mereka bisa menembus sebuah tembok baja dengan tebal 2 meter. Badan senapan tersebut terbuat dari baja yang dibentuk dan diperkuat dengan Grim, tapi itu bukan berarti mustahil untuk di belah.
Gaki duduk diam, sambil kembali menyeruput kopinya yang sedikit tumpah, penjahat yang ia jatuhkan berlari dan kembali ke kerumunan temannya, ada seorang penjahat yang siap menembak kepala Gaki kapan saja. Gaki beberapa kali memperhatikan gerak-gerik para penjahat, motif mereka terlihat bukan pada uang, beberapa memang meminta uang para pelanggan, tapi itu hanya beberapa oknum dari penjahat. "Apa yang kalian inginkan di sini?," Gaki bertanya pada salah satu penjahat yang mengawasinya,"kau tidak perlu tau apa-apa soal ini," penjahat tersebut hanya menjawab pertanyaan Gaki, ia bahkan tidak menoleh kearah Gaki, "lalu kenapa kalian kesini dengan banyak orang dan persenjataan lengkap, pihak kepolisian bisa datang kapan saja," Gaki kembali meminum kopinya.
Belum ada tanda-tanda kedatangan pihak kepolisian, semakin lama Gaki semakin curiga, ia merasa bahwa ini adalah efek dari Grim seseoran. Menurut Gaki, ia memanipulasi mata orang-orang yang berada diluar supermarket dengan membuat supermarket terlihat aman dan biasa saja, tapi seharusnya ada beberapa orang yang masuk ke dalam apabila mereka melihat bangunan supermarket biasa saja, kecuali ada 2Grim yang bekerja sama saat ini.
Gaki melihat sekeliling, para penjahat masih mencari sesuatu, ia tidak melihat penjahat yang berpakaian seperti pemimpin mereka, semua berbaju sama, baju bermotif corak dan ditutupi rompi hitam, dan celana corak, serta topi beret berwarna merah dan biru. Ada 2 mobil yang mendobrak masuk ke dalam, keduanya dijaga oleh masing-masing 2 penjahat. Gaki juga melihat ada beberapa orang yang ditodong senapan sama sepertinya, mereka juga orang-orang yang sebelumnya melawan para penjahat, ada sekitar 70 orang di lantai satu yang disandera para penjahat, termasuk Gaki, ada juga beberapa orang yang terkapar setelah dipukuli oleh para penjahat, ada juga yang sempat tertabrak mobil penjahat tersebut, tapi dalam pandangan Gaki tidak ada korban jiwa disana.
Gaki mencoba melihat ke lantai lain, ia mengeluarkan Grim nya dan membentuknya menjadi seekor lalat, ia menerbangkan tiga lalat ke tiga lantai diatasnya. Ketiga lantai tersebut tidak berbeda jauh dengan lantai satu, semua orang sudah bertekuk lutut pada para penjahat, di lantai dua yang merupakan lantai pusat perbelanjaan bahan makanan dipenuhi pegawai yang disandera, jumlahnya ada 65 orang, sebagian sudah keluar dan turun ke lantai satu sebelumnya. Lantai tiga, tempat untuk pusat pakaian, disana ada 58 orang yang dikumpulkan ke satu titik, mereka dijaga oleh lima penjahat, tujuh diantara mereka terkapar tak berdaya, mungkin setelah dipukuli oleh beberapa penjahat. Lantai terakhir, lantai empat, disana banyak anak anak yang menangis ketakutan, jumlah orang-orang disana adalah 46 orang dewasa dan 12 anak-anak, mereka juga dikumpulkan di satu spot seperti di lantai tiga, tapi ada dua orang yang terpisah dari mereka. Lantai empat merupakan tempat bermain dan toko mainan, salah satu orang yang terpisah tersebut duduk di salah satu kursi permainan balapan mobil, ia masih memainkannya tanpa peduli apa yang terjadi di sekitarnya, ada seorang penjahat di sampingnya yang mengawasinya, ada seorang lagi yang duduk diatas meja hockey, ia duduk sambil memperhatikan orang yang bermain mobil-mobilan. Gaki sedikit kaget, karena kedua orang itu adalah kenalannya, ia adalah Mizu dan Hikari, dua orang yang populer di akademi sebagai Deadly Duo, mereka memang terlihat biasa saja ketika sendiri, tapi ketika mereka berdua bersama, mereka bisa melebihi siapapun.
Mizu adalah yang sedang bermain game balap mobil, sedangkan Hikari yang sedang duduk di atas meja hockey, mereka bersikap tenang seolah tidak ada masalah, karena selama mereka bersama, mereka selalu bisa melewatinya. Hikari dan Mizu adalah kebalikan dari Gaki yang tidak suka bersosialisasi, mereka selalu menyapa orang tidak dikenal, memberikan hadiah, dan menyemangati satu sama lain, beda dari Gaki yang selalu tidak peduli terhadap orang lain dan membuat down.
Setelah melihat kesemua lantai, Gaki pun menarik kembali Grim nya, lalatnya terbang kembali kearahnya, tapi salah satu lalatnya yang berada di lantai empat terhenti karena sesuatu, lalat tersebut diikat oleh benang yang terbentuk dari listrik. Lalat tersebut ditarik seseorang, dan itu adalah ulah Hikari, ia menggunakan Grimnya untuk menarik lalat Gaki dan menangkapnya.
"Moshi Moshi, dare desuka ?," suara seseorang seketika muncul di telinga Gaki, itu adalah suara Hikari yang ia kirim melalui lalat Gaki. "Kau, Hikari kan, apa yang kau lakukan disana," Gaki mengirimkan suaranya melewati lalatnya, "seperti yang kau lihat dengan lalat kecilmu ini, aku sedang menunggu Mizu bermain," Hikari dengan tenang mengatakannya, "apa kau tidak bisa membaca situasi?," Gaki semakin kesal dengan sikap Hikari yang seperti meremehkan para penjahat, "tenang saja, nanti polisi juga akan datang," "justru karena itu aku menyuruhmu untuk membuang sikap tenangmu itu, para penjahat sepertinya menggunakan kekuatan yang membuat orang lain tidak bisa melihat keadaan yang sesungguhnya, kita akan terus disini sampai mereka pergi," "aku tidak masalah menunggu selama itu, toh disini juga banyak makanan." Gaki menghela nafas, ia mencoba menahan amarahnya yang semakin meluap, "hei bodoh, gunakan listrikmu untuk mencari si pengguna Grim penghalang, cari dia," Gaki memberi Hikari perintah, "baiklah, mencari sesuatu tidak terdengar buruk." Setelah pembicaraan selesai, Gaki menarik paksa lalatnya, serangga tersebut langsung berubah menjadi asap api dan kembali ke Gaki dengan kecepatan tinggi, "sepertinya aku harus melakukan ini sekarang."
Gaki menghabiskan kopinya yang sudah tersisa sedikit, ia pun berdiri dan menepuk-nepuk bagian belakangnya yang sedikit berdebu. "Apa yang mau kau lakukan!," penjahat yang mengawasi Gaki berubah posisi menjadi dalam kuda-kuda dan mengarahkan senapannya ke kepala Gaki yang tidak dilindungi apapun, "aku ingin ke toilet, ada di lantai dua kan?," Gaki berjalan ke eskalator yang tidak jauh darinya, tapi penjahat tersebut menahannya dengan menarik bahu Gaki, "lepaskan tanganmu dariku," Gaki berbicara perlahan, "siapa yang memperbolehkanmu untuk ke toilet," penjahat tersebut menarik paksa Gaki, beberapa penjahat yang melihat pun ikut menodongkan senapan mereka dan siap menghancurkan kepala Gaki kapan saja.
Gaki menghela nafas, ia kembali duduk, sekarang ada lima penjahat yang memasang pandangan mereka pada Gaki, karena gerak-geriknya sangat dicurigai.
Di sisi lain, Hikari sedang menyalurkan Grim nya ke saluran listrik di seluruh supermarket, ia menyalurkannya lewat mesin hockey yang ia duduki, listriknya membuatnya terhubung dengan semua kamera yang ada. Hikari tidak melihat ada penjahat yang berbeda dari yang lain, semua berpakaian sama seperti yang Gaki lihat, tapi justru ketidak janggalan itulah yang membuatnya sadar, semua penjahat ini juga adalah Grim. Hikari melepas sepatunya dan melemparnya kearah Mizu yang sedang asik bermain mobil-mobilan, Mizu tidak memberikan reaksi apapun, ia tetap melanjutkan permainannya, Hikari pun meminta tolong kepada penjahat yang mengawasi Mizu untuk memanggilnya, "apakah kau bisa memanggilkan temanku?," Hikari tersenyum pada penjahat tersebut, Mizu pun di bisikkan oleh penjahat tersebut kalau Hikari memanggilnya, seketika Mizu melepas tangannya dari stir wheel nya seketika, ia pun berdiri dan berbalik kearah Hikari.
Kedua penjahat yang mengawasi mereka sedikit kebingungan, Hikari mengangkat tangannya dan menunjukkan angka empat, tapi ia menukar jari manisnya dengan ibu jari, Mizu diam tak memberikan reaksi apapun, "apakah aku bisa ke toilet?," ujar Mizu pada salah seorang penjahat, "tidak boleh," jawab sang penjahat, Mizu pun menangis, ia terduduk di lantai sambil mengusap-usap mukanya, Hikari pun mendekatinya dan mengusap kepalanya. Kedua penjahat menunjukkan ekspresi jijik ketika mereka melihat Mizu pipis di celananya, mereka pun mundur beberapa langkah dan memalingkan pandangan mereka.
__ADS_1
"Kalian sepertinya melakukan sebuah kesalahan, kalian lengah," Mizu tersenyum kecil, air yang dikira air kencing tersebut berubah menjadi sebilah tombak dan menusuk kedua penjahat tersebut, dari air yang dikeluarkan Mizu ada aliran listrik yang dikirimkan oleh Hikari, kedua penjahat itupun kehilangan kesadaran mereka, itu adalah salah satu alasan Hikari dan Mizu menjadi Deadly Duo, tingkat kerjasama mereka mencapai level A.
Mereka mengira aksinya tidak diketahui oleh penjahat lain, tapi ternyata tidak, seluruh penjahat dilantai tersebut sudah mengepung mereka dan dalam posisi siap menembak, para penjahat di lantai lain pun diberitahu soal aksi mereka, sebagian besar penjahat diarahkan untuk menjaga Mizu dan Hikari, dan membuat penjahat di lantai lain berkurang. Gaki yang melihat kepanikan para penjahat pun sadar kalau sekarang saatnya untuk melawan, ia berdiri dan kembali mengeluarkan pedang apinya, Gaki mulai mengeluarkan amarahnya.
Mizu dan Hikari sedikit terpojok oleh banyaknya penjahat yang menodong mereka, tapi karena semua mata tertuju pada mereka, beberapa sandera yang tidak diperhatikan pun membantu mereka, seorang anak muda yang memiliki Grim angin mencoba mendorong para penjahat, meskipun tidak memberikan efek yang besar, ia berhasil mengalihkan perhatian para penjahat, Mizu dan Hikari pun mengeluarkan trik andalan mereka, "Stalactites!," Mizu mengeluarkan tombak yang sama seperti sebelumnya tapi dengan jumlah yang banyak, Hikari juga mengeluarkan listriknya dalam jumlah besar ke air yang dikendalikan Mizu, sebagian besar para penjahat kehilangan kesadarannya, beberapa menembakkan peluru mereka kearah Deadly Duo, tapi dengan mudah dihindari oleh mereka berdua. Serangan tersebut membuat cahaya yang lumayan terang, Gaki yang berada dekat di eskalator pun melihatnya.
Setelah para penjahat di lantai empat dikalahkan, Mizu mengikat mereka bersama-sama, ia menyuruh agar orang-orang tetap berada di lantai empat sambil menunggu mereka mengalahkan para penjahat di lantai tiga.
Di sisi lain, Gaki yang hanya sendirian di lantai satu melawan hampir 10 orang penjahat, hal itu dikarenakan di lantai satu orang-orang tidak dikumpulkan dalam satu titik yang membuat mereka tersebar, tapi karena Gaki melakukan perlawanan membuat para penjahat fokus menyerang Gaki. Gaki tidak terlihat kesulitan melawan 10 penjahat sekaligus, semua tembakan mereka ia dapat hindari, bahkan beberapa peluru bisa ia tebas dengan pedangnya, "kukira penjahat-penjahat ini terlatih dan kuat, tapi sepertinya hanya anak buah biasa yang lemah," karena perkataan Gaki, para penjahat pun marah dan menembak bergantian, hal itu membuat senapannya terasa seperti assault rifle, "sepertinya aku harus melakukannya dengan cepat," Gaki membuat sebuah shuriken dari apinya dan melemparnya melewati para penjahat, seketika Gaki berpindah tempat menuju shurikennya. Gaki menodongkan pedangnya pada para penjahat, lalu keluar semburan api hitam yang membuat para penjahat terbakar, ia mengalahkan mereka dengan satu serangan.
Gaki menyuruh orang-orang di lantai satu untuk keluar, mereka tanpa bertanya atau berterimakasih berlari keluar dengan panik, Gaki juga memberitahu mereka untuk memanggil pihak kepolisian meskipun ia tau itu tidak akan berhasil, apabila seseorang keluar dari zona Grim yang merubah penglihatan, maka yang melihat hal sesungguhnya akan lupa soal itu. Gaki naik ke lantai dua menggunakan eskalator, disana Gaki sudah ditunggu oleh para penjahat yang tersisa.
Gaki tidak mau lagi membuang waktunya, ia membuat sebuah cambuk panjang dari Grimnya, cambuk tersebut mengeluarkan suhu panas dari api Gaki dan bisa menangkis peluru para penjahat secara bersamaan. Para penjahat menembak seperti cara mereka melawan Hikari dan Mizu, melakukannya bergantian agar tembakan menjadi tidak habis-habis. Gaki dengan cambuknya berlari maju menuju para penjahat yang ada di depannya, ia melempar shuriken nya ke atas para penjahat dan kembali berteleportasi kesana, tapi para penjahat sudah mengetahui trik Gaki, tapi Gaki tidak kehabisan ide, ia melemparkan 10 shuriken sekaligus dan berteleportasi secara cepat, ia berpindah dari satu shuriken ke yang lainnya yang membuatnya seperti menghilang, para penjahat yang mengejar bayangan Gaki pun semakin kebingungan, ditengah kepanikan mereka Gaki melempar shuriken ke tengah-tengah para penjahat dan melepas bentuk shurikennya yang membuat ledakan api, para penjahat yang terkena api tersebut pun terbakar dan terkapar, tiga dari mereka yang tidak terkena api diikat dengan cambuk Gaki dan akhirnya dibakar hidup-hidup. Gaki memang sedikit direpotkan, tapi ini bukan masalah besar baginya.
Di sisi lain, Hikari dan Mizu yang bertarung di lantai tiga, para penjahat sudah mengetahui trik milik Mizu, sesuai dugaan Hikari sebelumnya, para penjahat ini terhubung oleh sesuatu. Mizu melemparkan tombaknya kearah para penjahat, tapi mereka bisa menghindarinya, mereka juga masih menembak bergantian karena itu merupakan cara paling efektif, tapi Hikari dan Mizu sudah paham betul soal arah tembakannya. Mizu membuat pelindung dari air untuk menahan peluru-peluru tersebut, sementara Hikari dibelakangnya menyiapkan serangan selanjutnya. Setelah Hikari bersiap dengan tenaganya, Mizu melepaskan pelindung airnya dan membuat terjangan arus air kearah para penjahat, "Thousand Volts Bullets," Hikari mengeluarkan listrik yang bertegangan tinggi yang diarahkan ke arus air milik Mizu, setelah terkena terjangan air milik Mizu, para penjahat juga terkena setruman dari Hikari, mereka semuapun kehilangan kesadarannya.
"Lalu bagaimana soal mobil di lantai satu, mereka datang dari luar membawa para pasukan," ujar Mizu. Ditengah-tengah percakapan mereka, para penjahat yang tumbang menguap, mereka menghilang begitu saja, "seperti yang kau lihat, kalau Grim sudah menguap seperti ini maka penggunanya sudah kelelahan atau bahkan mati," Gaki menunjuk seorang lelaki yang menggunakan pakaian pegawai supermarket, ia tertunduk lesu. Gaki, Mizu, dan Hikari menghampiri lelaki tersebut, "sepertinya dia pingsan," ujar Hikari sambil melihat pupil mata orang tersebut, "lebih baik dia kita ikat disalah satu pilar," Mizu menggunakan Grimnya untuk membuat tali.
Setelah mengikat orang yang dicurigai pengguna Grim pelipatganda, dan merekapun berniat mencari pengguna Grim yang lain. "Awalnya aku kira ini ulah pengguna Grim penghalang, tapi sepertinya ini Grim yang bisa menulis ulang pikiran," ujar Gaki, "menulis ulang pikiran? Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Jangan-jangan pikiranmu ditulis ulang juga," Hikari menyedekapkan tangannya, "apabila hanya penghalang, maka orang-orang diluar bisa mengetahui ada pelindung disini, dan alat pendeteksi Grim kepolisian juga akan mengetahuinya, tapi dengan menulis ulang, orang-orang akan membatalkan tujuan awal mereka ke sini, pihak kepolisian akan melupakan soal terdeteksinya Grim," Gaki memperjelas argumennya, "bagaimana dengan Grim yang merubah penglihatan?," tanya Hikari lagi, "itu termasuk Grim yang menulis ulang pikiran," Mizu menjawab pertanyaan Hikari.
"Jadi kita hanya harus mencari pengguna ya-," seketika kata-kata Mizu terhenti, ia seperti kaget akan sesuatu, "ada apa, Mizu?," Hikari kebingungan. "HAHAHAHAHAHA, KALIAN TIDAK AKAN MENGETAHUIKU SELAMANYA, PIKIRAN KALIAN TELAH KUUBAH, sepertinya aku harus kabur sekarang," seorang wanita berteriak dengan penuh kepuasan, ia merasa seperti menjadi orang yang terkuat, wanita tersebut berlari menuruni eskalator untuk menjauhi Hikari, Mizu, dan Gaki. "Anda mau kemana, nona?," Hikari melesat menggunakan listriknya, Mizu mengejar wanita tersebut menggunakan arus air buatannya, dan Gaki menggunakan shurikennya untuk mengejar wanita tersebut.
Setelah pengguna Grim tersebut diamankan, dan pihak kepolisian datang, Gaki, Hikari, dan Mizu dimintai keterangan soal kejadian tersebut. "Aku sedang berbelanja, lalu minum kopi, tiba-tiba supermarket didatangi segerombolan penjahat, dan kami melawannya lalu menang," Gaki menjelaskan secara singkat apa yang ia lakukan disana, "sepertinya itu terlalu singkat," ujar polisi yang mengawasi Gaki, ditengah-tengah pembicaraan Gaki dengan salah satu polisi, anggota kepolisian yang lain mendatangi polisi tersebut mendatangi polisi yang sedang bersama Gaki, "ah, ini data wanita dan orang tersebut, yang wanita bernama Noriel Jester, dan yang laki-laki bernama Tristan Efren Danilo, 41 tahun dan 23 tahun, keduanya merupakan kewarganegaraan Filipina, sepertinya keduanya merupakan turis legal, visa dan paspornya lengkap, omong-omong, kalian sudah boleh pergi," Polisi tersebut berdiri dan melakukan ojigi diikuti Mizu dan Gaki, keduanya pun menghampiri Hikari yang sedang di kaca jendela mobil polisi, "lain kali kalau bertemu dengan kita, kau lebih baik berpura-pura menjadi warga biasa, dan pergi keluar, tidak perlu mengubah pikiran kami, kau tau yang memiliki kekuatan lebih rendah dapat dipatahkan dengan mudah kan oleh yang kekuatannya lebih kuat," Hikari tersenyum kearah wanita perubah pikiran.
Setelah semua urusan selesai, jam menunjukkan pukul 22.15, Gaki menuju sebuah market kecil di belokan sebelum ke rumahnya, ia membeli semua bahan yang ia butuhkan beberapa hari kedepan, karena barang yang ia beli sebelumnya tidak sengaja terbakar karena apinya.
Sesampainya dirumah, Gaki pergi menaruh belanjaannya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelum pergi tidur, Gaki mencoba memikirkan hubungan antara wanita dan lelaki itu dengan surat dari dojo, di titik itu ia menemukan fakta yang ia lupa, Filipina memiliki sebutan negri lumbung padi, dan pertanian utama asia tenggara, tempat beradanya Filipina, adalah padi, dan lokasi balai utama penelitian padi ASEAN terdapat di Filipina, ia mengambil kesimpulan, "para pembunuh dari negri para petani yang dimaksud di surat adalah orang-orang dari Filipina."
__ADS_1
Gaki menyalakan laptopnya, ia sebenarnya jarang menggunakannya dan lebih menyukai buku dan majalah, tapi kali ini dia membutuhkannya. Gaki mencari semua hal tentang Filipina dalam rentang waktu 10 tahun ini.
Di tahun 2017, Jendral besar Filipina, Anthonio Nelson meninggal dunia, dan digantikan oleh rekannya yang bernama Roberto Angelo, di tahun yang sama, beberapa minggu setelah penggantian Jendral besar, terjadi kecelakaan meledaknya 5 pesawat tempur di pangkalan udara militer Filipina yang menewaskan 7 orang dan 20 diantaranya terluka. Tahun 2019, terjadi peningkatan penghasilan padi sejumlah 300%, di tahun yang sama Filipina menjalin kerjasama dengan Jepang untuk saling bahu membahu meningkatkan sumber daya manusia. Tahun 2020, terjadi peningkatan pengunjung dari Filipina sejumlah 200% di masa bukan liburan. Di tahun 2016 juga terjadi sejumlah keributan karena kecurangan presiden Filipina sekarang, Roberto Eduardo.
Gaki mencoba menghubungkan semua hal tersebut, diawali meledaknya pesawat yang terjadi di tahun yang sama dengan penggantian jendral besar, hal itu terjadi seperti hanya pengalihan isu soal pergantian jendral. Kesamaan nama depan jendral besar dengan presiden, Roberto Angelo dan Roberto Eduardo, media memang tidak menyebutkan kalau mereka tidak bersaudara, tapi apa salahnya mencurigai kedua nama tersebut, karena di Jepang sendiri nama keluarga merupakan simbol bagi setiap orang. Tahun 2019, peningkatan padi, di tahun 2018 memang terjadi penurunan pesat tingkat kemiskinan di Filipina, dan hal tersebut membuat banyak orang berubah dari awalnya menghina presiden karena ia dicurigai melakukan kecurangan, menjadi memujinya dan menjadi pendukungnya, hal tersebut juga menjadi seperti pengalihan isu juga, sama seperti penggantian jendral. Poin terakhir, peningkatan pengunjung yang berasal dari Filipina, sebenarnya poin ini tidak terlalu penting, Gaki hanya berpikir kalau mungkin para penjahat tersebut menggunakan jalur normal, seperti dua penjahat sebelumnya, ia mengambil kesimpulan seperti itu karena mereka bisa membaur dengan orang lain tanpa dicurigai.
Setelah mencari beberapa informasi lain, Gaki masih tidak menemukan petunjuk apapun soal 'para pembunuh,' tapi ia menemukan kejanggalan pada susunan kepemimpinan di Filipina saat ini.
Esok hari, hari jumat, Gaki tidak memiliki kelas pagi di akademi, tapi ia tetap berangkat untuk membicarakan sesuatu dengan Shin.
Di akademi, Gaki pergi ke ruang rapat Organisasi Eksekutif Mahasiswa, atau ruang rapat Voxx yang berlokasi di lantai dua gedung utama. Gaki masuk ke ruangan tersebut tanpa mengetuk atau memberi salam terlebih dahulu, di dalam ada Mizu yang sedang bermain laptop, Hikari yang memakan cemilan dan Yuu yang sedang membaca manga. "Dimana Shin?," Gaki bertanya pada mereka bertiga, "ah, Shin sedang ke toilet, Han dan Kudo pergi ke kantin untuk membeli makanan, Kai belum datang, tapi ia sedang dalam perjalanan kesini," jawab Yuu. Gaki menaruh tasnya di meja rapat yang sangat lebar, ia mengeluarkan laptopnya dan menghubungkannya pada proyektor, ia menampilkan sebuah file presentasi yang ia buat semalam.
"Sangat jelek templatenya," ujar Mizu sambil memainkan gadgetnya, "kau mau dibakar, hey?," ujar Hikari sambil menikmati snacknya. "Halo, apa kab- apa yang dia lakukan disini?," Kai membuka pintu ruang rapat, ia sedikit kaget ketika mendapati Gaki berada di ruang rapat yang hanya dikhususkan bagi Voxx, "dia mencari Shin," Yuu menjawab kebingungan Kai. Kai berjalan ke salah satu kursi disana dan menaruh tasnya di meja, ia pun duduk dan memainkan ponselnya. Gaki duduk di kursi yang berada di paling depan, kursi tersebut diperuntukkan untuk ketua atau guru yang bersangkutan.
Kudo dan Han sampai di ruangan, Kudo membuka pintunya perlahan, "selamat pa- apa yang orang ini lakukan disini?!," Kudo bertanya kebingungan, "dia ada urusan dengan Shin," Yuu kembali menjawabnya seperti ia menjawab Kai sebelumnya, Kudo berjalan ke kursi di samping Mizu, kursi barisan kanan. Han berjalan mendekati Gaki yang sedang duduk tenang, "kuharap kau tidak melakukan hal aneh," ujar Han kepada Gaki.
Sejak awal Han dan Gaki tidak pernah satu frekuensi, mereka memiliki prinsip yang berbeda. Gaki ingin menjadi yang terkuat, sedangkan Han memiliki prinsip untuk melindungi orang lain, selemah apapun dia, tetap harus melindungi sesama.
Han duduk di kursi samping Kai, kursi sayap kiri. Setelah beberapa menit berjalan, pintu pun dibuka oleh orang yang ditunggu Gaki, Shin. Shin membuka pintu perlahan, "sela- Gaki?," Shin memperlihatkan ekspresi kebingungannya, Gaki langsung berdiri, "baiklah, kita mulai, silahkan duduk," ujar Gaki pada yang lainnya, "sepertinya aku dikudeta," Shin tertawa kecil, ia menarik kursi cadangan yang ada di belakang ruang rapat.
"Aku disini akan memberitahu kalian sesuatu, beberapa hari yang lalu, terjadi penemuan mayat secara besar-besaran di Gunung Fuji, lalu kemarin, kejadian di supermarket di pusat kota, keduanya melibatkan diriku," Gaki membuka halaman selanjutnya dari file presentasinya, proyektor menunjukkan sebuah foto surat yang Gaki temukan, "surat ini memiliki makna yang sama seperti surat-surat yang ditinggalkan oleh 1000 dojo lain," Gaki kembali mengganti halamannya, sekarang halaman tersebut menunjukkan beberapa poin yang menghubungkan perihal surat dojo dengan Filipina. "Seperti yang bisa kalian lihat, tadi di surat menyebutkan 'negri para petani' dan 'sang dewa', dalam buku 'penelitian dan pengembangan Grim tahun 1997' disebutkan kalau orang-orang zaman dahulu menyebut pengguna Grim terkuat sebagai 'Dewa', sekarang kesampingkan itu, 'negri para petani', dalam penelitianku...," Gaki menjelaskan semua hal yang ia teliti semalaman, ia membocorkan semuanya, tanpa tersisa sedikitpun.
"Apa ada yang ingin ditanyakan?," Gaki menghela nafasnya, "dalam rangka apa kau melakukan ini?," Shin memberikan pertanyaan pada Gaki, ia terlihat tertarik dengan apa yang dibahas Gaki, "aku ingin Voxx menjadi lebih berguna, kalian mempunyai potensi yang lebih besar dari sekedar membuat 'proposal liburan ke taman bermain'," Gaki terlihat bergairah, "aku menolaknya," Shin menolak jawaban dari Gaki.
"Kau bukan Gaki yang kukenal, Gaki tidak peduli pada orang lain, ia apatis, tidak mungkin seorang Gaki yang hebat melakukan sebuah ajakan kerjasama, apa yang sebenarnya kau mau," Shin mengulang pertanyaannya.
"Aku ingin-," sebelum Gaki menjawab pertanyaan Shin, pintu ruang rapat dibuka oleh seseorang, itu adalah Ray dan Eden, "hai, ada apa ini," Eden tersenyum sambil melambaikan tangannya, Ray berjalan lebih duluan masuk dan mengambil kursi cadangan, diikuti Eden yang masih merasa canggung. "Gaki, lanjutkan jawabanmu," ujar Shin.
__ADS_1
"Aku ingin bergabung dengan Voxx," Gaki melakukan ojigi dengan sangat tegap, ia melakukannya sepenuh hati, "sepertinya kau membuang sifat tidak pedulimu itu, aku yakin guru-guru akan menerimamu," Shin berdiri dan membalas ojigi dari Gaki.