Hack Your Lover

Hack Your Lover
Patch 01 : Prolog


__ADS_3

Patch 1 : Prolog


Anjani Putri


"Yes, kita menang lagi, Sugar!" Gadis yang berada di depan komputer itu berbicara dengan kucing Persia jantan kesayangannya. Apa yang dia mainkan bukanlah permainan online seperti judi poker atau mobile arena. Namun Binary Option yang mempertaruhkan uang secara sungguhan. Tak ada yang menyangka, gadis tomboi dengan potongan rambut pendek dan kacamata tebal itu menopang IQ lebih dari 170. Ia jago matematika dan permainan basket. Hah,,, basket! Bagaimana bisa seorang kutu buku jago bermain basket? Ya,,, ia menyukai basket karena Basket adalah permainan yang penuh presisi dan perhitungan. Ia tak pernah mencetak rekor dengan lompatan Lay Up, namun ia cukup piawai dengan tembakan three points. Hanya saja ketika final yang menyedihkan harus menandaskan mimpi tim sekolah menengahnya untuk melaju ke babak selanjutnya.


"Hei,,, umpan kesini!" Masih gadis yang sama, namun perawakannya agak kecil dengan kacamata yang membuat lawan tertawa. Ia selalu dimainkan di menit akhir, ketika semuanya sudah berkeringat dan kelelahan.


"Jangan umpan ke Anjani!" Teriak pak Pram sang pelatih basket yang selalu bercita-cita membawa Tim Basket Indonesia berlaga di kejuaraan NBA. Tapi itu hak yang mustahil karena NBA itu liga basket milik Amerika Serikat. Namun ia tetap yakin bahwa Tim yang dilatihnya akan berlaga di kejuaraan bola basket nomor satu di dunia itu.


Anita yang panik karena timnya tertinggal dua angka dan waktu tinggal setengah detik, ia sudah terlanjur melempar bola ke arah gadis pendek dengan perawakan menyerupai pria dan berkacamata itu. Gadis itu menerima bola dengan tangannya. Seketika otaknya muncul rumus energi kinetik dan potensial menyatu menjadi sebuah energi yang mematikan, yaitu energi mekanik.


[EK \= ½ mv2]


di mana:


EK \= energi kinetik (J)


m \= massa benda (kg)


v \= kecepatan gerak benda (m/s)


[EP\= m.g.h]


di mana :


EP \= Energi Potensial (J)


m \= massa benda (kg)


g \= percepatan gravitasi (m/s2)


h \= tinggi benda (m)


[EM \= EK + EP]


Bola itu mengarah ke ring lawan sejauh 20 meter. Sangat jauh untuk ukuran permainan bola basket. Lemparan gadis itu bertepatan dengan suara bel bernada terompet tanda permainan berakhir.


Teeeeeetttttttt!!!!


Bola itu melayang jauh melewati lapangan. Seluruh mata melayang menatap laju bola. Lalu,,,


Plooosssshhhh!!!


Bola itu memasuki ring lawan dengan perhitungan yang persisi. Bola basket berukuran 75 cm dengan berat lebih dari setengah kilogram itu memasuki ring tanpa menyentuh tepian. Sungguh lemparan yang bagus dan membuat lawan tertegun.


Namun, wasit berkata lain. Wasit mengangkat kedua tangan dan melambai ke arah juri yang duduk di tepi lapangan. Ia menganggap waktu telah habis ketika bola masih berada di tangan gadis tomboi itu.


"Apaaaaa!!!" Gadis tomboi itu berteriak tak terima lemparannya tak di sah-kan oleh wasit dan para juri.


Kembali lagi ke kamar, gadis itu tetap memegang bola basket dan melemparkannya ke arah ring yang ia pasang di salah satu dinding kamarnya. Bola itu terbang dan memasuki ring tanpa menyentuh tepian ring basket tersebut. Ia sudah melakukannya ribuan bahkan jutaan kali. Ia lakukan itu ketika ia mengingat kekalahan yang memalukan itu. Padahal, ia sendiri sudah menghitung semuanya. Ia melepaskan bola didetik ke 0,00564s dan stopwatch milik juri hanya berlaku untuk satu angka dibelakang desimal. Itu tak adil menurutnya.


"Seharusnya timku melaju ke zona provinsi, namun juri bodoh itu tak punya alat secanggih otakku." Ungkapnya kepada kucing kesayangannya setelah memasukan bola basket ke ringnya.


Meeooowwww!!! Sugar hanya mengiyakan saja keluhan tentang kenangan kelam yang dialami oleh temannya itu. Ia lalu melompat ke pangkuan sang gadis menguselnya.


"Uang, hmnnn,,, aku bisa mencetaknya sendiri. Namun aku butuh sebuah interaksi. Interaksi terhadapan sesama manusia." Ucapnya penuh dengan halusinasi tinggi karena ia berbicara dengan seekor kucing yang seakan menanggapi seluruh pembicaraannya selama ini.


Meeeoowww!!! Sugar menjawabnya.


"Eh, kapan terakhir aku keluar rumah?" Kata gadis itu.


Meooowwww!!!


"Hmn, tapi tenang saja. Aku punya proyek yang super mahal dan akan membuatku keluar dari rumah." Ungkapnya seraya menarik keyboard komputernya. Ia lalu mengetikkan sesuatu. Sesuatu yang sangat dalam dengan peruntungan yang besar. Sugar si kucing Persia turut menatap tiga monitor layar datar yang tersambung dengan sebuah Centra Prosesor dengan kecepatan ekstra tinggi itu.

__ADS_1


Lalu,,,


Munculah sebuah tampilan situs yang dapat dipasang di aplikasi Android. Situs Internet bertema merah marun dan merah jambu. situs yang baru dibuat satu Minggu yang lalu dan belum ada seorangpun yang menggunakannya. Namun ia yakin bahwa akan ada ribuan pengguna yang akan membuat hidupnya penuh tantangan dan rintangan.


Hackyourlover.com


. . .


Sebuah situs yang membuka jasa peretasan mengenai perselingkuhan yang dilakukan oleh pasanganmu. Kami dapat melakukannya dengan cepat tanpa terdeteksi oleh target operasi kami. Identitas pengguna akan kami rahasiakan berikut dengan identitas kami. Karena peretasan sangat ilegal dan melanggar hukum, maka tarif kami akan sangat mahal tergantung dengan tingkat kesulitan. Jika engkau merasa curiga dengan kekasihmu, silahkan hubungi kami di kolom chat di bawah ini!


Singkat padat dan jelas, situs misterius yang dapat melakukan peretasan buatan Anjani.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya, Sugar." Ucap gadis itu lagi. "Sekarang tinggal menunggu pengguna pertama kita."


Cliiinnnnggggg!!!


Dering pesan diterima oleh komputer milik Anjani.


Sebelum membalas, Anjani beralih ke layar monitornya yang kedua. Ia menuliskan beberapa codding yang cukup rumit.


[/batch; user0229.] Lalu Anjani menekan enter.


[/batch;user0229:Redminote3;3102998177882; +62811293110]


"Hmn,,, who is your Daddy, broken prince?" Ia mengguman dan kembali ke layar chat.


User0229 : Apakah keterangan di situs benar?


Admin : Tentu saja, User0229. Ada yang bisa kubantu?


User0229 : Apakah pacarku selingkuh?


Admin : Silahkan tunggu sebentar!


"The Hacking, begin."


Sebuah kode muncul di layar command prompt. Kode yang berat dengan penuh literasi unik berupa angka binary yang susah dipecahkan. Namun bukan Anjani si pemilik IQ 170 jika tak bisa memecahkannya.


User0229 : LAMA NGGAK!!!


"Oh, be patient broken heart." Gumam Anjani sembari mengetik sesuatu di layar chat.


Admin : Satu menit lagi.


Coding itu semakin cepat dan terbukalah secara otomatis layar WhatsApp milik sang klien. Dengan cepat mata Anjani menilik beberapa chat dan ketemulah nomor WhatsApp milik kekasih sang klien yang tak sabaran.


Dengan cepat Anjani menyalin nomor ponselnya dan menekan enter di layar command prompt. Lalu batch code dari layar itu bergerak dengan cepat. Kode binary itu mengetik otomatis dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Lalu terbukalah aplikasi WhatsApp milik kekasih sang klien. Namun,,,


User0229 : AH,,, LAMA!


User0229 : meninggalkan obrolan. . .


"Hmn, menarik sekali, hihihi." Anjani terkekeh mempermainkan analogi psikis klien pertamanya. Ia tak panik atau marah kehilangan kliennya. Menurutnya, klien itu pasti sedang patah hati dan merasa dipermainkan oleh kekasihnya. Lalu ia dengan tak sabar mencari cara untuk membongkar kedok kekasihnya. Harus ada cukup bukti untuk meyakinkannya.


[/string match; deleteprivatechat;] Anjani menekan enter pada layar command prompt. Lalu Aplikasi yang diretas itu mengeluarkan seluruh obrolan yang telah dihapus jauh-jauh hari. Hanya butuh waktu tiga menit untuk mengetahui semuanya. Anjani mencari obrolan yang mencurigakan diantara ribuan obrolan yang telah terhapus tersebut.


Lalu, ia menemukan sesuatu. Otak Anjani bereaksi menyatukan sebuah picisan-picisan yang janggal diantara kumpulan obrolan yang telah terhapus tersebut.


[26/6 19.58] Rina : Semangattt ya!


[26/6 19.59] Fandi : Hehe.. Makasih


[26/6 20.12] Rina : Udah sana tidur, besokkan kami interview.


[26/6 20.12] Fandi : Gak bisa tidur nih!

__ADS_1


[26/6 20.12] Rina : Kok gak bisa tidur. Tinggal penjamin mata aja, sambil bayangin aku disampingmu. ;p


[26/6 20.13] Fandi : Jangan ah, nanti tegang akunya.


[26/6 20.13] Rina : Hahaha...


[26/6 20.13] Fandi : Foto PAP donk!


[26/6 20.14] Rina : Nggak ah, lagi pake tanktop ajaaahhh,,, aaaahhhh!


[26/6 20.14] Fandi : Ahhhh,,, enak donk. please kirim, biar aku bisa bobo sayang.


[26/6 20.14] Rina : [picture sent]


"Waoowww, lihat Sugar. Besar sekali buah dada cewek ini!" Ujar Anjani memperlihatkan foto seorang cewek yang menyingkap bajunya, sehingga buah dadanya yang mengajak terlihat di layar. "Tapi sayang, dia cukup bodoh memperlihatkan properti-nya kepada seorang pengangguran."


Anjani menyimpan gambar tersebut dan meyakinkan kliennya yang tak sabar itu. Ia menggunakan aplikasi WhatsApp yang sudah dimodifikasi sehingga tak menampilkan nomor ponsel pribadinya. Lalu ia mengirimkan gambar tersebut.


[18/7 22.59] Hacker : [picture sent]


Anjani mengirimkan foto buah dada milik pacarnya itu. Lalu ia menuliskan beberapa keterangan dibawahnya.


[18/7 22.59] Hacker : Apa kamu pernah melihat buah dada milik pacarmu? Oh,,, sungguh menawan.


[18/7 22.59] Hendra : ITU! DAPAT DARIMANA KAU!?


[18/7 23.01] Hacker : Sesuai dengan permintaanmu.


[18/7 23.02] Hendra : Siapa? ke siapa foto itu dikirim?


[18/7 23.02] Hacker : Sangat rahasia. Aku bisa memberitahumu ketika kita bertemu. Namun biayanya sangat mahal.


[18/7 23.02] Hendra : Dimana? Kapan kita bertemu?


[18/7 23.04] Hacker : 822172380019


[18/7 23.04] Hendra : Apa itu?


[18/7 23.05] Hacker : Itu rekeningku. Aku akan memberimu alamat ketika kau mentransfer uang sebesar 2 juta rupiah.


[18/7 23.05] Hendra : Brengsek kau! Kau mencoba memerasku.


[18/7 23.05] Hacker : Tidak, aku mencoba untuk membantumu. Silahkan screenshot bukti transfer, lalu aku akan kirim alamat kita bertemu. Tenang saja, aku seorang profesional.


"Hihihi,,, seru juga nih!" Anjani terkekeh seraya merentangkan kedua tangannya. Sudah bertahun-tahun ia jarang sekali berinteraksi dengan seseorang. Dan kali ini ia menemukan sebuah pekerjaan yang membuat adrenalinnya terpacu.


[18/7 23.10] Hendra : [Picture sent]


"Ah, dia tak main-main rupanya!" Gumam Anjani seraya membuka screenshot bukti transfer ke rekening Anjani. Ia juga memastikan kalau bukti itu adalah asli.


[18/7 23.10] Hendra : Dimana?


[18/7 23.11] Hacker : Besok, Allen Marrie Coffe. Jam tujuh malam. Bisa?


[18/7 23.12] Hendra : Oke, awas kalau kau nipu.


[18/7 23.13] Hacker : See you tomorrow, Mr. Broken Heart.


"Hmnn,,," Anjani mendesah. Ia tak sabar menunggu pekerjaan yang menantang ini. Sudah lama ia tak keluar rumah sehingga butuh waktu yang pantas untuk mempersiapkan semuanya.


Meooowwww!!! Sugar meringkuk dipangkuan Anjani. Kucing berbulu kelabu itu sudah menjadi teman Anjani semenjak bayi. Ialah yang selalu menjaga Anjani ketika Anjani harus bekerja sendiri.


"Tak apa, Sugar. Aku tak akan lama. Toh, tak mungkin aku tinggal dikamar ini selamanya. Aku butuh sedikit udara segar." Ucapnya seraya mengelus bulu kucing Persia-nya itu.


Meeeoowww. Ucap kucing kesayangannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2