
Setelah pertempuran kedua yang penuh makna, Hakim dan Aldi bersama-sama melanjutkan perjalanan mereka. Meskipun Aldi telah disadarkan dan merasa terhubung kembali dengan kebaikan dalam dirinya, ada sesuatu yang terasa tidak beres.
Saat mereka berjalan di tengah hutan yang lebat, tiba-tiba Aldi merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Dia merasakan kelemahan dan sakit yang tak terkendali, seolah ada sesuatu yang merongrong dari dalam dirinya.
"Aldi, apa yang terjadi?" tanya Hakim dengan khawatir.
Aldi merasa tubuhnya semakin melemah, dan dia jatuh terduduk ke tanah. "S-sakit... ada kekuatan Darkness dalam diriku... aku tidak bisa mengontrolnya!"
Hakim segera berusaha membantu Aldi, tetapi dia menyadari bahwa situasinya semakin parah. Energi Darkness yang pernah menguasai Aldi mulai bangkit kembali, kali ini dengan lebih kuat dan ganas.
"Aldi, tahanlah! Aku akan mencoba mengeluarkan kekuatan Darkness ini dari tubuhmu!" seru Hakim sambil mencoba menggunakan Pedang Saint untuk menenangkan energi gelap tersebut.
Namun, energi Darkness terasa begitu kuat dan ganas, seolah memiliki kehendak sendiri. Semakin Hakim berusaha mengendalikannya, semakin sengit pula pertempuran dalam tubuh Aldi.
Bab 17: Pengorbanan Aldi
Setelah pertempuran kedua yang penuh makna, Hakim dan Aldi bersama-sama melanjutkan perjalanan mereka. Meskipun Aldi telah disadarkan dan merasa terhubung kembali dengan kebaikan dalam dirinya, ada sesuatu yang terasa tidak beres.
Saat mereka berjalan di tengah hutan yang lebat, tiba-tiba Aldi merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Dia merasakan kelemahan dan kebingungan yang tak terkendali, seolah ada sesuatu yang merongrong dari dalam dirinya.
__ADS_1
"Aldi, apa yang terjadi?" tanya Hakim dengan khawatir.
Aldi merasa tubuhnya semakin tidak terkendali, dan dia merasakan energi Darkness yang pernah menguasainya mulai bangkit lagi. Rasa amarah dan kegelapan melingkupi dirinya, menguasai pikirannya.
"Aldi, tahanlah! Aku akan mencoba membantumu!" seru Hakim sambil mencoba mendekati Aldi.
Namun, Aldi tiba-tiba berbalik dan menyerang Hakim dengan kekuatan yang luar biasa. Mata Aldi dipenuhi oleh warna merah gelap, dan serangan-serangan energi Darkness diluncurkan ke arah Hakim.
Hakim terkejut oleh perubahan tiba-tiba dalam Aldi. Dia harus menghindari serangan-serangan mematikan itu dengan gerakan lincah. Namun, dia juga merasa bingung dan sedih melihat temannya yang dulunya akrab kini menjadi musuh.
"Aldi, hentikan ini! Aku tahu kau masih ada di dalam sana!" seru Hakim sambil berusaha membuka komunikasi dengan temannya.
Hakim merasa dilema. Di satu sisi, dia harus melindungi dirinya sendiri dari serangan-serangan Aldi. Di sisi lain, dia merasa terikat oleh kenangan-kenangan mereka sebagai teman-teman.
Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Hakim berusaha menghentikan Aldi tanpa membunuhnya. Dia menggunakan Pedang Saint dengan bijaksana, mengarahkan serangannya untuk menghalau serangan-serangan Aldi tanpa menyakiti temannya.
Pertempuran berlangsung sengit, dengan Aldi yang terus menyerang dan Hakim yang terus berusaha meredakan kemarahan dalam dirinya. Tidak ada kata putus asa dalam hati Hakim, karena dia tahu bahwa di balik lapisan kegelapan itu, Aldi masih ada.
Pada suatu momen, Hakim berhasil menahan serangan Aldi dan menariknya ke dalam pelukan. "Aldi, dengarkan aku! Kau masih punya kendali atas dirimu sendiri! Kita bisa mengatasi ini bersama-sama!"
__ADS_1
Aldi merasa keraguan dan pertempuran batinnya sendiri. Dia berjuang melawan kekuatan Darkness yang mengendalikannya. Mata merah gelapnya mulai memudar, dan wajahnya tampak mencerminkan perjuangan dalam dirinya.
Tiba-tiba, Aldi jatuh terduduk, kekuatan Darkness itu akhirnya mereda. Dia merasa lemah dan penuh penyesalan atas apa yang hampir dia lakukan.
"Hakim... maafkan aku..." bisik Aldi dengan suara terputus-putus.
Hakim mendekati Aldi dengan hati penuh empati. "Aldi, kau masih punya kesempatan untuk berubah. Kita akan mengatasi ini bersama-sama."
Namun, Aldi merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Dia merasa kekuatan Darkness itu tiba-tiba meledak dari dalam dirinya, mengambil alih kendali sepenuhnya.
"Aku... aku tidak bisa... Hakim, berlari! Tinggalkan aku!" Aldi berteriak sambil merasakan kekuatan Darkness semakin menguasai dirinya.
Hakim merasa putus asa karena tidak dapat membantu Aldi. Namun, dia tahu bahwa dia tidak bisa meninggalkan temannya dalam keadaan seperti ini. Dia tetap berusaha menggunakan Pedang Saint untuk meredakan energi Darkness itu.
Namun, kekuatan Darkness itu begitu kuat hingga melebihi batas yang bisa ditahan oleh tubuh Aldi. Dalam sekejap, cahaya gelap melingkupi tubuh Aldi, dan dia lenyap di tengah-tengahnya.
"Aldi..." bisik Hakim dengan hati yang hancur.
Hakim terdiam, terkejut dan bersedih melihat kepergian temannya. Dia tahu bahwa Aldi telah mengorbankan dirinya sendiri untuk menghentikan kekuatan Darkness yang bisa merusak dunia.
__ADS_1
Hakim merasa kehilangan yang mendalam, tetapi juga merasa inspirasi oleh tekad dan keberanian temannya. Dalam kegelapan yang menyelimuti, Hakim bersumpah untuk melanjutkan perjuangan mereka dan menjaga api kebaikan terus menyala, seiring dengan menghormati pengorbanan Aldi yang tidak terlupakan.