
Setelah Mawar Hitam menjadi bagian dari Asosiasi Pahlawan, Hakim merasa ada panggilan yang lain dalam dirinya. Dia merasa bahwa dia belum cukup kuat dan berpengalaman untuk benar-benar menghadapi kegelapan dan melindungi dunia sepenuhnya.
Dengan berat hati, Hakim mengumumkan keputusannya kepada teman-temannya. "Aku perlu pergi berlatih dan mengembara seorang diri. Aku merasa ada banyak hal yang harus aku pelajari dan temukan tentang diriku sendiri. Ini adalah perjalanan yang harus aku lakukan sendiri."
Teman-teman Hakim merasa sedih dan kehilangan, tetapi mereka menghormati keputusannya. Mereka tahu bahwa setiap pahlawan memiliki perjalanan pribadi yang harus mereka lewati untuk tumbuh dan berkembang.
"Hakim, kami mengerti. Perjalananmu ini adalah bagian dari pertumbuhanmu sebagai pahlawan yang lebih kuat. Kami akan selalu mendukungmu," ucap Indra dengan tulus.
Arya, Syawal, dan Ali juga setuju dengan keputusan Hakim. Mereka tahu bahwa setiap orang harus menemukan jalannya masing-masing untuk mencapai keberhasilan.
Dengan perasaan campur aduk, Hakim berangkat sendirian dalam perjalanannya. Dia mengembara ke berbagai tempat, bertemu dengan pahlawan-pahlawan hebat, dan belajar dari berbagai guru yang bijaksana.
Di perjalanan ini, Hakim menghadapi berbagai tantangan dan bahaya. Dia terus berlatih, mengasah keterampilannya, dan belajar mengendalikan kekuatan Energi Chaosnya dengan lebih baik.
__ADS_1
Tetapi bukan hanya fisik yang dia latih, tetapi juga batinnya. Hakim mencari kedamaian dalam dirinya, merenungkan tentang perjalanan hidupnya, dan menemukan keberanian untuk menghadapi masa lalunya yang penuh luka.
Selama perjalanannya, Hakim juga menemukan beberapa petunjuk tentang asal-usul Energi Chaos dan keberadaannya dalam dunia. Dia menyadari bahwa Energi Chaos bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, tetapi sesuatu yang harus dihargai dan dimanfaatkan dengan bijaksana untuk kebaikan.
Dalam perjalanan soliter ini, Hakim merasa semakin dekat dengan dirinya sendiri. Dia menemukan makna sejati dari menjadi pahlawan sejati: bukan hanya menghadapi kejahatan di luar, tetapi juga menghadapi kegelapan dalam dirinya sendiri dan mengubahnya menjadi cahaya.
Dalam perjalanannya yang soliter, Hakim berjalan melintasi tanah-tanah yang belum ia eksplorasi sebelumnya. Perjalanan ini membawanya ke berbagai tempat yang penuh misteri dan bahaya.
Tiba-tiba, segerombolan tentara Darkness muncul di hadapannya. Mereka muncul dari dalam lembah gelap, dipimpin oleh seorang jenderal yang penuh kekejaman. Wajah mereka tertutup oleh bayangan kegelapan, dan energi chaos gelap yang menyeramkan menyelimuti mereka.
Meskipun merasa waspada, Hakim memutuskan untuk tidak mundur. Dengan tekad yang bulat dan kekuatan yang telah ia latih dengan keras selama perjalanannya, dia menghadapi tentara Darkness dengan penuh keberanian.
Dalam pertarungan yang berlangsung sengit, Hakim berhasil mendominasi awal pertempuran. Dengan kecepatan dan keterampilannya yang terlatih, ia mampu menangkis serangan-serangan lawan dengan baik. Namun, stamina dan kekuatannya mulai terkuras karena pertempuran yang berkepanjangan.
__ADS_1
Namun, tentara Darkness tampaknya tidak ada habisnya. Mereka terus berdatangan, seolah-olah tak ada akhirnya. Hakim menyadari bahwa dia tidak mungkin mengalahkan mereka semua sendirian dalam kondisi yang seperti ini.
Dengan hati berat, Hakim mengambil keputusan untuk melarikan diri. Dia menyusup masuk ke dalam hutan yang lebat, berusaha menghindari kejaran tentara Darkness yang tak kenal ampun.
Di dalam hutan yang gelap, dia berusaha menenangkan diri dan merenungi situasi yang sedang dihadapinya. Dia merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan perjalanannya dan menjadi pahlawan yang lebih kuat, dan itu termasuk melindungi dirinya sendiri agar tetap hidup.
Dengan bijaksana, Hakim menggunakan pengetahuan yang telah dia peroleh selama perjalanannya untuk menyusun rencana. Dia memilih rute yang sulit ditemukan oleh tentara Darkness dan menggunakan keterampilan penyamaran untuk mengelabui mereka.
Dalam beberapa hari berikutnya, Hakim terus melintasi hutan, menjauh dari kejaran tentara Darkness dengan kecerdikan dan keberanian. Dia berusaha untuk tetap berpegang pada tujuannya dan tidak membiarkan ketakutan menghalanginya.
Saat perjalanan semakin jauh dari kehadiran tentara Darkness, Hakim merasa lega dan bersyukur. Dia tahu bahwa pertempuran melawan kegelapan tidak akan pernah berakhir, tetapi dia telah belajar bahwa bertahan hidup dan bijaksana dalam menghadapinya adalah kunci untuk tetap melangkah maju.
Hakim yang berada di dalam hutan, menenangkan diri dan merenungi pelajarannya dari pertemuan berbahaya dengan tentara Darkness. Dia berjanji untuk tetap berlatih dan melatih dirinya agar menjadi pahlawan yang lebih kuat, siap untuk menghadapi segala tantangan yang akan datang dalam perjalanannya.
__ADS_1