Hakim Chaos Struggle

Hakim Chaos Struggle
Bab 13: Pertemuan dengan Tahanan Berusia Ribuan Tahun


__ADS_3

Dalam perjalanannya yang terus-menerus bersembunyi dari tentara Darkness, Hakim menemukan dirinya terjebak di wilayah yang terpencil dan berbahaya. Hutan yang lebat dan jurang yang dalam mengelilinginya, membuat dia semakin merasa terisolasi.


Saat Hakim mencari jalan keluar dari jurang, dia tiba-tiba melihat sosok tua yang tergeletak di tengah reruntuhan. Hati Hakim berdesir karena dia tidak mengharapkan bertemu dengan siapapun di tempat seperti ini.


Dengan hati-hati, dia mendekati sosok tua tersebut. Pria itu tampak lemah dan penuh luka. Namun, matanya masih menyimpan kilau kebijaksanaan dan kekuatan yang tak terlukiskan.


"Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan manusia di sini," ucap pria itu dengan suara serak.


Hakim merasa heran. "Siapa Anda? Dan bagaimana Anda bisa berada di sini?"


Pria tua itu tersenyum lemah. "Aku adalah tahanan berusia ribuan tahun yang terkurung dalam jurang ini. Aku adalah penjaga dari Pedang Saint yang legendaris."


Hakim tercengang mendengar kata "Pedang Saint." Dia pernah mendengar cerita tentang senjata tersebut. Pedang itu katanya dapat menghilangkan segala jenis Energi Chaos dan merupakan kekuatan yang amat besar.


"Pedang Saint? Bagaimana bisa?" tanya Hakim dengan rasa ingin tahu.


Pria tua itu menjelaskan, "Ketika dunia ini masih muda, dan Energi Chaos belum begitu berlimpah, Pedang Saint diciptakan sebagai lambang keadilan dan keseimbangan. Namun, senjata tersebut menjadi terlalu kuat dan berbahaya. Para penguasa waktu itu memutuskan untuk mengurung Pedang Saint dan penjaganya dalam jurang ini, agar kekuatannya tidak disalahgunakan."

__ADS_1


Hakim merenungkan cerita tersebut. Dia menyadari bahwa Pedang Saint dapat menjadi senjata yang sangat berarti dalam melawan kegelapan dan mengembalikan keseimbangan dunia.


"Pengorbananmu sebagai penjaga Pedang Saint adalah luar biasa. Apakah Anda bisa memberitahukan di mana lokasinya?" tanya Hakim dengan penuh harap.


Bab 14: Kisah Penjaga Pedang Saint


Pria tua yang menjadi penjaga Pedang Saint itu menatap Hakim dengan tatapan yang penuh kenangan. Lalu, dia mulai menceritakan kisahnya dengan suara serak yang mengalun perlahan.


"Dahulu kala, ketika dunia ini masih muda dan Energi Chaos belum menyebar sepenuhnya, Pedang Saint adalah simbol keadilan dan keseimbangan. Aku dipilih oleh para penguasa saat itu untuk menjadi penjaganya karena keahlian dan kesetiaanku terhadap tugas tersebut."


"Dengan Pedang Saint di tangan, aku merasa memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dunia dari ancaman kegelapan dan memastikan Energi Chaos tidak disalahgunakan. Aku memimpin kehidupan yang tulus dan bersatu dengan kekuatan Energi Chaos tanpa berusaha untuk menguasinya."


Pria tua itu menghela nafas, "Aku mencoba untuk menahan penguasa tersebut, tapi dia begitu kuat dan penuh niat jahat. Dia menyerangku dengan kekuatan Energi Chaos yang tercemar, dan pertarungan pun tak terhindarkan."


"Dalam pertempuran yang sengit itu, aku berhasil menahannya sebentar, tapi penguasa tersebut berhasil merebut Pedang Saint dari tanganku. Kekuatannya yang tak terkendali mengancam untuk menghancurkan dunia."


"Dalam ketakutan dan keputusasaan, aku harus mengambil tindakan drastis. Aku membawa Pedang Saint ke jurang ini dan menutupnya dengan kekuatan terakhir yang kumiliki. Aku bersumpah untuk tetap berjaga dan menjaga Pedang Saint agar tidak jatuh ke tangan yang salah."

__ADS_1


Pria tua itu menyentuh luka-luka di tubuhnya, sebagai tanda perjuangan yang tak pernah berakhir. "Sekarang, aku telah menjadi tahanan dalam jurang ini selama ribuan tahun, memantau dan menunggu saat yang tepat untuk menghadapi seseorang yang layak mewarisi Pedang Saint."


Hakim merasa terharu mendengarkan kisah penuh pengorbanan sang penjaga Pedang Saint. Dia merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut.


"Demi dunia ini dan untuk melindungi orang-orang yang ku cintai, aku berjanji untuk mencari Pedang Saint dan menggunakan kekuatannya dengan bijaksana," ucap Hakim dengan tekad yang bulat.


Pria tua itu tersenyum bangga. "Aku tahu, Hakim. Hatimu tulus dan bebas dari niat jahat. Semoga kamu menjadi pahlawan yang sejati dan membawa cahaya bagi dunia."


Pria tua itu tersenyum hangat. "Aku telah menunggu ribuan tahun untuk bertemu seseorang yang memiliki hati yang tulus dan tekad yang kuat. Lokasi Pedang Saint ada di Kerajaan Gowa, di gua yang tersembunyi di pegunungan. Akan tetapi, hanya orang yang memiliki hati bebas dari niat jahat yang dapat menemukannya."


Hakim bertekad bahwa dia akan menemukan Pedang Saint dan menggunakan kekuatannya untuk tujuan yang benar. Dia berterima kasih kepada pria tua tersebut atas informasinya.


Pria tua itu tersenyum, "Ingat, Hakim, keberanian dan ketulusan hatimu akan membimbingmu dalam perjalanan ini. Semoga kamu menjadi pahlawan yang sejati."


Setelah pertemuan itu, Hakim melanjutkan perjalanannya menuju Kerajaan Gowa. Dia tahu bahwa dia harus menemukan Pedang Saint dan membuktikan bahwa hatinya tulus dan bebas dari niat jahat.


Dalam hati, Hakim bersumpah untuk menggunakan kekuatan Pedang Saint dengan bijaksana, demi kebaikan dunia dan untuk melindungi orang-orang yang dicintainya. Dia merasa lebih kuat dan termotivasi untuk menghadapi segala tantangan yang akan dia temui dalam perjalanan mencari Pedang Saint tersebut.

__ADS_1


Hakim yang sangat bersemangat melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Gowa, berharap untuk menemukan lokasi gua di pegunungan dan meraih Pedang Saint yang legendaris. Dia siap menghadapi ujian dan menghadapi masa depan yang penuh dengan keberanian dan ketulusan.


__ADS_2