
Pertempuran di markas Mawar Hitam semakin intens dan kelompok ini mulai terdesak. Serangan dari pihak Kerajaan Bugis, dipimpin oleh Kapten Kesatria Arjun, semakin mempersempit ruang gerak mereka.
Indra dan teman-teman lainnya berjuang dengan gigih, tetapi terluka parah karena kekuatan musuh yang kuat. Hakim, yang penuh dengan luka akibat pertarungan dengan orang tuanya, merasa semakin lemah namun tetap berusaha untuk bertahan.
Di tengah kekacauan itu, Amanda merasa bahwa situasi ini tidak menguntungkan bagi Mawar Hitam. Dia merenung sejenak, mempertimbangkan langkah terakhir yang harus diambil. Dengan tekad yang bulat, Amanda mengambil keputusan yang berani.
"Mawar Hitam, pergilah! Tinggalkan tempat ini! Aku akan menghadapinya sendiri," seru Amanda dengan suara gemetar namun penuh keberanian.
Kawan-kawannya terkejut mendengar permintaan Amanda. Mereka tidak ingin meninggalkan teman mereka sendirian, tetapi mereka juga tahu bahwa Amanda memiliki rencana yang berbahaya.
"Hentikan! Kamu tidak bisa melakukan itu, Amanda!" seru Indra dengan rasa khawatir.
__ADS_1
Namun, Amanda sudah memutuskan dan tidak akan mundur dari keputusannya. Dia mengeluarkan energi terakhirnya dan dengan penuh tekad, berubah menjadi naga yang megah.
Transformasi menjadi naga adalah kemampuan terakhir Amanda yang penuh dengan kekuatan Energi Chaos. Namun, perubahan ini tidak sempurna, dan penggunaannya bisa merengut nyawa pengguna. Amanda sadar akan risikonya, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Dia harus memberi kesempatan teman-temannya untuk kabur dan menyelamatkan diri.
Dengan tubuh yang gemetar, Amanda berdiri sebagai naga di tengah medan pertempuran. Dia melihat teman-temannya yang masih ragu-ragu dan khawatir tentang keputusannya.
"Kaburlah! Jangan kalian pikirkan aku. Ada banyak hal yang harus kalian lakukan untuk melawan kegelapan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tapi permulaan bagi kita semua," teriak Amanda dengan hati yang berat.
Dalam perpisahan yang penuh emosi ini, teman-teman Mawar Hitam mengucapkan salam terakhir kepada Amanda. Mereka meninggalkan markas dengan perasaan hampa, meninggalkan Amanda yang siap menghadapi nasibnya sendiri sebagai naga berbahaya.
Setelah meninggalkan markas Mawar Hitam, perasaan batin anggota kelompok ini menjadi campur aduk. Mereka merasa bimbang antara harus pergi dan menyelamatkan diri atau bertahan dan berjuang bersama Amanda.
__ADS_1
Di dalam hati mereka, terjadi perang batin yang mengharu biru. Mereka telah membentuk ikatan persahabatan yang kuat selama petualangan bersama, dan meninggalkan Amanda di belakang membuat hati mereka hancur.
Indra merasa tak tega meninggalkan Amanda sendirian. Dia berjuang dengan perasaan ingin bertahan dan melindungi teman yang telah menjadi keluarganya. Namun, dia juga tahu bahwa dengan Amanda menjadi naga, pertempuran semakin berbahaya dan mungkin akan mengancam keselamatan mereka semua.
Syawal merasa bingung, dia tahu Amanda mengambil risiko besar dengan berubah menjadi naga, dan dia merasa bertanggung jawab untuk membantu Amanda. Namun, dia juga mengerti bahwa dengan pergi dan melawan Darkness, mereka bisa melindungi banyak orang yang membutuhkan pertolongan.
Arya, yang memiliki ikatan khusus dengan hewan-hewan di sekitar, merasa sangat berat hati. Dia ingin bertahan dan membantu Amanda dalam pertarungan, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus menyelamatkan diri dan membantu teman-temannya yang lain.
Ali, yang belajar menghormati kehidupan dan menyembuhkan orang lain, merasa berkonflik dengan dirinya sendiri. Dia ingin membantu Amanda, tetapi dia juga merasa bahwa dengan pergi, mereka bisa mencari bantuan dan dukungan untuk melawan Darkness dengan lebih baik.
Sementara itu, Hakim merenungkan perasaannya. Dia merasa berdosa karena telah berjuang melawan orang tuanya, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus bertahan dan melanjutkan perjuangan melawan kegelapan bersama teman-temannya.
__ADS_1
Di lain sisi, Amanda yang berdiri dengan gagah sebagai naga, siap menghadapi Kapten Kesatria Arjun dan pihak Kerajaan Bugis yang lain. Dia menyadari bahwa pertarungan ini akan menjadi akhir perjalanan panjangnya bersama Mawar Hitam, tetapi dia siap menghadapinya dengan kepala tegak dan hati berani.