Hack Your Lover

Hack Your Lover
Patch 04 : Kasus Pertama 3


__ADS_3

Anjani langsung bekerja malam itu juga. Malam dimana ia bertemu dengan Klien pertamanya, Hendra. Matanya selalu cekatan dalam memeriksa setiap data mengenai sang target. Targetnya cukup ringan, namun ia butuh sesuatu yang cocok agar lebih mudah mendata kehidupan sang target.


...Marina Kuswati....


Anjani mencatat nama itu. Lalu peretasan dimulai. Mulanya, ia mulai meretas situs pencatatan sipil yang dibuat oleh pemerintahan. Layar hitam Command Promt menjadi saksi peretasan data kependudukan. Ia butuh Nomor Induk Kependudukan, dengan itu semua data pribadi dan seluk beluk sang target akan dengan mudah terpantau.


[switchstart-mpd;databatchproxima]


Layar hitam dengan huruf putih yang membingungkan itu bergerak secepat kilat. Dengan segala jenis encoding dan decoding yang tak dimengerti oleh orang lain. Anjani berhasil memecahkan sandi-sandi rahasia mengenai situs buatan pemerintah yang sangat rahasia itu.


Dalam waktu singkat Anjani berhasil membobol situs itu untuk menarik sebuah data Nomor Induk Kependudukan saja.


"Hmn," gumam Anjani sembari menekuk ujung bibirnya. Senyuman sinis penuh dengan rasa kemenangan berada di benak Anjani. Ia melakukan peretasan itu tengah malam, itu dikarenakan jarang sekali yang mengakses situs tersebut dikala malam. Lalu Anjani menemukan Nomor Induk Kependudukan tersebut. Dengan begitu, alamat, serta Daftar Riwayat Hidup sang target dapat mudah diketahui.


Marina Kuswati, Anjani menatap salinan Kartu Identitas milik Rina terpampang dilayar. Lalu ia menekan tombol screenshot dan suara printer berbunyi. Suara cetakan dari Cathridge printer yang bergerak kesana kemari. Lalu tercetaklah selembar copian kartu identitas milik Rina.


"Sugar," panggil Anjani. Namun Sugar si kucing Persia sudah meringkuk di keranjangnya. "Hmn, sendirian deh." Tambah Anjani menggerutu.

__ADS_1


"Aku harus ke rumahnya."


Dalam investigasi Anjani. Ia tak serta merta menimpakan kesalahan sang target kepada kliennya. Anjani harus berjuang agar kedua belah pihak berlaku seimbang. Terkadang, kliennya juga kelewatan. Anjani memikirkan itu ketika berbicara dengan Hendra tadi sore. Mungkin, Rina mengkhianati Hendra karena Hendra terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan Rina memerlukan sebuah kasih sayang dari seorang kekasih. Atau, memang Rina yang tak tahu malu. Semua harus diungkap oleh Anjani sebelum mengungkapkannya kepada Hendra. Anjani memang tak pernah mencintai, atau dicintai. Pernah sekali ia bertemu dengan seseorang yang sama dengannya, namun laki-laki itu sungguh buruk dan jauh dari dirinya. Perkembangan mengenai sebuah pembicaraan mungkin akan mengubah dirinya, namun sama saja, laki-laki itu sungguh bodoh dan tak tahu cara bercinta.


\= \= \= \= \=


Pagi itu, Anjani menemui temannya. Seorang ahli kimia yang tingkat kejeniusannya sama seperti Anjani. Ia juga sama, tak ingin bekerja di sebuah perusahaan. Alhasil, pekerjaan gelap seperti Anjani yang ia lakukan.


"Erik, kaukah itu? Ini Anjani." Ucap Anjani melalui telpon genggamnya.


"Mnnn,,, Suatu zat X jika direaksikan dengan pereaksi Fehling terbentuk endapan merah bata. Maka zat X tersebut kemungkinan mengandung glukosa jenis apa?" Ucap Erik yang sering bermain teka-teki.


"Jika kau adalah Anjani maka pertanyaan itu akan mudah bagimu?" Jawab Erik ditelponnya.


"Baik, mnnn." Seketika gambaran otak genius Anjani berputar. Di otaknya tergambar buku-buku tebal dengan tulisan usang. Pertanyaan seputar kimia itu membuat Anjani harus berpikir sejenak. Tak membutuhkan waktu lama sampai Anjani mempunyai jawabannya. "Mnnn,,, aku tahu. Kau bilang tadi reaktor Fehling?"


"Ya, reaktor Fehling." Ulang Erik.

__ADS_1


"Fruktosa, ya Fruktosa jawabannya." Anjani menjawab pertanyaan Erik.


"Bagaimana bisa seperti itu? Coba jelaskan?" Erik harus memastikan bahwa orang yang menelponnya adalah Anjani yang dikenalnya. Erik masih belum percaya dengan Anjani.


"Oh, ayolah Erik. Kau mengenal suaraku." Keluh Anjani karena Erik belum juga percaya.


"Ya, mungkin kau agen rahasia yang menggunakan alat pengubah suara. Lalu berpura-pura sebagai orang yang aku kenal." Erik tak mudah dikalahkan. Pekerjaannya sangat rahasia sehingga tak sembarang orang bisa menemuinya.


"Oke, baik, akan kujawab pertanyaanmu?" Ucap Anjani yang harus berpikir lebih dalam lagi. "Pereaksi Fehling digunakan untuk mengidentifikasi gula pereduksi, yaitu gula yang mengandung gugus aldehid dan keton bebas. Reaksi positif Fehling akan menghasilkan endapan merah bata. Semua monosakarida dan disakarida kecuali sukrosa. Sukrosa merupakan gula pereduksi, sedangkan semua polisakarida bukan gula pereduksi. Maka, karbohidrat yang akan bereaksi positif terhadap Fehling kemungkinan mengandung fruktosa. Dalam reaksi ini, fruktosa akan mereduksi ion Cu2+ dalam Fehling menjadi ion Cu+ sehingga dihasilkan endapan merah bata."


"Hmn, sempurna. Kode kamarku berbentuk persegi dengan skema dua segitiga saling bertumpuk. Kode ini berlaku dalam 10 menit dari sekarang." Erik memberikan kode rahasia itu kepada Anjani.


"Tu,,,tunggu. Aku belum..." Ucap Anjani yang belum menyiapkan segalanya, namun Erik sudah mematikan teleponnya. Ia masih berada di basement apartemennya dan sekarang ia harus berada di rumah Erik sebelum sepuluh menit. Anjani langsung menancap gas sebelum semuanya terlambat.


Erik salah seorang kimiawan. Ia ahli dalam bidang itu. Namun terkadang, barang-barang Erik bersifat ilegal. Walau ia menjual barang-barang ilegal, ia termasuk orang baik. Seringkali ia menjual bahan kimia untuk melelehkan beton. Tetapi itu untuk pesanan khusus dan kasus khusus. Bukan sembarangan orang yang dilayani oleh Erik, termasuk Anjani. Anjani pernah membeli bahan kimia kepada Erik, namun Anjani membeli untuk kepentingan pribadinya. Entah, darimana Erik mempelajari semua ilmu yang membingungkan itu. Bahkan Anjani takjub dengan penemuan Erik terbaru, yaitu cairan kimia yang dapat melelehkan logam sekeras Baja. Namun larutan itu masih tahap percobaan. Segelas cairan itu dapat membuat menara Eiffel runtuh. Tentu saja, Erik tak akan memberikan cairan itu kepada tangan yang salah. Bisa jadi, ia jadi biang keladi perang dunia ketiga. Anjani pernah membaca katalog penemuan Erik, satu cairan kimia yang akan membuat seseorang membicarakan semua hal yang sangat rahasia sekalipun. Cairan berbentuk parfum dan mudah sekali disamarkan.


Dalam waktu sepuluh menit, Anjani tiba di sebuah bangunan bertingkat tiga. Bangunan usang dengan kaca jendela yang hampir semuanya pecah. Namun disinilah Erik membangun semua fasilitasnya. Bahkan menurut warga sekitar, bangunan ini berhantu. Namun Anjani tahu, hantu-hantu itu adalah semacam benteng agar tak dicurigai oleh siapapun. Mobil Fortuner Anjani berwarna hitam. Sehingga mudah saja baginya untuk menyelinap melalui jalanan tanah yang dipenuhi pepohonan rindang.

__ADS_1


Anjani menutup tudung kepala di jaket Hoddynya agar tak terlihat. Lalu ia berlari memasuki gedung angker itu. Gerakan Anjani begitu cepat melompati semak belukar yang telah meninggi. Anjani juga heran dengan Erik, kenapa ia memilih tempat seperti ini untuk menjalankan bisnisnya. Padahal ia bisa saja menyewa rumah dengan penjagaan yang ekstra. Mungkin Erik memilih gedung ini karena ia selalu ingin bekerja sendiri.


__ADS_2