
Raja Erfrain duduk di singgasana Athanasia. Ada mahkota kehormatan di kepalanya. Mahkota yang sama yang juga pernah dipakai olehnya sebelum dia memutuskan tinggal di dunia manusia. Raja Erfrain kembali ke dunia drucless sejak 600 tahun yang lalu, setelah menjalani kehidupan sebagai seorang manusia.
Erfrain melihat Edgar datang. Pangeran tampan itu memberikan sebuah gulungan pada kakaknya. "Undangan dari Kerajaan Zeroun. Ratu Laureen merayakan ulang tahunnya. Apa kita akan datang?"
Erfrain membuka gulungan tersebut kemudian membacanya. "Baiklah, kita akan datang."
Edgar mengangguk.
"Pangeran Edgar, apa kau sempat melihat keadaan dunia manusia?" Tanya Erfrain.
Edgar tampak berpikir kemudian mengangguk. "Iya, minggu lalu aku ke sana."
"Tahun berapa di dunia manusia?"
"Tahun 2032."
__ADS_1
Erfrain menatap sendu. Melihat kakaknya yang sedih, Edgar berusaha menghibur, "Kau sudah membahagiakannya, kau tidak perlu khawatir. Sekarang dia pasti lebih bahagia dan lebih tenang di Surga."
"Aku berbohong padanya. Selama kami bersama, dia tidak tahu siapa aku sebenarnya," ucap Erfrain..
Edgar tidak merespon. Dia hanya mendengarkan curahan hati sang kakak.
"Seandainya aku memberikan tanda drucless padanya, dia tidak akan mati secepat itu. Tapi, meskipun dia abadi dengan tanda drucless dariku, dia akan mengalami sakit yang lebih parah sebelum mati, karena aku juga memiliki darah manusia." Erfrain terlihat menyesalinya.
Keesokan harinya, Erfrain dan Edgar pergi ke istana Zeroun, salah satu kerajaan terbesar di dunia drucless. Mereka memiliki hubungan baik dengan Ratu Laureen. Ada banyak tamu undangan yang hadir, mereka adalah para Raja, Ratu, Pangeran, dan Putri dari kerajaan-kerajaan yang berhubungan dengan Kerajaan Zeroun.
"Ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada kalian semua. Dia adalah pemimpin baru dari Kerajaan Isleenia, saudara Kerajaan Zeroun. Adikku, kemarilah."
__ADS_1
Semua mata tertuju pada gadis cantik berambut kriting dan bergaun merah. Dia memakai mahkota ruby yang begitu elegan. Mata Erfrain membeku.
"Gwyneth Isleenia, Ratu Isleenia."
"Senang bertemu dengan kalian semua." Gadis itu tersenyum kecil. Dia memiliki wajah yang sangat mirip dengan Xylona.
Edgar menoleh pada Erfrain yang masih terpaku.
"Xylona...."
👓👓👓
TAMAT
H-22 : ASSASSIN
By
UCU IRNA MARHAMAH
instagram : @ucu_irna_marhamah
@novellova
__ADS_1
19.32 | 23 Januari 2021
By Ucu Irna Marhamah