
Hakim melanjutkan perjalanannya dengan Pedang Saint di tangannya, merasa semakin siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin datang. Namun, dia belum menyadari bahwa takdir akan membawanya kembali bertemu dengan Aldi, temannya yang pernah mengkhianatinya.
Di tengah perjalanan menuju sebuah desa, Hakim tiba-tiba merasa ada energi yang familiar. Dia melihat sekelompok tentara Darkness berkumpul di depannya, dan di tengah-tengah mereka, dia melihat wajah yang tak terlupakan.
"Aldi," gumam Hakim dengan suara penuh keterkejutan.
Aldi tersenyum sinis, "Lama tidak bertemu, Hakim. Kau melihatnya sendiri, betapa mudahnya aku beradaptasi dengan kekuatan Darkness."
Hakim merasa campur aduk oleh perasaan. Di satu sisi, dia merasa kecewa dan marah atas pengkhianatan Aldi. Di sisi lain, dia merasa sedih karena mereka dulu pernah berteman.
"Aku tidak akan membiarkanmu terus mengejar kekuatan gelap ini, Aldi. Aku akan menghentikanmu," tegas Hakim sambil menunjuk Pedang Saint ke arah Aldi.
Aldi tertawa menghina, "Kau pikir Pedang Saint bisa menghentikanku? Aku telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dan aku tidak akan kalah lagi."
__ADS_1
Tanpa ragu, pertempuran kedua antara Hakim dan Aldi pun dimulai. Kedua pahlawan ini saling berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Serangan-serangan energi dan cahaya berkelebatan di udara saat mereka saling beradu.
Hakim menggunakan Pedang Saint dengan mahir, mengarahkan serangan-serangannya dengan keahlian dan ketepatan yang luar biasa. Setiap gerakan Pedang Saint membawa kemurnian dan kekuatan yang tak terbandingkan.
Namun, Aldi juga telah mengembangkan kekuatannya dengan baik. Dia menggunakan energi Darkness dengan lincah, menciptakan serangan-serangan yang mengancam nyawa. Setiap kali serangannya mendekat, Hakim harus menggunakan Pedang Saint untuk membela diri dengan tekad dan kekuatan yang kuat.
Pertempuran berlangsung sengit, dengan kedua pahlawan saling menyajikan kemampuan terbaik mereka. Tidak ada kata puas, dan tiap gerakan memiliki tujuan untuk mengatasi lawan.
Pada suatu titik, Aldi sempat ragu sejenak dalam serangannya. Hakim melihat peluang ini dan dengan cepat mengambil alih, mengarahkan serangannya dengan kekuatan penuh. Pedang Saint menyala dengan cahaya yang memukau, dan serangan itu berhasil menghantam Aldi.
Aldi terdorong mundur beberapa langkah, dengan luka-luka yang semakin terlihat di tubuhnya. Dia merasa lelah dan terdesak. Hakim melihat keraguan di mata Aldi, dan dia tahu bahwa inilah saatnya untuk mencoba mengembalikan temannya yang dulu.
"Dengarkan aku, Aldi. Kekuatan Darkness tidak akan membawamu ke mana-mana. Ingatlah saat-saat kita bersama sebagai teman-teman. Kita bisa mengatasi segalanya bersama-sama," ucap Hakim dengan suara tulus.
__ADS_1
Aldi merenung sejenak, berjuang dalam pertempuran batinnya sendiri. Dia mengingat kenangan-kenangan indah bersama Hakim dan teman-temannya. Sebuah getaran hangat menyusup ke dalam hatinya.
Tiba-tiba, energi Darkness di sekitar Aldi mulai mereda. Dia melepaskan serangan terakhirnya, tetapi kali ini energinya terasa lemah dan ragu-ragu. Serangan itu tidak mampu menghantam Hakim dengan kekuatan penuh.
Hakim melihat peluang untuk mengakhiri pertempuran. Dengan gerakan yang cepat, dia menggunakan Pedang Saint untuk mengirimkan serangan akhir yang kuat ke arah Aldi. Serangan itu menghantam Aldi dengan keras, membuatnya terjatuh ke tanah.
Aldi terduduk lemah, dengan napas tersengal-sengal. Dia menatap Hakim dengan mata yang penuh pertobatan dan kerinduan. "Hakim, maafkan aku. Aku... aku terjebak dalam kegelapan. Aku tidak tahu bagaimana keluar dari sana."
Hakim mendekati Aldi dengan hati penuh empati. "Kau masih punya kesempatan untuk mengubah arah hidupmu, Aldi. Mari bersama-sama kita melawan kegelapan dan membawa kembali kebaikan."
Dengan izin dan dukungan dari Hakim, Aldi merasakan energi Darkness yang menguasai dirinya mulai surut. Dia merasakan kembali getaran kebaikan dan tekad untuk berubah. Pertempuran kedua mereka tidak hanya menghasilkan kemenangan fisik, tetapi juga membuka jalan untuk pertobatan dan rekonsiliasi
aldi pun kini merasa ingin mengubah jalannya dan berjuang bersama Hakim untuk kebaikan. Kedua pahlawan ini merasa semakin kuat dalam persahabatan dan tekad mereka untuk melawan kegelapan yang mengancam dunia.
__ADS_1